TULUNGAGUNG – Cabor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Tulungagung menyumbang tiga medali di ajang Porprov IX Jatim 2025. Capaian itu meleset dari target yang dipatok induk cabor untuk menyabet dua medali perak.
Ketua IMI Kabupaten Tulungagung, Santoso mengungkapkan, anak asuhnya menyabet satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
“Kita yang dapat emas di (nomor) modifikasi beregu, sama peraknya standar beregu, tambah satu medali perunggu dari grass track nomor standar beregu,” jelasnya.
Baca Juga: Anggota DPR RI Komisi IX Heru Tjahjono Edukasikan Pentingnya Memilih Bahan Pangan yang Aman untuk Masyarakat
Cabor balap motor di ajang Porprov IX Jatim tahun ini digelar di wilayah Kabupaten Malang. Tepatnya, pada 14 hingga 20 Juni lalu.
Santoso menambahkan, dua medali emas diproyeksikan pada dua nomor cabor. Yaitu, modifikasi beregu dan modifikasi perseorangan.
Nomor modifikasi beregu mentas dengan hasil sesuai target yang dipatok induk cabor. Yaitu, raihan medali emas.
Sedangkan, IMI Kabupaten Tulungagung harus merelakan medali emas dari nomi modifikasi perseorangan lantaran atlet terjatuh saat ngebut di lintasan balap.
Baca Juga: Pidato di Rusia, Presiden Prabowo dapat 8 Kali Applause dari Putin dan Hadirin
Hal ini membuat atlet Tulungagung di nomor modifikasi perseorangan tak bisa melanjutkan perlombaa, meski sebelumnya sempat memimpin balapan.
“Sebenarnya target kita kemarin cuma dua emas. Yang modifikasi beregu ndak meleset. Yang meleset itu yang modifikasi perseorangan itu terjatuh,” ujar mantan Kepala DLH Kabupaten Tulungagung ini.
Secara umum mengapresiasi capaian prestasi yang ditorehkan oleh anak asuhnya di multievent terakbar tingkat provinsi tahun ini.
Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa ada banyak hal yang perlu dievaluasi ke depan. Utamanya soal berbagai kendala teknis maupun nonteknis.
“Untuk olahraga otomotif ini cuma dikasih anggaran Rp 11 juta. Untuk nyewa (dan) untuk beli ban saja habis itu. Padahal kendaraannya harus baru. Akhirnya kita nyewa kendaraan satu unitnya Rp 3,5 juta. Itu pun masih memperbaiki,” sebutnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra