TULUNGAGUNG - Dalam rangka mencari petarung-petarung hebat dan mewujudkan 'Tulungagung Tanpa Tawuran', Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) dan One Pride Mixed Martial Arts (MMA) berkolaborasi menginisiasi Road To One Pride MMA Tulungagung.
Ketua Penyelenggara Road To One Pride MMA Tulungagung Cahyo Kurniadi mengakui bahwa penyelenggaraan MMA di Tulungagung memang bukan kali pertama.
Namun kolaborasi dengan One Pride MMA ini membuat pertarungan menjadi lebih profesional dan komplet, khususnya dari sisi teknik pertarungan.
"Setelah kita bergabung dengan KOBI dan One Pride MMA, ini semakin komplet, baik straight king (teknik bertarung atas, Red) maupun ground (teknik bertarung bawah, Red)," ungkapnya, kepada Jawa Pos Radar Tulungagung, Jumat (17/5/2024) malam.
Karena itu, pertandingan MMA di Gor Lembu Peteng Tulungagung pada 19 Mei 2024 akan menyuguhkan pertarungan MMA dengan teknik yang lebih variatif, baik kuncian atas hingga kuncian bawah.
Menyikapi pertarungan yang lebih variatif, Cahyo menyebut satu hal yang penting adalah kemampuan wasit dan juri dalam melakukan penilaian. Maka dari itu, sebelum pertandingan dimulai, wasit dan juri mendapatkan pelatihan SOP terlebih dulu.
"Ada 17 wasit yang tersebar di seluruh jatim, tapi kebanyakan dari mereka adalah wasit straight king, maka itu perlu dilatih lebih dulu," ujarnya.
Pelatihan wasit dan juri dibimbing langsung oleh Prof. Fransino Tirta (CEO One Pride MMA) dan Prof. Max Metino (Juri dan Matchmaker di One Pride MMA) di Hotel Narita pada Jumat (17/5/2024) malam.
Sementara dalam Road To MMA Tulungagung, Cahyo mengungkap ada 120 kelas yang bakal bertanding dan ketika lolos kualifikasi, maka petarung berpeluang mendapatkan golden tiket dibina langsung oleh One Pride MMA.
"Petarung MMA, misal Jeka Saragih, Bagas, itu asli Tulungagung, dan masih ada beberapa lagi. Karena itu melihat potensi dari petarung yang cukup baik di Tulungagung, KOBI sangat tertarik terjun ke Tulungagung untuk mencari petarung-petarung hebat sekaligus memberikan pembinaan," jelas Cahyo.
Baca Juga: Purnawiyata MATSANETA Bertabur Prestasi
Di sisi lain, CEO One Pride MMA Prof. Fransino Tirta mengatakan, One Pride MMA merupakan satu-satunya event olahraga MMA sejak 2016 di Indonesia. Dan, kurun tujuh tahun lebih ini, One Pride MMA secara konsisten mengadakan event MMA hingga 10 kali per tahun.
"Kami ingin mendapatkan bakat-bakat petarung terbaik dari seluruh Indonesia dalam dunia pertarungan MMA, agar Indonesia lebih disegani. Dan bagaimana kita bisa membawa Indonesia ke kancah internasional," jelasnya.
Prof. Sino -sapaan akrab Fransino Tirta, mengapresiasi mental-mental para petarung dan masyarakat pun antusias dengan ajang pertarungan MMA. Namun, menurutnya, pertarungan MMA bukan sekadar hobi atau hiburan, ajang MMA bisa mengantarkan para petarung meraih prestasi secara nasional hingga internasional.
"One Pride MMA ini merupakan batu loncatan untuk para petarung-petarung Indonesia menuju kancah internasional, karena untuk mengikuti ajang MMA internasional syaratnya harus mengikuti kompetisi MMA yang kuat dari dalam negeri," ungkapnya.
Road To One Pride MMA akan terus bergulir yang dimulai dari Kabupaten Tulungagung, Bali, Semarang, Jogja, hingga Jakarta.***