Trenggalek- Persiga Trenggalek, menghadapi kendala persiapan dalam menghadapi Liga 3 yang konon saat ini berubah menjadi Liga 4 regional Jatim. Indikasinya sejauh ini belum ada persiapan matang untuk mengarungi kompetisi yang diperkirakan bakal bergulir pada awal bulan depan (Desember, red)
Hal tersebut cukup ironi, sebab tim berjuluk Laskar Menak Sopal tersebut pernah berjaya sebagai juara Divisi III tahun 2013 dan Liga 3 Jatim tahun 2018. Tapi, dalam lima tahun terakhir prestasi Persiga tampak menurun, dengan kesulitan menembus babak delapan besar tingkat regional. Apalagi sejauh ini kondisi persiapan tim yang kali ini dirasa kurang maksimal.
“Hingga saat ini anak-anak hanya melakukan latihan biasa, yakni dua kali dalam seminggu," ungkap pelatih kepala Persiga, Mursyid Effendi.
Sebab persiapan kali ini tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya ketika Persiga menjalani pemusatan latihan yang lebih intensif. Salah satu kendala utama yang dihadapi Persiga adalah perubahan komposisi pemain. Mengingat, beberapa pemain senior telah meninggalkan tim untuk bergabung dengan klub lain, sehingga tim kini mengandalkan pemain-pemain yang lebih muda. “Kerangka tim mungkin sudah bergeser ke adik-adik juniornya," katanya.
Karena kondisi ini, Persiga berencana menggunakan lebih banyak pemain lokal, dan hanya akan mempertimbangkan mendatangkan pemain dari luar Trenggalek jika dianggap perlu. Namun, keputusan tersebut tidaklah mudah karena keterbatasan anggaran klub, sehingga pemain yang didatangkan nantinya bukanlah pemain yang sudah jadi. Mursyid menegaskan bahwa tim akan memaksimalkan sumber daya lokal terlebih dahulu sebelum memutuskan perekrutan pemain baru.
”Memang banyak masyarakat Trenggalek berharap tim kebanggaan mereka bisa kembali bangkit dan bersaing di kompetisi tahun ini, meskipun dengan persiapan yang terbatas. Tapi nanti seperti apa akan kami diskusikan dengan manajemen,“ jelas mantan pemain tim nasional era 1990- an tersebut.(jaz/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa