Radar Tulungagung – Adanya perubahan pengelolaan tim Liga 3 dan Liga 4 membuat Pemkab Tulungagung harus memberi perhatian lebih pada wakilnya. Utamanya dalam upaya pendaan empat klub yang berlaga di Liga 4 Jatim.
Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengungkapkan, klub yang berlaga di kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 wajib melakukan sistem pendanaan secara mandiri tanpa bantuan APBD.
Lalu, klub yang berlaga di Liga 4 diizinkan untuk menyerap anggaran pemerintah daerah atau APBD. Total ada empat klub yang mewakili Tulungagung di kompetisi Liga 4 Jatim.
“Ada perubahan. Liga 3 itu pengelolaannya sudah di PSSI (pusat, Red). Jadi dia memakai mandiri anggarannya. Yang bisa dianggarkan APBD itu Liga 4,” sebutnya.
Untuk diketahui, Pemkab Tulungagung juga sedang dalam pembahasan efisiensi anggaran, sesuai instruksi pemerintah pusat.
Sehingga, dipastikan banyak dilakukan pemangkasan anggaran pada pos-pos penganggaran yang tidak menyentuh langsung pada pelayanan masyarakat.
Itu sebabnya, lanjut Baharudin, pemkab melalui dinas terkait dan PSSI akan coba mengupayakan cara lain dalam pembiayaan.
Salah satu opsi yang ditimbang adalah dengan merangkul pihak swasta sebagai rekanan.
“Nanti kita coba dengan pihak swasta, pengusaha,” terangnya.
Laki-laki yang juga menjabat sebagai ketua Askab PSSI Tulungagung ini menambahkan, asosiasi berencana menggelar berbagai kompetisi di sejumlah kelompok usia.
Nah, dalam hal ini pihak swasta akan banyak dilibatkan untuk menyokong seluruh tahapan pelaksanaan. Jika menunjukkan sinyal positif, bukan tidak mungkin pihak sasta akan digandeng untuk bekerja sama dengan klub-klub Liga 4.
“Kita mengadakan kompetisi. Tapi, kita mencari sponsor. Kita ajak untuk memperhatikan olahraga sepak bola. Karena olah raga ini kan untuk membentuk jiwa yang kuat, profesional, sportif,” ujarnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra