Tulungagung – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Timur (Jatim) ke-56 di Tulungagung berlangsung meriah. Ratusan atlet dari 38 kota/kabupaten se-Jatim ambil bagian pada event yang digelar oleh Pengkab Percasi Tulungagung ini.
Ketua Percasi Tulungagung, Rijal A’bdulloh mengungkapkan, tahun ini pihaknya ditunjuk sebagai tuan rumah Kejurprov Jatim. Persiapan di internal induk cabor digelar sejak awal tahun lalu.
“(Total sebanyak, Red) 750 perserta dari 16 kategori di kelompok usia masing-masing. Dan diselenggarakan selama empat hari. Tanggal 21 sampai 24 Mei,” jelasnya.
Baca Juga: Pencari Ikan di Waduk Wonorejo Tulungagung Miliki Peran dalam Informasi Penemuan Korban Hanyut Terseret Arus Sungai, Simak Sosoknya
Para peserta berasal dari 38 kota/kabupaten se-Jatim. Adapun katergori dibagi berdasarkan kelompok usia masing-masing.
“Ada senior putra-putri. Terus kelompok usia 18-19 itu di yunior putra A, putri A sampai ke bawah turunannya. Terbawah itu usia 7-8 tahun itu di yunior G,” sebut politikus PAN ini.
Sebagai tuan rumah, lanjut Rijal, Percasi Tulungagung pantang tidak memberi pelayanan dan perlawanan terbaik bagi lawan sekaligus tamunya.
Itu sebabnya jumlah atlet Percasi Tulungagung yang bertanding di event ini jadi yang terbanyak dari peserta lain.
“Kita mengirimkan jumlah terbanyak, 80 atlet. Itu alhamdulillah kita rekor terbanyak. Semoga ekuivalen dengan perolehan medali,” kata Rijal.
Ketua Percasi Kota Blitar, Syamsul Bahri mengaku, total ada sebanyak 24 atlet putra-putri yang dia bawa ke kejuaraan ini. Dia menilai bahwa event ini bakal jadi ajang yang pas bagi anak asuhnya untuk menimba banyak ilmu.
Baca Juga: Waduk Wonorejo Tulungagung jadi Lokasi Penemuan Korban Hanyut Terseret Arus Sungai, Miliki Fasilitas untuk Wisata dan Bentangan Alam Menawan
Hal ini tak lepas dari berbagai sarana-prasarana yang disediakan oleh tuan rumah.
“Saya meliahat ini sangat luar biasa dari segi pelaksanaannya, sarana-prasarananya, tempatnya, kemudian fasilitasnya,” ucapnya.
Laki-laki yang juga menjabat sebagai wakil ketua III Percasi Jatim ini mengaku bahwa capaian ini perlu diapresiasi.
“Menurut saya pelaksanaannya luar biasa. Jadi saya mengapresiasi. Mudah-mudahan kabupaten/kota lain bisa meniru sukses seperti di Tulungagung ini,” kata Syamsul.
Sementara itu, Wakil Ketua I Percasi Jatim Yusuf Santriyono mengaku bahwa Tulungagung punya keunikan yang tidak dimiliki oleh daerah lain.
Itu jadi daya tarik tersendiri bagi pelaku catur se-Jatim untuk datang, bertanding, dan menikmati pengalaman selama berlaga di Tulungagung.
“Karena kalau daerah di luar Jatim itu biasanya pelayanannya begitu bagus. Tapi, kalau di Tulungagung ini setingkat Kejurprov saja ngalahi Kejurnas. Jadi, sangat layak.” tandasnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra