RADAR TULUNGAGUNG - Memasuki bulan suci Ramadhan menjadi momen yang sakral dan bulan penuh ibadah untuk umat muslim.
Namun berpuasa bukan menjadi alasan tidak berolahraga saat Ramadhan tiba.
Baca Juga: Tak Hanya Mengukur Detak Jantung, Pelari Wajib Pahami Fitur Smartwatch Lari Sebelum Membeli
Di bulan penuh berkah ini aktivitas olahraga harus tetap dijalankan, tapi memang ada perbedaan dengan di luar Ramadhan.
Puasa tidak menghalangi runners untuk tetap berlari. Bahkan, saat ini fenomena yang terjadi di berbagai kota adanya Ngabuburun, yaitu menunggu waktu buka yang dimanfaatkan dengan berlari.
Baca Juga: Lebih Praktis Daripada Handphone, Seberapa Penting Smartwatch Tunjang Olahraga Lari?
Menurut Rheza Akhbar ketua ALTI Tulungagung, tantangan terbesar berlari selama bulan puasa adalah menyesuaikan waktu dan rutinitas sehari-hari.
Karena waktu tidur pola makan juga akan berubah selama bulan Ramadhan. Berpuasa sehari penuh dapat mempengaruhi kadar air dan nutrisi di dalam tubuh.
Baca Juga: Makan Bersama Usai Lari, Ini Hajat Friday Running Community dan TAGRunners Sebelum Masuk Ramadhan
Hal ini sangat perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi daya tahan tubuh karena kurang lebih 14 jam tidak ada asupan makanan maupun minuman yang masuk ke tubuh.
“Penyesuaian tubuh biasannya akan dimulai saat awal puasa badan di mana badan akan merasa lemas, bahkan pusing karena tubuh mengunakan gula untuk energi sehingga perlu dilakukan penyesuaian dalam intensitas maupun waktu untuk berlari,” jelasnya.
Rheza menambahkan, agar tetap bugar dan puasa lancar, berikut adalah tips berlari selama bulan puasa :
Pilih Waktu yang Tepat
Salah satu kunci utama dalam berlari di bulan puasa adalah pemilihan waktu yang tepat, agar tubuh tidak kelelahan dan tetap mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga.
Waktu olahraga pun berpengaruh terhadap tujuan dari pegiat. Beberapa waktu yang ideal untuk berolahraga selama puasa sebagai berikut.
Baca Juga: Turunkan Berat Badan Dengan Olahraga Lari, Euforia Olahraga Lari di Tulungagung Tinggi
Meningkatkan performa
Bisa dilakukan setelah berbuka puasa atau setelah tarawih karena tubuh sudah mendapatkan pasokan kalori saat berbuka puasa.
Pada waktu ini bisa melakukan olahraga dengan intensitas medium ke tinggi. Seperti melakukan tempo run ataupun longrun.
Baca Juga: Lari ke Puncak Gunung Wilis, Ternyata Ini Misi TAG Runners dan FRC Tulungagung
Pastikan juga memberi jeda waktu sekitar 120 menit setelah makan berat agara makanan tercerna dan menghindari side stitch.
Latihan intensitas medium ke tinggi juga bisa dilakukan sebelum sahur dengan waktu selesai melakukan aktivitas bisa ditutup dengan makan sahur.
Baca Juga: Trail Running Lagi Naik Daun, Ternyata Ini yang Berbeda Dibanding Lari pada Umumnya
Sehingga kalori untuk beraktivitas dan berpuasa sehari berikutnya bisa terpenuhi.
Hal yang perlu diperhatikan ketika berlari pada kondisi malam hari adalah ,untuk mengganti pakaian basah setelah berolahraga saat berlari malam hari.
Baca Juga: Brand Lokal Tak Mau Kalah, Ini Tiga Sepatu Trail Produksi Brand Dalam Negeri, Kualitas OK Punya
Gunakan pakaian terang agar terlihat oleh pengguna jalan lainnya. Tak ketinggalan pencahayaan misalnya headlamp atau sekedar lampu penanda .
Menjaga kebugaran
Untuk menjaga kebugaran bisa dilakukan sebelum berbuka puasa atau setelah melakukan sahur.
Baca Juga: Berikut 5 Merek Sepatu Trail Run Idaman Para Pelari, Nomor 5 dari Negeri Sakura
Karena sedang berpuasa, disarankan untuk mengurangi intensitas dan durasi olahraga.
Sehingga badan tetao dalam kondisi aman sembari menunggu berbuka. Idealnya, durasi berlari selama 30 hingga 45 menit dengan intensitas yang ringan – sedang.
Editor : Dharaka R. Perdana