Radar Tulungagung, Meskipun langkah timnas U17 terhenti di babak perempat final setelah kalah 0 6 dari Korea Utara, perjalanan Garuda Muda di ajang ini tetap layak mendapat apresiasi besar.
Mengandalkan mayoritas pemain lokal, skuad asuhan pelatih Nova Arianto tampil mengejutkan dengan menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dan memastikan tiket ke Piala Dunia U17 2025 di Qatar.
Buat Sejarah Meski Tanpa Banyak Diaspora
Timnas U 17 tampil percaya diri dengan mayoritas besar pemain hasil binaan klub-klub dalam negeri.
Diketahui dari 30 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan, hanya satu-dua nama yang berasal dari luar negeri, seperti Mathew Ryan Baker dari Melbourne City.
Timnas Indonesia U17 bahkan membuat sejarah dengan lolos piala dunia jalur kualifikasi.
Bukti Nyata Perkembangan Pembinaan Usia Dini
Keberhasilan tim ini menunjukkan bahwa program pembinaan usia dini di tanah air mulai membaik.
Klub-klub Liga 1 mulai serius membentuk akademi yang berstandar tinggi, dan federasi pun terus mendorong kompetisi usia muda seperti Elite Pro Academy, EPA, untuk menjadi ladang pencarian bakat.
Pelatih Nova Arianto yang juga aktif memantau talenta dari sekolah sepak bola, SSB, PPLP, hingga akademi klub, memberikan ruang bagi pemain lokal untuk berkembang dan bersinar di panggung internasional.
Masa Depan Cerah Sepak Bola Indonesia
Meski tersingkir di perempat final, Timnas U17 telah mengukir sejarah dan memberikan harapan baru. Lolos ke Piala Dunia U17 adalah bukti bahwa sepak bola Indonesia berada di jalur yang benar.
Garuda Muda telah membuktikan bahwa kualitas pemain lokal terus berkembang.
Mereka bukan hanya pelengkap di ajang internasional. Garuda Muda mulai menatap tim-tim kuat Asia sebagai rival. Tim ini menjadi simbol kebangkitan sepak bola Indonesia dari akar rumput.
Kedepannya, tantangan tentu akan lebih berat. Namun fondasi yang telah dibangun dari tim U-17 ini menjadi bukti bahwa talenta lokal, bila dibina dengan benar, bisa bersaing di level Asia dan bahkan dunia.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz