Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Segini Biaya Operasional Persiga untuk Liga 3 Musim Depan

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 23 Februari 2024 | 02:05 WIB
CARI CELAH: Kapten Persiga Trenggalek, Ali Mustofa, melepas tembakan dengan dikawal pemain Perssu Sumenep di Stadion Untung Suropati, Kota  Pasuruan.
CARI CELAH: Kapten Persiga Trenggalek, Ali Mustofa, melepas tembakan dengan dikawal pemain Perssu Sumenep di Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan.

 

 

KOTA, Radar Trenggalek– Dibutuhkan anggaran tak sedikit bagi tim yang berlaga dalam kompetisi nasional, seperti halnya Liga 3. Askab PSSI Trenggalek pesimistis bisa bicara banyak di kompetisi musim depan. Itu jika anggaran operasional tim jauh dari yang diharapkan.

Tahun lalu, asosiasi dijatah sekitar Rp 500 juta untuk kebutuhan pembinaan dan operasional Persiga di Liga 3. Anggaran itu bersumber dari APBS induk dan PAK 2023. Di sisi lain, anggaran pembinaan tahun ini masih tanda tanya karena askab belum menerima soal kejelasan pemkab maupun KONI.

“Tahun lalu cair sekitar Rp 400 juta dari APBD induk dan Rp 100 juta dari PAK. Kalau tahun ini kami juga belum tahu, karena belum turun,” ujar Ketua Askab Trenggalek Puguh Purnomo kepada Koran ini, Selasa (20/2).

Alokasi terbesar ada untuk dua sektor. Yakni, operasional kompetisi internal Trenggalek Soccer League (TSL) dan operasional Persiga di Liga 3 musim 2023/2024. Dia menegaskan, jumlah itu terlampau kecil untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembinaan persepakbolaan di Bumi Menak Sopal.

“Seharusnya anggaran untuk TSL dan Liga 3 dipisah. Kalau ingin lolos sampai ke Liga 2, idealnya ada anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk Liga 3 musim depan,” katanya.

“Lalu, ada anggaran tersendiri untuk pembinaan secara umum dan khusus seperti halnya TSL. Nah, jumlah Rp 3 miliar itu pun masih terbilang minim,” imbuhnya.

Ada banyak kebutuhan yang harus dicukupi oleh askab atau tim di kompetisi nasional. Mulai dari mengontrak pemain dari luar daerah, menyediakan mes atau tempat menginap bagi pemain, dan pemenuhan kebutuhan karantina. “Kalau anggarannya kurang, kami rasa sangat sulit memenuhi semua itu,”  jelasnya.

Di sisi lain, Puguh mengaku tak bisa berharap banyak dengan kondisi saat ini. Sebab, dia juga melihat kondisi fiskal di Pemkab Trenggalek secara realistis. Itu berarti asosiasi kudu lebih aktif untuk menggaet sponsor sebagai rekanan jika tidak ingin pulang lebih awal di kompetisi musim depan.

“Kondisi APBD tidak memungkinkan. Kami juga bisa pahami itu. Hal ini akan kami rapatkan dengan pemkab dan manajemen tim dalam waktu dekat,” tandasnya. (dit/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#olahraga #persiga trenggalek #sepak bola #liga 3