RADAR TULUNGAGUNG - Berolahraga bukan sekedar mengejar prestasi. Tetapi banyak alasan dan tujuan.
Seperti yang dilakukan oleh para seniman Tulungagung yang tergabung dalam kesebelasan sepak bola ORASTA (Olahragane Seniman Tulungagung) dan kesebelasan BBS Blitar.
Baca Juga: Menjajah Kompetisi Internasional: Berikut Perjalanan Talenta Sepak Bola Indonesia
Ini dibuktikan dengan digelarnya pertandingan sepak bola bertajuk Sepak Bola Tawa di Lapangan Pema Ngunut pada Rabu sore kemarin (19/3).
Dalam sepak bola tawa kemarin, digelar pertandingan segi tiga antara ORASTA, BBS dan tuan rumah kesebelasan Feto Ngunut.
Sejak pukul 15.00, masyarakat sudah mulai berdatangan. Mereka duduk berkeliling di pinggir lapangan. “Asyiklah, ini hiburan segar sambil ngabuburit,” ujar Tetuko salah seorang penonton.
Kesebelasan BBS dikapteni pelawak kondang Jo Kluthuk. Sedangkan Jo Klithik tampil sebagai penyerang di sayap kanan.
Baca Juga: Sejarah Klub Sepak Bola Arema FC hingga Dijuluki Singo Edan!
Namanya juga sepak bola tawa, penonton langsung dibuat terpingkal begitu MC pertandingan Dewo, mengumumkan bahwa pertandingan ini disaksikan 150 ribu penonton, dan seribu pawang hujan.
“Bukan hanya pawang hujan, tapi juga seribu pawang ular,” ujar Dewo.
Baca Juga: Matthew Baker Tegas Pilih Merah Putih, Masa Depan Sepak Bola Indonesia Terjamin?
Pertandingan pertama saling berhadapan antara BBS vs Feto Ngunut berakhir dengan skor 2 – 2.
Pertandingan kedua lebih menghibur. Antara kesebelasan ORASTA vs BBS.
Kedua kesebelasan ini pemainnya adalah para seniman. Ada dalang, ada pengrawit, musisi, pelawak dan MC.
Mereka tidak mengutamakan skor pertandingan. Tetapi sengaja menghibur penonton yang menyaksikan pertandingan sambil menunggu saat berbuka puasa.
Baca Juga: Erick Thohir Buka Suara Soal ke Mana Indra Sjafri Akan Berlabuh Usai Dipecat PSSI
Ada-ada saja yang dilakukan para pemain di tengah lapangan. Ada pemain yang tanpa sebab, tiba-tiba kejang-kejang.
Penonton pun berteriak-teriak agar pemain tersebut di tolong. Begitu wasit menghentikan pertandingan untuk memberikan pertolongan, tiba-tiba pemain yang tergeletak itu bangun dan berjoget.
Baca Juga: PSSI Bakal Naturalisasi Tiga Pemain Sebelum Indonesia Lawan Australia, Siapa Saja?
Usai pertandingan Jo Klithik dan Jo Kluthuk menjelaskan bahwa pertandingan kemarin adalah wujud kedekatan para seniman dengan para penggemarnya.
“Kami tidak hanya menghibur masyarakat di atas panggung. Tapi bisa juga di lapangan sepak bola,” ujar Jo Klithik.
Baca Juga: PSSI Umumkan Patrick Kluivert sebagai Pelatih Timnas, Dibantu Asisten asal Belanda dan Lokal
ORASTA sendiri dibentuk pada akhir 2020 lalu, saat pandemi Covid-19 melanda.
Ketika itu para seniman tidak pernah tanggapan. Sehingga mereka vakum dan jarang bertemu.
Baca Juga: Perseta Tulungagung Didenda Rp90 juta, Komdis PSSI Jatim Ungkap Fakta Mengejutkan Ini
Untuk menjalin silaturahmi para seniman Tulungagung, lantas membentuk wadah yang diberi nama kesebelasan ORASTA.
Setelah ORASTA terbentuk, mereka lantas melakukan pertandingan-pertandingan persahabatan secara berkeliling.
Pasca pandemi, pertandingan sepak bola tawa terus dilakukan. Seperti juga yang digelar di Pema ini. ****
Editor : Dharaka R. Perdana