TULUNGAGUNG - Lari merupakan salah satu olahraga tertua di dunia, selain renang, dan gulat.
Lari pun termasuk olahraga yang mudah dilakukan siapapun baik itu anak kecil, remaja dan orang dewasa.
Tapi jangan salah lho, ternyata dalam lari dibutuhkan beberapa tips agar bisa melaksanakan olahraga tersebut dengan maksimal tanpa cedera.
Baca Juga: Susuri Jalan Raya Tulungagung-Campurdarat, Rayakan Tahun Baru dengan Lari 20,25 Km
Menurut Rheza Akbar running Enthusiast asal Tulungagung, pasca pandemic olahraga lari semakin banyak peminat dan menjadi gaya hidup di semua kalangan.
Olahraga lari dapat dilakukan dengan murah dan mudah sehingga dengan cepat olahraga ini menyebar dan menjadi tren di masyarakat.
Hal ini terindikasi dengan munculnya banyak komunitas dan event lari di berbagai daerah setiap akhir pekan.
Baca Juga: Puncak Libur Nataru, Polres Trenggalek Soroti Tempat Wisata, Ada Apa??
Meski lari terlihat mudah, lanjut Rheza Akbar, bagi pelari ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum berlari.
Ini perlu dilakukan agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan. “Maunya berlari untuk Kesehatan malah bisa jadi tidak sehat,” katanya.
Berikut tips lari ala Rheza Akbar:
1. Pakaian dan sepatu lari yang nyaman
Meskipun sederhana tapi setiap yang ingin memulai perlu mempersiapkan pakaian dan sepatu untuk berlari yang nyaman.
Indikator pakaian lari yang nyaman adalah yang dapat menyerap keringat.
Selain itu, perlu mempersiapkan sepatu lari dan tidak lupa kaus kaki yang nyaman.
Sepatu lari yang kurang nyaman sering menjadi penyebab utama cedera.
Baca Juga: BUMDESA NGUDI SEJAHTERA TERUS BERJAYA
Biasanya Sepatu lari yang memiliki karakter high cushioned dan empuk menjadi pilihan yang tepat untuk yang baru memulai lari
2. Lakukan pemanasan
Banyak pelari yang seringkali mengabaikan pemanasan hingga akhirnya menyebabkan cidera saat berlari.
Pemanasan dimaksudkan untuk mempersiapkan otot tubuh untuk mencegah risiko cedera.
Pemanasan bisa dilakukan dalam durasi 5-15 menit dengan peregangan secara dinamis (bergerak) .
3. Sarapan
Sarapan secukupnya sebelum berlari dan sebaiknya jika makan berat dua jam sebelum berlari
4. Menata ritme
Bagi yang baru memulai lari, tidak perlu memaksakan diri dengan langsung berlari karena ini justru akan membuat lebih mudah cepat lelah.
Bisa dimulai dengan berjalan kemudian berlari pada kecepatan nyaman dengan durasi waktu bukan jarak .
Setelah tercapai bisa mencoba dengan mengombinasi berlari berjalan berlari dengan durasi waktu yang sama.
Semakin sering berlatih maka intensitas waktu berlari akan bertambah dan berjalan akan semakin terkurangi.
Baca Juga: Digital Payment Bhayangkara Tulungagung Runfest 2025 Siap Digeber, Polres Tulungagung Dukung Penuh
Untuk memantau waktu lari bisa menggunakan jam pintar atau dengan aplikasi berlari pada smartphone
5. Perhatikan hidrasi
Ketika berlari, tubuh akan kehilangan banyak cairan yang keluar melalui keringat.
Oleh karena itu, sebaiknya jangan mengabaikan asupan cairan tubuh.
Dianjurkan untuk minum air secukupnya per 20 menit untuk menjaga kadar cairan dalam tubuh
Baca Juga: Persiga Trenggalek Kandas di Laga Uji Coba ke-2, Takluk 0-1 dari Nganjuk Ladang FC
6. Pendinginan
Setelah berlari jangan abaikan pendinginan karena dapat mengurangi risiko cedera otot.
Dengan meregangkan otot maka aliran darah akan lebih lancar dan terhindar dari nyeri pasca berlari maupun cedera.
Pendinginan bisa dilakukan selama 10 menit setelah aktivitas.
Demikian kiat untuk yang memulai berlari agar mendapat manfaat dari berlari. Semoga bermanfaat ***
Editor : Dharaka R. Perdana