Tulungagung - Kompetisi sepak bola antarkampung (tarkam) di Stadion Rejoagung di pekan lalu berakhir ricuh. Menanggapi hal ini, Askab PSSI Tulungagung meminta jajaran kepolisian menambah pengamanan di lapangan saat laga final pada Minggu (18/5) besok.
Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengaku, dua kelompok suporter dari dua tim yang berlaga di semifinal di pekan lalu terlibat kericuhan. Dia menilai, kejadian ini cukup disayangkan, meski kompetisi yang dimaksud tidak dinaungi asosiasi secara langsung.
"Kegiatan yang di Rejoagung saat ini bukan kegiatan Askab. Itu kegiatan Desa Rejoagung, ulang tahunnya Desa Rejoagung. Jadi, Askabhanya mengeluarkan izin untuk kompetisi," ucap laki-laki yang juga menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Tulungagung.
Sebagai tindak lanjut, asosiasi memanggil panitia kompetisi dan manajer tim yang terlibat kericuhan. Usai dilakukan pembinaan di internal asosiasi, merekayang terlibat dalam kejadian ini dihadapkan dengan pihak kepolisian.
"Kemarin kan di kepolisian. Saya ndak tahu yang di kepolisian, saya ndak mengikuti. Karena (faktor) keamanan juga, dia (kepolisian) juga memberikan pembinaan, tetapi saya tidak mengikuti," sebutnya.
Dia menambahkan, salah satu tim peserta didiskualifikasi lantaran diduga ikut terlibat dalam kericuhan yang terjadi di pekan lalu. Sehingga, saat ini hanya sisa tiga tim, dmana dua di antaranya akan bersua di partai puncak pada Minggu besok.
Guna mengantisipasi kejadian serupa tak kembali terulang di laga final, askab menyarankan pihak kepolisian menambah personil pengamanan di lapangan. Lalu, pihak panitia juga diminta untuk meningkatkan langkah-langkah preventif guna memastikan seluruh rangkaian kompetisi berlangsung kondusif.
"Tapi,itu tergantung ke panitia. Saya hanya memberikan saran-imbauan agar supaya tenaga keamanaan ditambah," lanjutnya.
Untuk diketahui, dalam peraruran PSSI, polisiatau aparat penegak hukum dilarang berada di dalam lapangan saat berlangsungnya pertandingan yang dinaungi PSSI.
Menurut Baharudin, poin itu bisa dikesampingkan karena kompetisi tarkam se-Kabupaten Tulungagung yang berlangsung saat ini tidak dinaungi secara langsung oleh Askab.
"Kegiatan ini kan bukan kegiatan PSSI. Ini kan hari ulang tahun desa. Jadi itu bukan kegiatan PSSI," sebutnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra