Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Balik Raihan Dua Medali Emas Triathlon Atlet Tulungagung di PON Aceh-Sumut, Rifqi: Latihan Pakai Alat Seadanya

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 4 Oktober 2024 | 01:12 WIB

MAKIN PEDE: Ketua FTI Tulungagung Rifqi Firmansyah (paling kanan) dan atletnya saat bertemu dengan Pj Bupat Tulungagung Heru Suseno.
MAKIN PEDE: Ketua FTI Tulungagung Rifqi Firmansyah (paling kanan) dan atletnya saat bertemu dengan Pj Bupat Tulungagung Heru Suseno.

TULUNGAGUNG - Meski baru seumur jagung, Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Tulungagung justru mampu berbicara banyak di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut yang digelar beberapa waktu lalu.

Sumbangan dua medali emas dan satu medali perak dari atlet Tulungagung untuk Jatim di luar dugaan pengurus cabor. Tapi, raihan ini tidak didapat dengan mudah.

Bermula dua bulan lalu melihat banyaknya atlet renang di Tulungagung, Rifqi Firmansyah, owner Aquatic Resto and Pool, berniat untuk menginisiasi terbentuknya cabor triatlon atau trilomba.

Langkah pertama yang dia lakukan adalah berkomunikasi intens dengan para atlet senior sebelum mulai menjaring atlet-atlet junior.

“Banyak atlet Tulungagung punya dasar renang yang baik. Saya lihat dari klub renang yang ada di tempat usaha saya. Karena itu, saya bicara dengan beberapa rekan untuk mulai mendirikan FTI dan segera mempersiapkan diri untuk ikut PON tahun ini,” bebernya.

Gayung bersambut. Beberapa pihak mulai bergabung sebagai pelatih, atlet, dan pengurus induk cabor. Hasil pembicaraan mengerucut pada ditunjuknya Rifqi sebagai nakhoda cabor FTI Tulungagung. Persiapan langsung digelar secara ringkas. Sebab, menurut jadwal, PON Aceh-Sumut dihelat pada 9-20 September.

Laki-laki 32 tahun ini menambahkan ada sejumlah kendala yang dialami atlet. Utamanya soal perangkat latihan. Untuk diketahui, trilomba merupakan cabor yang memperlombakan renang, lari, dan balap sepeda sekaligus.

Itu sebabnya, atlet triatlon wajib menguasai ketiga jenis keahlian demi meraih poin tertinggi dalam perlombaan.

“Untuk persiapan sebenarnya tidak terlalu sulit. Sebab, dasar atlet di renang sudah bagus. Tinggal pemantapan fisik di lari dan balap sepeda. Nah, karena kita baru terbentuk, jadi sepeda yang ada belum sesuai standar. Sedangkan satu unit sepeda balap itu cukup mahal. Bisa mencapai Rp 80 juta,” akunya.

Harus diakui tidak semua wali atlet berlatar belakang ekonomi menengah ke atas. Dengan begitu, persiapan harus dilakukan secukupnya. Utamanya di bidang balap sepeda. Meski begitu, laki-laki yang tinggal di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, ini memastikan bahwa para atlet sudah punya dasar triatlon yang mumpuni.

“Semua sarwa anyar (serba baru, Red). Cabor baru terbentuk, atlet baru bergabung, kepengurusan baru, dan latihan baru dua bulan. Tapi, dasar atlet kita sudah sangat baik,” tegasnya.

Singkat cerita, dua atlet FTI Tulungagung ditunjuk KONI Provinsi Jatim untuk mewakili provinsi pada PON September lalu. Di luar dugaan, tiga medali disumbang oleh dua atlet Bumi Lawadan yang dikirim.

Rinciannya, Binta Erlen Salsabela meraih satu medali emas di nomor triathlon standart distance dan satu medali perak di nomor aquathlon standart distance. Lalu, Muhammad Noval Ashidiq meraih satu medali emas di nomor triathlon standart distance.

“Itu di luar ekspektasi kita. Harapan kita awalnya untuk mewakili Jatim saja itu sudah luar biasa. Tapi malah melejit. Jadi, kemarin kita tidak tergetkan medali. Mungkin dari atlet sendiri yang semangat,” ujar ayah dua anak ini.

Di sisi lain, Rifqi berharap apa yang ditorehkan FTI Tulungagung jadi perhatian pemkab. Sebab, para atlet cukup kesulitan jika harus berlatih dengan perangkat latihan, khususnya sepeda, yang tidak representatif.

Padahal ke depan ada berbagai kejuaraan lain yang akan diikuti oleh cabor ini. Salah satunya adalah kejuaraan triatlon tingkat Asia di Dubai.

“Oktober-November, kita akan mewakili Indonesia di Dubai Series. Kami harap ada bantuan dan apresiasi dari pemerintah. Tidak dalam berbentuk uang, tapi berupa fasilitas (lathan, Red) dan infrastruktur buat teman-teman,” tandasnya. 

Editor : Dharaka R. Perdana
#triathlon #fti tulungagung #FTI