RADAR TRENGGALEK- Bukan hanya ketika cuaca cerah, para atlet balap sepeda downhill juga harus siap berlaga ketika hujan. Dengan begitu, berbagai persiapan harus dilakukan sebelum bertanding agar meraih hasil maksimal. Hal tersebut seperti yang dilakukan Mohammad Azkiyaul Hayyi.
Bagaimana tidak, bertahun-tahun mengikuti kejuaraan sepeda downhill, berbagai jenis rintangan dihadapi. Namun, hal tersebut malah menjadi tantangan bagi dirinya untuk bisa lebih mengasah kemampuannya, termasuk ketika menghadapi medan yang sulit, seperti kondisi lintasan yang berlumpur setelah turun hujan.
“Setiap pembalap memiliki trik tersendiri untuk menghadapi berbagai lintasan, termasuk pelaksanaan balapan ketika turun hujan. Jadi, segala sesuatu harus dipersiapkan,” ungkap Mohammad Azkiyaul Hayyi kepada Jawa Pos Radar Trenggalek.
Dari situ, dirinya memiliki pengalaman ketika menghadapi lintasan berlumpur. Sebab, ketika ada kejuaraan dilaksanakan pada musim penghujan, tidak menutup kemungkinan malam hari sebelum pelaksanaan perlombaan turun hujan sehingga membuat kondisi lintasan dipenuhi lumpur. Dari pengalaman perlombaan sebelumnya, banyak peserta yang gagal karena roda sepeda seperti menancap di lintasan karena saking lengketnya lumpur.
“Dengan kondisi lumpur yang masih menancap di roda sepeda, kendati bisa lolos, kayuhannya akan semakin berat,” katanya.
Karena itu, tidak ada salahnya sebelum bertanding berdiskusi dengan senior di tim balap downhill tentang cara yang ampuh untuk mengatasinya. Dengan itu ditemukan cara yang tepat untuk mengatasinya, yakni mengolesi roda sepeda yang digunakan dengan minyak goreng.
Itu dilakukan untuk mengurangi kepekatan lumpur lintasan. Dari situ, tidak ada salahnya pada pagi hari sebelum memulai perlombaan membeli minyak goreng beserta kuas, dan langsung mengolesi roda sepeda yang digunakan.
“Menurut pengalaman saya, cara itu ampuh untuk mengatasi lintasan berlumpur. Sebab di berbagai perlombaan, saya kerap juara ketika lintasan berlumpur dengan trik itu,” jlentrehnya.
Kini, dia terus berlatih untuk menambah kemampuannya bersepeda di segala lintasan. Tujuannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi ketika mengikuti kejuaraan. Untuk program latihan sendiri, dia sepenuhnya menyerahkan terhadap sang pelatih. Sebab dalam perlombaan balap sepeda downhill, bukan hanya diperlukan kecepatan ketika mengayuh sepeda saja, melainkan juga ketangkasan dalam menghadapi rintangan, kekuatan fisik, mental agar tidak mudah down, dan masih banyak lagi.
“Tentunya saya juga harus menjaga kondisi tubuh. Sebab jika latihan dilakukan asal-asalan, bukan manfaat yang didapat, melainkan hanya kelelahan dan bisa berakibat cedera atau sakit,” jelas remaja yang akrab disapa Ayyi ini. (jaz/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa