Radar Tulungagung – Menilik kondisi internal, KONI Tulungagung memilih rialistis dalam penentuan target di gelaran Porprov IX Jatim tahun ini. Capaian finis di posisi 20 besar dinilai relevan dengan latar belakang induk cabor keolahragaan saat ini.
Sekretaris KONI Tulungagung, Heni Hendarto mengungkapkan, rapat pengurus beberapa waktu lalu menelurkan sejumlah keputusan. Salah satunya soal target capaian di Porprov IX Jatim 2025.
“Karena perkembangan cabang olahraga di semua kota/kabupaten di Jawa Timur itu itu begitu pesatnya. Terus ada atlet kita yang punya potensi medali itu juga pindah kabupaten/kota. Tapi kita sendiri juga masih punya potensi atlet yang ada di kabupaten kota kita sendiri,” sebutnya.
Selain itu, faktor teknis seperti halnya minimnya anggaran juga jadi salah satu alasan KONI enggan mematok target tinggi di tahun ini.
Untuk diketahui, tahun KONI Tulungagung dijatah anggaran sekitar Rp 4,5 miliar (M). Lalu, 2,5 M diantaranya dimanfaatkan untuk keperluan Porprov IX Jatim, termasuk reward alias bonus bagi atlet peraih medali.
“Untuk porprov itu anggarannya tersendiri. Jadi dari hibah KONI itu terpecah untuk hibah atau bantuan semua anggota cabor olahraga dan sekretariat,” akunya.
Itu sebabnya KONI Tulungagung menilai opsi untuk mematok target finis di posisi 20 besar lebih relevan dan realisitis untuk diterapkan di multievent terakbar tingkat Jatim tahun ini.
“Ini agak ke bawah tidak seperti (tahun, Red) kemarin 10 besar. Karena persaingan sekarang ketat. Nanti sambil melihat cabang olahraga di Tulungagung yang punya potensi medali itu apa saja kan kami belum seleksi,” sebut Heni.
Untuk memastikan finis di peringkat 20 besar di tahun ini, KONI Tulungagung harus meraih setidaknya 45 medali. Patut diingat, Dispora Tulungagung juga menginstruksikan jajaran KONI untuk menyabet paling sedikit 15 medali emas di tahun ini.
Meski tak mematok target prestisius di tahun ini, Heni meminta jajaran pengurus induk cabor dan atlet mengendurkan fokus dalam persiapan.
Sebab, gelaran Porprov merupakan kejuaraan dengan level tertinggi di tingkat provinsi. Artinya, atlet yang berlaga di kompetisi ini berpeluang tinggi utnuk tampil di kejuaraan denagn level yang lebih tinggi.
“Tetap raih prestasi tertinggi. Semaksimal mungkin di mana berada, di situ prestasi tertingginya. Demi nama Tulungagung,” ucapnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra