Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waktu Lari Terbaik Tetap Sore Menjelang Buka Puasa, Ternyata Ini Alasannya

Andrian Sunaryo • Minggu, 23 Maret 2025 | 19:38 WIB

Antusiasme para peserta mengikuti LebaRun Friday Running Community Tulungagung.
Antusiasme para peserta mengikuti LebaRun Friday Running Community Tulungagung.

RADAR TULUNGAGUNG - Ramadhan merupakan bulan suci dan penuh berkah bagi seluruh umat muslim di dunia.

Selama Ramadhan, umat muslim khususnya di wilayah Tulungagung menjalankan ibadah puasa sekitar 14 jam dari terbit fajar hingga waktu magrib.

Baca Juga: Lari Usai Sahur Aman? Yuk, Ikuti Tips Berikut Ini Biar Tetap Bugar Saat Ramadhan

Ini tentu terjadi perubahan dalam pola makan maupun jam tidur selama sebulan. Meskipun demikian, menjaga kebugaran tubuh tetap penting agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Apalagi untuk pelari yang sedang dalam program maupun ada target untuk mengikuti event setelah hari raya.

Oleh karena itu, tetap aktif berlatih dengan intensitas yang disesuaikan agar tidak mengganggu ibadah dan tetap menjaga stamina tubuh.

Karena selama berpuasa, tubuh akan kekurangan asupan cairan. Hal yang sangat diperhatikan adalah pemilihan jarak dan durasi dan tidak ada salahnya mengurangi jarak dan durasi, sehingga kondisi tubuh bisa terjaga.

Menurut Rheza Akhbar ketua ALTI Tulungagung, salah satu waktu terbaik berlari selama puasa pada Ramadan ini  adalah sore hari menjelang berbuka puasa. 

Karena ketika selesai bertepatan dengan waktu berbuka. Sehingga cairan tubuh dan energi yang hilang bisa segera terganti. 

Baca Juga: Tak Hanya Mengukur Detak Jantung, Pelari Wajib Pahami Fitur Smartwatch Lari Sebelum Membeli

Berikut tips berlari sore hari menjelang berbuka

1. Jangan Lupa Pemanasan dan Pendinginan

Pemanasan sebelum lari dan pendinginan setelahnya penting dilakukan saat sebelum maupun sesudah berlari agar tubuh siap sebelum lari.

Apalagi saat puasa di mana tubuh harus menyesuaikan dan memulai aktifitas dengan ringan melalui pemanasan

Baca Juga: Lebih Praktis Daripada Handphone, Seberapa Penting Smartwatch Tunjang Olahraga Lari?

Pemanasan yang tepat akan memberikan sinyal ke tubuh bahwa siap atau tidak untuk beraktivitas olahraga seperti lari.

Bisa melakukannya dengan dynamic warming up agar heart rate naik secara perlahan dan tubuh akan menyesuaikan dengan keadaan.

Pendinginan juga penting untuk membantu menurunkan detak jantung secara perlahan. 

Baca Juga: Makan Bersama Usai Lari, Ini Hajat Friday Running Community dan TAGRunners Sebelum Masuk Ramadhan

2. Perhatikan Intensitas dan Durasi

Saat bulan puasa lebih baik menghindari lari dengan intensitas tinggi.

Ada baiknya  lari dengan menyesuaikan intensitas dan durasi yang lebih rendah dibandingkan hari biasanya.

Misalnya bisa mengurangi pace menjadi lebih santai dengan berpatokan pada zona 2 atau berlatih pada aerobic zone.

Baca Juga: Rahasia Binti Muzayyanah, Runner Asal Tulungagung Sabet Juara Festival Lari 10 Km

Selain itu bisa dengan mengurangi durasi. Hal ini tentu bisa semakin disesuaikan seiring dengan penyesuaian tubuh dan seringnya berlari saat berpuasa.

3. Pilih Waktu yang Tepat

Memilih waktu yang tepat untuk lari sore hari menjelang berbuka sangat penting.

Pilih waktu yang sekiranya tidak terlampau jauh dengan waktu berbuka agar nutrisi maupun cairan yang digunakan saat berlari bisa segera terganti.

Hal tersebut dilakukan agar terhindar dari dehidrasi dan tetap aman dalam menjalankan ibadah setelah waktu berbuka.  ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#olahraga #buka puasa #bugar #ramadhan #lari