TRENGGALEK- Para gowes mania khususnya pehobi mountain bike (MTB) di Bumi Menak Sopal dan sekitarnya tidak lengkap rasanya jika belum menjajal sensasi trek maupun keindahan alam di Watu Jago (WJ) Bike Park.
Pasalnya, jalur sepanjang 1,8 kilometer (KM) di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek tersebut masih enak dijangkau karena hanya berjarak 5 km dari pusat kota Trenggalek.
Ketika menjajal trek tersebut, para pencinta MTB pastinya akan dibuat terkesima, mengingat itu bukan merupakan trek yang curam karena elevasinya hanya 160 meter. Dari situ, para pencinta yang ingin mencoba bisa memacu sepedanya dengan speed yang lumayan kencang, bahkan bisa tembus 50 kilometer per jam.
"Jadi, kami merancang trek ini tidak sembarangan, sebab segi akses dan infrastruktur juga enak. Dan karakter trek, menurut pembalap sendiri terbilang fun," ungkap salah satu penggiat MTB Trenggalek, Dhiyan Purwo.
Dia melanjutkan, trek yang ada bisa dipakai komplet baik untuk cross country, all mountain, enduro, free ride, juga downhill. Itu terlihat karena trek dirancang dengan berbagai kontur yang berbeda, seperti trek di 0 sampai 500 meter merupakan trek yang landai karena dirancang dengan speed yang tinggi serta tikungan tidak terlalu tajam.
Kemudian untuk jarak 500 meter sampai 1,8 kilometer, trek dirancang untuk teknik. Sebab di lokasi tersebut ada beberapa rintangan, seperti tikungan yang sedikit tajam, tempat jumping bebatuan, dan sebagainya. "Jadi, trek ini recommended untuk pemula atau profesional sekalipun," katanya.
Selain menikmati trek, sensasi keindahan perbukitan juga menjadi magnet pesepeda untuk menjajal WJ Bike Park, seperti landscape hutan pinus dan view kota Trenggalek yang terlihat saat melintas di tengah trek. Selain itu, ada kuliner khas Trenggalek, sego gegog, yang sangat mudah dijangkau. Keindahan alam juga terus terjaga.
Sebab dalam pengelolaanya sudah ada perjanjian dengan pihak Perhutani agar tidak menebang hutan. Dengan begitu, trek yang ada sangat ramah lingkungan. "WJ ini bisa survive dari hasil penjualan merchandise berupa kaos, karena untuk masuk tidak ditiketkan. Jadi, kami dapat dana untuk perawatan, perbaikan dana, pengembangan dananya dari situ," jelasnya.
Hal tersebut diakui oleh salah satu pembalap sepeda nasional, Afos Katana. Ketika mencoba sirkuit di WJ, dia merasa enjoy karena treknya cukup safety dengan obstacle yang cukup komplet. Itu seperti penataan berm yang pas serta rock garden yang tidak terlalu membahayakan.
Dengan demikian, sangat cocok untuk latihan di kelas hobi maupun prestasi dengan akses loading yang nyaman serta tidak butuh membuang waktu banyak saat melakukan latihan. "Garis besarnya, saya bersama pembalap sepeda yang lain sangat nyaman dan ingin lagi berlatih di trek ini," imbuhnya.(jaz/c1)
Editor : Didin Cahya Firmansyah