Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Napas Terakhir Perseta 1970 di Grup LL Liga 3 Jatim

Aditya Yuda Setya Putra • Rabu, 31 Januari 2024 | 22:52 WIB
KECEWA: Ekspresi pemain Perseta 1970 Khokok Roni usai timnya ditekuk di matchday pembuka grup LL Liga 3 Jatim.
KECEWA: Ekspresi pemain Perseta 1970 Khokok Roni usai timnya ditekuk di matchday pembuka grup LL Liga 3 Jatim.

TULUNGAGUNG - Partai sengit bakal tersaji di Stadion Untung Suropati, Pasuruan, hari ini (1/2/2024). Perseta 1970 dijadwalkn bersua NZR Sumbersari dalam matchday pamungkas grup LL Liga 3 Jatim.

Hasil imbang atau kalah akan membuat wakil Tulungagung mengubur mimpi lolos ke fase nasional.

Berstatus sebagai juru kunci klasemen sementara, Perseta 1970 wajib meraih kemenangan jika ingin mentas mewakili Jatim ke fase nasional.

Belum meraih satu pun poin dari dua lahga di babak delapan besar membuat langkah tim berseragam kuning-hijau ini kian sulit.

"Ya kita harus main ngoyo saat melawan NZR Sumbersari karena harapan terakhir ada di pertandingan ini," ujar ofisial Perseta 1970, Rudi Iswahyudi.

Dia memastikan Perseta 1970 bakal mengusung skema menyerang 4-3-3 saat berhadapan dengan wakil Kota Malang hari ini. Rudi menambahkan, timnya tak punya pilihan selain bermain menyerang.

Sebab, hasil imbang atau kalah akan membuat Perseta 1970 tak lolos dari babak penyisihan delapan besar. Jadi, wakil Kota Marmer bakal bermain dengan serangan penuh di sepanjang laga.

"Dari menit awal nanti, anak-anak diinstruksikan untuk agresif. Kita harus curi gol terlebih dahulu agar mental pemain kita naik. Setelah itu, tetap jaga konsentrasi di babak kedua dan terus berusaha tambah gol," akunya.

Dari segi fisik pemain, Rudi menilai tak ada hal yang perlu jadi perhatian pelatih. Justru faktor nonteknis seperti halnya mental pemain yang bikin ofisial khawatir.

Dua kali kalah di babak delapan besar dan ditambah harus memenangi laga terakhir dikhawatirkan jadi beban tersendiri bagi cah Tulungagung.

"Karena itu, kemarin saya sudah sampaikan. Anggap ini laga terakhir kita dalam dunia bola, ini partai final kita,"

"Dan jangan jadikan beban. Justru harus main lepas karena kita anggap ini final lawan NZR (Sumbersari, Red). Kami harap itu bisa jadi suntikan moril ke anak-anak," bebernya.

Disinggung soal kondisi internal tim, dia menerangkan bahwa anak asuhnya dalam kondisi siap tempur.

Tapi, dua dari 24 pemain dilaporkan mengalami cedera ringan usai melawan Pasuruan United di matchday kedua pada 30 Januari lalu.

Untuk itu, jajaran pelatih coba mempersiapkan pemain pengganti sembari terus memantau kondisi dua pemain yang cedera. "Diusahakan dua pemain ini sudah bisa bertanding kembali," kata Rudi.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Perseta 1970 #liga 3 jatim #NZR Sumbersari