Radar Tulungagung - Masyarakat masih harus sabar menanti wakil Bumi Ngrowo naik kasta di kompetisi sepak bola nasional. Alasannya, pemkab masih butuh waktu untuk menyiapkan tim berikut fasilitasnya siap berlaga di Liga 3.
Wakil Bupati Tulugagung, Ahmad Baharudin mengungkapkan, PSSI pusat membuat kebijakan untuk menambah divisi.
Sebelumnya, hanya ada tiga divisi dalam kompetisi utama di Indonesia. Rinciannya, Liga 1 dan 2 yang dinaungi langsung oleh PSSI pusat dan Liga 3 yang dinaungi oleh PSSI di tingkat provinsi.
"Bukan degradasi, (tapi, Red) penambahan kelas.
Untuk diketahui, klub yang berlaga di kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 wajib melakukan sistem pendanaan secara mandiri. Berbeda dengan klub Liga 4 yang diizinkan menggunakan dana yang bersumber dari APBD.
Total ada empat klub yang mewakili Tulungagung di kompetisi Liga 4 Jatim. Meski begitu, Baharudin mengaku bahwa pemkab maupun asosiasi belum mematok target promosi ke Liga 3 tahun ini.
Alasannya, ada berbagai faktor, termasuk kendala finansial, yang mengganjal rencana promosi ke Liga 3. Faktor minimnya sarana-prasara (sarpras) juga jadi salah satu hal yang jadi catatan khusus.
"Kalau kita akan menaikkan kelas, itu fasilitas harus kita lengkapi dulu. Sesuai dengan standar. Sedangkan untuk Tulungagung fasilitas lapangannya belum standar. Kemarin kita ajukan tuan rumah aja selalu ditolak karena belum memenuhi standar," kata laki-laki yang juga menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Tulungagung ini.
Kendati demikian, dia mengeklaim bahwa sepak bola tetap akan jadi perhatian Pemkab. Itu karena salah satu cabang olahraga (cabor) prestasi ini selalu menyedot perhatian masyarakat di berbagai lapisan.
"Karena itu suatu olahraga yang digemari seluruh masyarakat. Walaupun kita belum punya prestasi, tapi sepak bola tetap kita prioritaskan keberadaannya," sebutnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra