NASIONAL - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah melakukan perubahan besar dalam sepak bola putri Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan diangkatnya pelatih asal Jepang Satoru Mochizuki sebagai pelatih Timnas Putri Indonesia.
Sebelumnya, Sotaru Mochizuki pernah mengantarkan Timnas Putri Jepang ke juara Piala Dunia Wanita 2011.
Kehadiran Mochizuki merupakan bentuk kerja sama PSSI dengan JFA (Federasi Sepakbola Jepang).
Beberapa industri tentunya saling bekerja sama untuk mengajar dan melatih wasit, khususnya dalam hal sepak bola wanita.
Timnas Putri Jepang dikenal memiliki kekuatan besar dalam tim sepak bola wanita. Mereka telah berhasil meraih medali perak Olimpiade 2012, tiga medali emas Asian Games, dan dua kali juara Asia.
Tidak heran jika Satoru Mochizuki dipilih oleh PSSI untuk memimpin Garuda Pertiwi.
Pria berusia 59 tahun tersebut adalah sosok pelatih yang tepat karena ia memiliki banyak pengalaman dalam sepak bola wanita.
Di Instagram pribadi Ketua Umum PSSI Erick Thohir menulis, "Selamat datang Pak Satoru Mochizuki! Semoga kehadiran Pak Mochizuki akan meningkatkan mutu dan kualitas Timnas wanita kita, demi membawa Garuda mendunia."
Selanjutnya, mari kita simak lebih dalam mengenai profil Sataru Mochizuki, pelatih terbaru timnas sepak bola putri Indonesia.
Berikut Profil Satoru Mochizuki hingga Perjalanan Karirnya
Mochizuki lahir pada tanggal 18 Mei 1964 di Otsu, Shiga, Jepang. Pada tahun 1980, ia bermain sepak bola untuk Moriyama High School di Shiga Prefectural, sejak saat itulah perjalanan karirnya dimulai.
Kemudian, Mochizuki melanjutkan pendidikannya di Osaka University of Commerce setelah lulus dari sekolah menengah. Saat itu, dia juga bermain untuk tim sepak bola universitas di liga kampus.
Setelah lulus sekolah menengah, Mochizuki bergabung dengan klub sepak bola Nippon Kokan (NKK) pada tahun 1987. Empat tahun kemudian, ia diminta untuk bergabung dengan tim Urawa Red Diamonds.
Lantas pada kisaran tahun 1988 dan 1989, Mochizuki meembela tim nasional Jepang.
Pada tahun 1995, Mochizuki bergabung dengan Kyoto Purple Sanga dan mengakhiri karirnya sebagai pemain di sana pada tahun 1997.
Berkarir Menjadi Pelatih
Mochizuki diangkat menjadi pelatih Kyoto Purple Sanga setelah setahun pensiun sebagai pemain. Kemudian, pada tahun 2000, ia bergabung dengan Vissel Kobe, akan tetapi kontraknya diputus pada tahun 2001.
Pada tahun 2005, Mochizuki menjadi pelatih tim remaja Omiya Ardija. Setelah pengalaman tersebut, akhirnya dia diangkat menjadi pelatih tim nasional Jepang U-16.
Pada tahun yang sama, ia juga mulai menjabat sebagai instruktur pelatih untuk Federasi Sepak Bola Jepang (JFA). Selain itu, Mochizuki bertanggung jawab atas tim remaja Urawa Reds dari tahun 2006 hingga 2007.
Setelah itu, Mochizuki menjabat sebagai pelatih kepala Pusat Latihan Nasional JFA dari tahun 2007 hingga 2008. Kemudian pada tahun 2008, ia bergabung sebagai pelatih tim olahraga Universitas Biwako Seikei.
Tak lama kemudian, Mochizuki bergabung menjadi staf pelatih tim nasional sepak bola wanita Jepang di bawah naungan JFA. Ia menjabat di posisi tersebut hingga tahun 2012.
Selanjutnya, ia menjadi pelatih tim nasional universitas putri Jepang dari tahun 2014 hingga 2017. Setelah menghabiskan masa pengangguran, pada tahun 2019 ia kembali menjabat di posisi tersebut.
Mochizuki sekarang ditunjuk secara resmi oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Wanita Indonesia. Dia merupakan pelatih kedua asal Jepang yang melatih Timnas Wanita Indonesia setelah Ichiro Fujita pada tahun 2003.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra