Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Preview Final Liga Champions Inter Milan versus PSG, Simak Perjalanan Dua Tim Tersebut hingga ke Partai Puncak dan Peluang Pertandingan

Galang Akbar Wibisono • Kamis, 29 Mei 2025 | 05:00 WIB

 

 

foto: UEFA Champions League
foto: UEFA Champions League

TULUNGAGUNG - UEFA Champions League atau Liga Champions sudah memasuki babak final. Kali ini Inter Milan akan menghadapi PSG.     

Babak final Liga Champions tahun 2025 ini mempertemukan  Inter Milan   klub yang awalnya diragukan untuk melangkah lebih jauh.

Klub pertama yang memastikan tempat di babak final adalah raksasa Italia, Inter Milan.

Inter Milan berhasil lolos ke babak final secara dramatis usai menyingkirkan salah satu favorit juara dari Spanyol, Barcelona dengan skor agregat 7 - 6.

Lalu klub yang akan menjadi penantang Inter Milan di babak final adalah raksasa Prancis, PSG.

PSG berhasil lolos ke babak final dengan mudah usai menyingkirkan klub kejutan dari Inggris, Arsenal dengan skor agregat 3 - 1.

Laga final antara Inter Milan versus PSG merupakan laga yang tak terduga dikarenakan kedua klub sangat jauh dari prediksi juara Liga Champions 2025.

Posisi kedua klub tersebut masih dibawah klub calon juara lainnya, seperti : Liverpool, Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona.

Selain itu, dari awal fase liga pun performa kedua klub finalis Liga Champions tersebut tidak begitu menonjol, atau bahkan tidak konsisten.

Inter Milan finish di peringkat 4 pada fase awal liga, sedangkan PSG harus bermain lagi di fase play-off dikarenakan finis di peringkat 15 pada fase awal liga.

Setelah bermain pada fase liga, kedua klub finalis Liga Champions melanjutkan perjalanannya pada fase gugur. Pada fase gugur ini kedua klub mempunyai hambatannya masing - masing.

Inter Milan mengawali fase gugur 16 besar dengan mengalahkan kuda hitam asal Belanda, Feyenoord cukup mudah dengan skor agregat 4 - 1. Lalu di 8 besar Inter Milan mengalahkan raksasa Jerman, Bayern Munchen dengan skor agregat 4 - 3.

Di babak semifinal, Inter Milan baru menemui hambatan yang cukup merepotkan. Sempat tertinggal 2 - 3 saat pertandingan leg 2 dari Barcelona, Inter Milan sukses melakukan comeback yang dramatis hingga skor menjadi 4 - 3 dan skor agregat menjadi 7 - 6.

Di lain sisi, PSG mengawali fase gugur 16 besar dengan langsung menantang salah satu favorit juara, Liverpool. Sempat kalah 0 - 1 saat leg 1, PSG sukses lolos ke 8 besar usai membalas 0 - 1 di leg 2 dan memenangi babak adu penalti dengan skor telak 1 - 4.

Lalu di 8 besar PSG menantang tim kuda hitam dari Inggris lagi, Aston Villa. Saat leg 1 PSG menang mudah atas Aston Villa dengan skor 3 - 1.

Namun pada leg 2 secara mengejutkan Aston Villa sukses mengalahkan PSG dengan skor 3 - 2. Walaupun kalah di leg 2, PSG masih berhak lolos ke semifinal karena menang skor agregat 6 - 5.

Di babak semifinal, lagi - lagi PSG menantang tim Inggris lainnya, Arsenal yang sedang diatas angin setelah mengalahkan Real Madrid.

Namun kepercayaan diri Arsenal yang tinggi masih kurang cukup untuk melawan PSG, karena PSG dengan mudah mengalahkan Arsenal dengan agregat 3 - 1.

Yang cukup menarik di laga final kali ini adalah pertarungan 2 taktik sepakbola yang sangat berlawanan.

Inter Milan yang sangat menyukai taktik bertahan pragmatis ala sepakbola Italia akan menantang PSG yang menyukai taktik yang berlawanan, yaitu taktik penguasaan bola dan tiki-taka ala pelatih PSG saat ini, Luis Enrique. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#inter milan #final liga champions #psg