Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tips Lari Malam Selama Ramadhan ala Runner Tulungagung

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 7 Maret 2025 | 23:18 WIB
foto: Dika Agmar untuk Radar Tulungagung
foto: Dika Agmar untuk Radar Tulungagung

Tren olahraga lari malam selama Ramadhan makin digandrungi masyarakat, termasuk pelaku lari di Tulungagung. Jarak 5KM bahkan hingga jarak full marathon jamak dilakukan berbagai komunitas yang tersebar.

Kegiatan ini juga dianggap yang paling bisa mengakomodir semua kalangan untuk berlari bersama. Berlari malam di bulan Ramadhan jadi sebuah opsi yang dapat di lakukan setelah sholat tarawih.

“Karena ada jeda waktu 2 jam dari waktu berbuka, sehingga makanan sudah tercerna. Tren ini marak di berbagai kota selain ngabuburun,” ucap Rheza Akbar, salah seorang pegiat lari di Bumi Ngrowo.

Baca Juga: Rahasia Binti Muzayyanah, Runner Asal Tulungagung Sabet Juara Festival Lari 10 Km

Selain mendapat benefit, berlari malam juga lebih beresiko dibanding dengan pagi atau sore hari karena jarak pandang yang terbatas dan ramainya pengguna jalan lain pada malam hari. Porsi yang cukup akan mendapatkan manfaat baik dari segi kesehatan.

Tapi, ada berbagai cara yang dilakukan untuk meminimalkan risiko saat berlari malam.

Pertama menyediakan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan. Rheza menerangkan, pada malam hari pandangan relatif terbatas karena gelap.


Maka sebaiknya gunakan pakaian berwarna cerah, gunakan lampu tambahan berupa headlamp atau penanda lain yang memantulkan cahaya. Tidak lupa juga membawa baju ganti, sehingga setelah lari baju basah karena aktifitas segra diganti.

“Selain itu hindari penggunaan headset dengan intensitas suara yang tinggi, agar tetap dapat mendengar suara dari sekitar seperti klakson dan suara kendaraan. Tidak lupa adalah membawa handphone dan uang secukupnya, untuk antisipasi ada hal yang tidak diinginkan saat berlari malam hari,” bebernya.

Lalu, melakukan persiapan diri. Sebelum memulai aktifitas, selalu lakukan pemanasan dan pendingingan. Pemanasan dilakukan agar badan siap untuk berlari dan menaikkan detak jantung secara perlahan.


Bisa dilakukan peregangan secukupnya dan diawalai dengan jalan perlahan kemudian menaikkan pace sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Setelah berlari hendaknya juga dilakukan pendinginan agar otot tidak terlalu tegang dan detak jantung tidak turun secara drastis. Agar tidak menggagu waktu tidur,” jelasnya laki-laki yang juga menjadi Ketua Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Tulungagung ini.

Baca Juga: Tak Hanya Mengukur Detak Jantung, Pelari Wajib Pahami Fitur Smartwatch Lari Sebelum Membeli

Poin yang tak kalah penting selanjutnya adalah menyiapkan rute. Sebelum memulai berlari, yang perlu dipertimbagkan adalah pemilihan dan penentuan rute.


Pilih rute dengan penerangan yang cukup memadai, hindari persimpangan di mana yang biasa terjadi kemacetan atau arus lintas yang menumpuk, dan pilh jalur dengan luas jalan yang cukup lebar.

Poin pamungkas adalah mempersiapkan nutrisi. Saat bulan Ramadhan, sebaiknya pilih watu 1,5-2 jam setelah waktu berbuka untuk memberi waktu makanan tercerna dengan baik.


Penuhi kebutuhan cairan dengan mengkonsumsi cairan isotonik atau minuman yang manis alami untuk mengganti cairan tubuh saat berbuka.

“Tidak kalah penting adalah nutrisi yang seimbang antara karbohidrat, protein dan serat sanagat mendukung pola latihan setelah seharian berpuasa,” paparnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#olahraga lari saat puasa #full marathon #tulungagung #night runner #ramadhan #lari saat puasa #night run