Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Brandon Scheunemann, Bek Masa Depan Indonesia yang Bersinar dari Malang

Argo Yanuar Pamudyo • Kamis, 17 Juli 2025 | 00:00 WIB

Brandon Scheunemann, Darah Jerman-Malang yang Siap Perkuat Timnas U-23
Brandon Scheunemann, Darah Jerman-Malang yang Siap Perkuat Timnas U-23

Malang – Nama Brandon Marsel Scheunemann semakin sering disebut dalam percakapan para pencinta sepak bola nasional.

Bek muda Arema FC ini baru berusia 19 tahun, namun kiprahnya di lapangan hijau sudah menunjukkan bahwa ia punya potensi besar untuk menjadi tulang punggung timnas Indonesia di masa depan.

Brandon bukan sekadar pemain muda biasa. Ia membawa nama besar dari keluarganya putra dari pelatih kawakan Timo Scheunemann dan mengusung warisan disiplin serta semangat pantang menyerah khas pemain profesional.

Lahir di Malang dan tumbuh besar di tengah kultur sepak bola Jawa Timur, Brandon tidak hanya dikenal karena darah Jerman yang mengalir di tubuhnya, tetapi juga karena fasih berbahasa Jawa dan membumi dengan lingkungan sekitarnya.

Perjalanan sepak bola Brandon dimulai dari level akar rumput. Ia sempat menimba ilmu di SSB Putra Gemilang dan kemudian bergabung dalam program pelatihan Ricky Nelson Academy.

Setelah itu, karier juniornya berkembang pesat di PSIS Semarang U-20 dan Persis Solo U-20, sebelum akhirnya mencicipi debut profesional bersama PSIS Semarang di Liga 1.

Debut Liga 1-nya terjadi pada 21 Januari 2023, di usia yang masih sangat muda. Saat itu, Brandon tampil sebagai starter melawan Arema FC klub yang kini dibelanya.

Penampilan debutnya terbilang solid dan membantu PSIS menjaga clean sheet, membuktikan bahwa ia tak gentar menghadapi persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Awal 2025, Brandon resmi direkrut Arema FC dengan kontrak dua tahun. Pelatih Ze Gomes menyatakan bahwa perekrutan ini merupakan bagian dari pembangunan jangka panjang tim Singo Edan.

Meski belum banyak mendapat menit bermain, Brandon tetap menunjukkan sikap profesional dan fokus tinggi dalam latihan.

Salah satu bukti kepercayaan pada Brandon datang dari pemanggilannya ke Timnas Indonesia U-23 untuk turnamen ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025.

Pelatih kepala Gerald Vanenburg mengungkapkan bahwa meski minim menit bermain di level klub, Brandon memiliki atribut yang dibutuhkan tim nasional baik dari segi fisik, visi bermain, maupun kedisiplinan taktik.

Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa sistem scouting dan pemantauan pemain di timnas kini lebih mendalam, tidak hanya melihat statistik, tetapi juga potensi jangka panjang dan kesiapan mental.

Sebagai bek tengah yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan, Brandon menawarkan fleksibilitas posisi yang langka di usianya.

Tinggi badannya yang menjulang dan kemampuannya dalam duel udara menjadi nilai tambah.

Ia juga dikenal tenang dalam membaca permainan dan cerdas dalam mengambil posisi—kemampuan penting untuk seorang pemain bertahan modern.

Brandon Scheunemann adalah representasi ideal dari pemain muda Indonesia masa kini: berakar pada tradisi lokal, berpikiran global, dan disiplin dalam proses.

Meski perjalanannya masih panjang, sinyal-sinyal awal menunjukkan bahwa ia punya masa depan cerah di dunia sepak bola nasional dan bahkan internasional.

Kini yang dibutuhkan adalah kesempatan bermain lebih banyak di level klub serta bimbingan yang konsisten.

Jika semua itu selaras, bukan tidak mungkin dalam 3–5 tahun ke depan, Brandon akan menjadi salah satu bek terbaik Indonesia—bukan hanya di level U-23, tetapi di tim senior Merah Putih.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#indonesia #timnas