Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Laga Akhir dan Panas Perseta 1970 Vs Persiga Trenggalek, Sempat Ribut Antar Pemain, Suporter Ricuh di Luar

Didin Cahya Firmansyah • Minggu, 12 November 2023 | 02:33 WIB

 

SERU: Laga Perseta 1970 dan Persiga Trenggalek dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 grup 12 PSSI Jatim di Stadion Rejoagung, Kedungwaru, Tulungagung, Sabtu (11/11/2023).
SERU: Laga Perseta 1970 dan Persiga Trenggalek dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 grup 12 PSSI Jatim di Stadion Rejoagung, Kedungwaru, Tulungagung, Sabtu (11/11/2023).

TULUNGAGUNG-Laga pamungkas di Piala Soeratin U-17 grup 12 PSSI Jatim menyajikan pertandingan Perseta 1970 Vs Persiga Trenggalek, Sabtu (11/11/2023).

Laga penentuan tersebut jadi krusial untuk Perseta 1970 dan Persiga Trenggalek menggapai tim yang lolos di Piala Soeratin U-17 grup 12.

Pertandingan digeber di Stadion Rejoagung ini, dibabak pertama Perseta 1970 langsung mengambil serangan ke pertahanan Persiga Trenggalek.

Perseta 1970 memakai kostum putih hitam ini tentu sebagai tuan rumah tak ingin kecolongan dari Persiga Trenggalek.

Di babak pertama, Perseta 1970 unggul lebih dulu melalui titik pinalti.

Di babak kedua, Persiga Trenggalek tampil lebih ngotot dan terbukti di lapangan bisa mengurung tim Perseta 1970.

Persiga Trenggalek memakai kostum merah ini lebih dominan menguasai bola dibandingkan dengan Perseta 1970.

Alhasil di babak dua ini, Persiga Trenggalek bisa membobol gawang Perseta 1970 lewat sundulan kepala, memanfaat kecerobohan bek lawan.

Bisa menyamakan kedudukan, membuat Persiga Trenggalek ini tambah kencang menyerang Perseta 1970.

Hasil Persiga Trenggalek menggedor terus tim Perseta 1970 ini kembali membuahkan hasil. Kedudukan berbalik 2-1.

Di akhir pertandingan ini berlangsung panas. Tim Perseta 1970 ingin menyamakan kedudukan. Namun gagal hingga dihadang bek pertahanan Persiga Trenggalek.

Bahkan tambahan waktu sekitar 4 menit diberikan wasit, bikin pemain Perseta 1970 ini gencar menyerang.

Mental pemain Perseta 1970 ini tambah panas, usai salah satu pemain dilanggar pemain Persiga Trenggalek.

Dari situ, sempat terjadi kericuhan dan pemain terlihat berkumpul untuk menghentikan. Wasit pun mengeluarkan satu kartu kuning ke pemain Perseta 1970.

Hingga peluit babak kedua dibunyikan wasit, kedudukan 2-1 untuk keunggulan Persiga Trenggalek.

Pelatih Persiga Trenggalek Akbar Oktarian mengaku, sangat mengapresiasi para pemainnnya. Meski babak pertama tertinggal, tetap bisa membalikkan keadaan.

Dia memberi motivasi kepada para pemain ketika waktu jedah usai babak pertama.
Pemain tidak boleh mental jatuh, dan harus terus menerus untuk bermain sesuai instruksi.

"Saya tekankan anggap ketertinggalan gol ini kosong-kosong, sehingga tidak ada beban. Itu berhasil dimengerti para pemain," ujarnya usai pertandingan.

Sementara itu, sebelum pertandingan Perseta 1970 dan Persiga Trenggalek, keributan antar suporter terjadi di luar Stadion Rejoagung.

Yakni diduga melibatkan suporter Persiga Trenggalek dan Madiun Putra. Dua tim ini memang satu grup, namun pada Sabtu sore bermain di lapangan berbeda.

Madiun Putra menghadapi Akor FC Jombang bermain di Lapangan Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Madiun Putra unggul 2-1 atas Akor FC Jombang. 

Berdasarkan informasi di terima di lapangan, diduga keributan antar suporter ini ketika Madiun Putra melintas di Trenggalek.

Saat suporter Trenggalek tiba di Stadion Rejoagung, mereka ngluruk suporter Persiga Trenggalek.

Mereka pun bentrok di luar Stadion Rejoagung, hingga ada yang perlu mendapatkan pertolongan medis.

"Bentrok suporter Madiun dan Trenggalek. Ketika duduk di warung ada keributan, saya melihat ada orang terkapar," ujar salah satu pedagang sari kedelai di Stadion Rejoagung.  

Perempuan tersebut mengaku, infonya awal keributan di Trenggalek. Suporter Madiun Putra  mendapatkan perlakuan tak menyenangkan ketika melintas.

Suporter Madiun Putra datang ke stadiun menggunakan mobil. "Bentrok dengan cepat, kebetulan tidak main di Stadion Rejoagung," katanya. 

Dikonfirmasi, Ketua Panitia Hariyanto belum bisa memberikan komentar detail. "Saya masih mengurus anak yang masalah di Stadion Rejoagung tadi," katanya melalui pesan elektronik. 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Perseta 1970 #persiga trenggalek #piala soeratin u-17