Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makan Bersama Usai Lari, Ini Hajat Friday Running Community dan TAGRunners Sebelum Masuk Ramadhan

Andrian Sunaryo • Jumat, 28 Februari 2025 | 23:30 WIB

Anggota Friday Running Community dan TAGRunner menggelar megengan usai lari pada Jumat (28/2) pagi.
Anggota Friday Running Community dan TAGRunner menggelar megengan usai lari pada Jumat (28/2) pagi.

RADAR TULUNGAGUNG - Suasana lari pagi di komunitas Friday Running di Tulungagung pada Jumat (28/2) pagi terlihat berbeda dengan Jumat minggu lalu.

Jika Jumat minggu lalu runners rutin berlari dengan start di depan patung RA Kartini di Jalan RA Kartini Tulungagung, tapi tadi pagi sebelum mereka berlari, terlebih dulu mengumpulkan makanan dan minum ke panitia. 

Baca Juga: Berikut 5 Merek Sepatu Trail Run Idaman Para Pelari, Nomor 5 dari Negeri Sakura

Ya, Jumat pagi itu merupakan lari penutupan sebelum menjalankan ibadah puasa.

Untuk memeriahkan penutupan tersebut, runners secara sukarela membawa makanan dan minuman yang kemudian dimakan bersama-sama seusai berlari.

Baca Juga: Pilah Pilih Sepatu Trail Run yang Cocok? Tips di Bawah Ini Bisa Jadi Panduan

“Kami berusaha tetap menjaga dan melestarikan budaya megengan, acara megengan ini juga dipakai saling memaafkan sesama pelari sebelum memasuki Ramadhan,” ungkap Enggar, panitia megengan Friday Running Community.

Setelah mereka berlari para pelari berkumpul lagi di depan patung RA Kartini untuk menikmati makanan dan minuman yang mereka bawa.

Baca Juga: Road dan Trail Run Butuh Sepatu Berbeda, Merek Berikut Bisa Menjadi Pilihan

Tapi sebelumnya, para pelari diajak berdoa yang dipimping Gus Ibad yang juga pelari dari friday running dan TAGrunnres. 

Usai berdoa mereka pun bersama-sama menyantap makanan dan minumannya.

Baca Juga: Rahasia Binti Muzayyanah, Runner Asal Tulungagung Sabet Juara Festival Lari 10 Km

Tapi ada juga sesama pelari saling tukar makanan dan bagi mereka yang tidak membawa makanan dan minuman tidak perlu khawatir tidak bisa menyantap.

“Mereka yang tidak bawa tetap kebagian dan tidak ada yang kurang,” kata Enggar. 

Menurut Yan Christanto salah satu pendiri Friday Running Community, tujuan megengan ini selain sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan, juga sebagai ajang mempererat silaturahmi anggota Friday Running dan TAGrunners.

“Selain itu kami juga saling memaafkan sebelum kami menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1446 Hijriyah,” ungkapnya.

Baca Juga: Tulungagung Run Fest 2025: Mengedukasi Masyarakat dengan Digital Payment dan Menawarkan Pengalaman Lari Tak Terlupakan

Yan, -sapaan akrabnya menambahkan, acara megengan di Friday Running Community ini tidak perlu diartikan yang macam-macam.

“Kami ini murni untuk mempererat silaturahmi agar persaudaraan kita tidak putus, kami semua adalah saudara,” ujarnya. 

Baca Juga: Turunkan Berat Badan Dengan Olahraga Lari, Euforia Olahraga Lari di Tulungagung Tinggi

Hal senada juga diungkapkan Yeyen, anggota Friday Running Community. Dia menambahkan, acara semacam ini sebagai bentuk rasa bersyukur kepada Alla SWT bahwa masih diberi kesehatan sehingga bisa berlari dan beraktivitas.

“Dan sebelum memasuki Ramadhan sebagai umat muslim alangkah baiknya saling memaafkan jika ada salah kata dan perbuatan selama ini, sehingga ketika menjalankan puasa di bulan Ramadhan bisa lancar,” katanya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #berlari #Friday Running Community #lari #tagrunners