TULUNGAGUNG– Pengcab PBSI Tulungagung wajib menggeber pembinaan atlet di segala jenjang usia, khususnya anak-anak agar bisa berbicara di berbagai level kompetisi. Apalagi, tugas mereka terhitung tak mudah karena harus memantau terus-menerus sekitar 800 anak yang tersebar di 8 klub.
Humas Pengcab PBSI Tulungagung Aminun Jabir mengatakan bahwa memang secara berkesinambungan membina atlet bulu tangkis dari Kota Marmer. Pembinaan ini sendiri bisa dilakukan dalam banyak hal, khususnya bagi klub yang sudah mengantongi izin.
“Untuk klub yang sudah mengantong izin, ada bantuan dana yang kami kucurkan setiap tahun,” jelasnya Jumat (20/10/2023).
Jabir -sapaan akrabnya- menambahkan, selain kucuran dana, pihaknya juga harus menggelar event formal seperti kejuaran kabupaten (kejurkab). Kesempatan ini menjadi jalan untuk menyeleksi atlet mana yang benar-benar siap terjun ke event yang lebih tinggi. “Kejurkab ini menjadi batu loncatan sekaligus seleksi sebelum kejurprov,” tambahnya.
Selain menggelar kompetisi di dalam daerah, pihaknya juga harus sering mengirim atlet di kompetisi luar daerah. Ini pun bisa menjadi solusi menambah jam terbang atlet agar tidak demam panggung.
Dengan begitu, hasil latihan yang selama ini dijalani benar-benar teruji dengan menghadapi lawan yang sesungguhnya di dalam lapangan. “Tentu kami rutinkan mengirim atlet ke luar daerah untuk menambah jam terbang,” ujarnya.
Dia pun berpesan kepada pencinta bulu tangkis, orang tua, maupun atlet untuk berlatih intensif. Karena ini merupakan kunci untuk meraih prestasi terbaik. “Tanpa latihan tentu mustahil bisa berprestasi. Ini harus diperhatikan semuanya,” tandasnya.(nul/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah