Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

LAFC Kalah Tipis dari Vancouver Whitecaps pada Laga MLS Zona Wilayah Barat

Betty Khasandra Pujayanti • Selasa, 1 Juli 2025 | 02:45 WIB

Los Angeles Football Club (LAFC) menerima kenyataan pahit setelah kalah 0-1 dari Vancouver Whitecaps FC.
Los Angeles Football Club (LAFC) menerima kenyataan pahit setelah kalah 0-1 dari Vancouver Whitecaps FC.

AMERIKA SERIKAT - Los Angeles Football Club (LAFC) harus menerima kenyataan pahit setelah takluk 0-1 dari Vancouver Whitecaps FC dalam Major League Soccer (MLS) zona Wilayah Barat.

Bermain di BMO Stadium, Los Angeles, Minggu (30/6/2025) waktu Indonesia, LAFC gagal memanfaatkan status tuan rumah dan harus merelakan tiga poin jatuh ke tangan tim tamu asal Kanada.

Gol semata wayang LAFC pada pertandingan ini dicetak oleh pemain Vancouver Whitecaps, Emmanuel Sabbi pada menit ke-20 babak pertama.

Sabbi sukses mengonversi peluang menjadi gol yang tak mampu dibendung kiper tuan rumah, memanfaatkan celah di lini pertahanan LAFC.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Whitecaps hingga laga berakhir.

Sejak peluit awal dibunyikan, LAFC sejatinya tampil lebih dominan. Dengan dukungan penuh dari suporter yang memadati stadion, tim asuhan Steve Cherundolo mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Namun, rapatnya lini belakang Whitecaps dan penampilan gemilang kiper Yohei Takaoka membuat LAFC kesulitan mencetak gol balasan.

Beberapa peluang emas sempat hadir melalui kaki Denis Bouanga, Carlos Vela hingga Ryan Hollingshead.

Salah satu peluang terbaik datang di babak kedua ketika tembakan keras Hollingshead hanya membentur mistar gawang.

Selain itu, beberapa upaya dari pemain muda David Martinez dan Nathan Ordaz juga belum berhasil membobol gawang Whitecaps.

Laga ini juga menjadi penampilan terakhir Olivier Giroud bersama LAFC. Penyerang asal Prancis itu tampil sejak menit awal, tetapi gagal mencatatkan gol.

Giroud akhirnya ditarik keluar di babak kedua dan mendapat apresiasi dari para suporter atas kontribusinya selama berseragam LAFC.

Di sisi lain, Whitecaps tampil efektif dengan mengandalkan serangan balik cepat.

Strategi tersebut berjalan mulus berkat kedisiplinan lini pertahanan dan kecermatan memanfaatkan peluang.

Selain mencetak gol, Whitecaps juga tampil solid di lini belakang, membuat LAFC frustrasi hingga laga usai.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi LAFC yang selama ini dikenal kuat saat bermain di kandang sendiri.

Tambahan tiga poin membawa Whitecaps naik ke peringkat dua klasemen zona Wilayah Barat dengan 38 poin, hanya terpaut satu angka dari pemuncak klasemen, San Diego FC.

Sementara itu, LAFC tertahan di papan tengah klasemen dengan koleksi 26 poin.

Hasil ini semakin memperketat persaingan di zona playoff Wilayah Barat, di mana selisih poin antar tim masih sangat tipis.

Bagi Vancouver Whitecaps, kemenangan ini semakin mempertegas status mereka sebagai salah satu tim yang konsisten dan patut diwaspadai di MLS musim ini.

Sementara bagi LAFC, kekalahan ini menjadi evaluasi penting, terutama dalam hal penyelesaian akhir yang masih menjadi masalah utama.

Duel sengit di BMO Stadium ini kembali menjadi bukti bahwa di MLS, penguasaan bola dan dominasi permainan tidak selalu menjamin kemenangan.

Ketajaman memanfaatkan peluang serta kedisiplinan bertahan menjadi kunci utama, seperti yang sukses ditampilkan oleh Whitecaps dalam pertandingan ini. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Major League Soccer MLS #Vancouver Whitecaps #LAFC #los angeles football club