TULUNGAGUNG - Digital Payment Bhayangkara Tulungagung Running Festival digelar pada Minggu (15/6/2025) pagi. Melihat antusiasme ribuan peserta di event ini, Bupati Tulungagung mendorong agar agenda ini bisa digelar secara rutin setiap tahun.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo mengapresiasi event ini. Sebab, ada berbagai dampak positif yang diberikan Digital Payment Bhayangkara Tulungagung Running Festival ke Tulungagung.
“Event ini sangat bagus sekali karena apa yang disampaikan Pak Kapolres itu benar. Kami selaku pimpinan kepala daerah Tulungagung sangat mendukung kegiatan ini,” tegasnya.
Baca Juga: 6 Jajanan Sore hingga Malam Terlaris dan Hits di Pinka Tulungagung, Wajib Dicoba Sebelum Kehabisan!
Menurut dia, kegiatan ini juga ikut mendongkrak ekonomi masyarakat. Salah satu indikatornya adalah peningkatan tingkat okupansi hotel di Tulungagung.
“Dan kenyataannya hotel-hotel penuh dan pesertanya juga luar biasa. Ini berkat kerjasama antara pemkab dengan Polres Tulungagung, kami sangat mendukung penuh,” katanya.
Itu sebabnya, dia juga mendorong agar event ini dijadikan agenda rutin tahunan demi menggenjot berbagai sektor ekonomi yang ada di Tulungagung.
“Ya, Insya Allah (dijadikan event tahunan),” terangnya.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi menerangkan, kegiatan ini terselenggaran berkat kolaborasi apik antarlembaga.
Mulai dari Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Polres Tulungagung, Kodim 0807/Tulungagung, dan sejumlah pihak terkait.
Baca Juga: Hari Ayah Internasional: Sejarah, Makna, dan Cara Merayakan di Berbagai Negara, Berikut Ide Sederhana Biar Happy Bersama Keluarga
Dia juga berharap agar event ini jadi salah satu event tahunan yang bisa digelar secara rutin di Tulungagung.
“Harapannya ini menjadi rvent tahunan yang tidak hanya memberi manfaat secara olahraga, tetapi yang jauh lebih besar adalah memberi manfaat secara ekonomi bagi kemajuan Tulungagung,” tegasnya.
Polisi berpangkat dua melati di pundak ini menambahkan, event ini menyedot lebih dari 1.000 orang peserta. Dari jumlah itu, sekitar 400 orang di antaranya berasal dari luar wilayah Tulungagung.
Menilik tingginya potensi event ini untuk memikat pengunjung dari luar daerah, Taat mengungkapkan bahwa hal ini merupakan sinyal positif dalam upaya meningkatkan ekonomi daerah dari pelaksanaan sport tourism.
“Harapannya adalah memberikan multiplier effect karena kalau pesertanya dari (luar) Tulungagung, berarti kan minimal beli (tiket) hotel, minimal makan, minimal beli oleh-oleh, minimal memberi sewa kendaraan, dan lain sebagainya,” bebernya.
“Inilah yang akan memberikan multiplier effect kepada masyarakat Tulungagung titik sehingga harapannya ini bisa menjadi event rutin tahunan,,” imbuhnya.
Kondisi elevasi trek perkotaan yang ada di Tulungagung disebut mendukung event lari half adan full marathon. Hal ini yang harus dimaksimalkan untuk menarik lebih banyak minat peserta di lain waktu.
Baca Juga: Motor dan Mobil Klasik yang Tetap Hits: Nostalgia Lintas Generasi yang Tak Pernah Mati Gaya
“Menurut saya sebagai orang penghobi lari cukup baik. Nyaris datar nyaris tidak ada tanjakan. Nah ini sebenarnya potensi untuk bisa dikembangkan untuk menjadi event bukan hanya event regional, tapi harapannya juga sebenarnya Tulungagung berani menyelenggarakan event secara nasional,” paparnya.
Berbeda dari event lari di kota-kota lain dengan elevasi trek mencapai 100 hingga 200 meter, elevasi trek lari Digital Payment Bhayangkara Tulungagung Running Festival hanya mencaai sekitar 12 meter.
Baca Juga: Berikut Jadwal Sholat Lima Waktu di Tulungagung sangat Penting bagi Umat Muslim
Taat mengungkapkan, hal ini bisa jadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi lari jika event ini dijadikan agenda tahunan dengan skala nasional.
“Saya tadi dari sini sampai dengan Campurdarat, balik lagi ke sini itu nyaris tidak ada tanjakan. Elevasinya total hanya 12 meter. Itu sangat bagus,” ujar Taat. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra