Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fasilitas Latihan Panahan di Tulungagung jadi Salah Satu Poin dalam Evaluasi Pascagelaran Porprov IX Jatim 2025

Aditya Yuda Setya Putra • Minggu, 20 Juli 2025 | 20:00 WIB

 

Atlet panahan Tulungagung berlatih di bawah arahan tim pelatih beberapa waktu lalu.
Atlet panahan Tulungagung berlatih di bawah arahan tim pelatih beberapa waktu lalu.

TULUNGAGUNG – Kelengkapan fasilitas latihan panahan di Tulungagung jadi salah satu poin dalam evaluasi pascagelaran Porprov IX Jatim 2025.

Meski begitu, Pemkab Tulungagung mengaku bahwa pemenuhan sarpras keolahragaan belum bisa direalisasi dalam waktu dekat, meski pengajuan ke tingkat pusat sudah dilakukan.

Ketua Perpani Tulungagung, Budi Purnomo mengungkapkan, cabor panahan belum memiliki sarana latihan kolektif. Adapun fasilitas panahan yang digunakan saat ini merupakan hasil sewa.

“Terus terang, memang Perpani sendiri belum mempunyai lapangan permanen untuk latihan. Kalau di klub-klub kan sudah ada lapangan masing-masing,” ungkapnya, Jumat (18/7/2025). 

Kondisi ini cukup mengganjal program pembinaan di internal induk cabor. Menurut Budi, banyak program khusus yang diberikan ke atlet jelang kejuaraan.

Nah, program ini butuh kesediaan fasilitas penunjang yang representatif. Akibat keterbatasan ini, program latihan tidak bisa diterapkan secara optimal.

“Apalagi tahun depan sudah bergaung popda. Biasanya akhir tahun itu sudah ada seleksi. Kemudian untuk seleksi atau TC, kalau kita belum punya lapangan sendiri, berarti kita menyewa,” tandasnya.

Induk cabor berencana mengajukan penyediaan lapangan untuk latihan panahan ke Pemkab Tulungagung. Lokasi yang dipilih adalah lahan eks pasar hewan di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu.

“Kemarin sudah dicek bersama teman-teman. Panjangnya memenuhi syarat. Kita tidak perlu tempat yang lebar, tetapi cukup 20 sampai 25 meter lebarnya. Kalau panjangnya, saya lihat sudah memenuhi syarat, sekitar 90 sampai 100 meter. Mudah-mudahan dinas terkait mengizinkan untuk tempat latihan Perpani kita,” ucap Budi.

Terpisah, Kepala Dispora Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, mengatakan bahwa pemkab sudah menerima permohonan penggunaan aset dari induk cabor.

Tapi, masih ada berbagai tahapan yang harus dilalui sebelum pemkab memberi keputusan terkait pengajuan yang dilayangkan oleh induk cabor.

Baca Juga: Atlet Asal Tulungagung, Muhammad Taufiq Hidayat, Borong Dua Medali Emas Porprov IX Jatim 2025, Ceritakan Masa Kecil

“Pastinya kalau secara kedinasan, saya akan setuju. Tapi ada tahapan yang harus kita lalui terkait perizinan nanti. Saya akan aturkan ke yang membidangi,” kata laki-laki yang karib disapa Mamat ini.

Dia menambahkan, selain panahan, persoalan minimnya sarana latihan juga dialami oleh banyak cabor lain di Tulungagung. Mulai dari cabor balap motor, berkuda, lompat indah, dan berbagai cabor lain.

Itu sebabnya, dia menilai perlu upaya untuk merealisasi sarana latihan cabor secara bertahap. Tapi, pemkab juga harus menilik kemampuan fiskal. Sebab, ada berbagai program di banyak sektor lain yang juga perlu kucuran dana tak sedikit.

“Nanti kita upayakan untuk sarana prasarananya. Iya, (sambil melihat kemampuan) finansial,” sebutnya.

Salah satu yang coba diupayakan adalah melayangkan pengajuan bantuan ke pemerintah provinsi (pemprov). Tapi, Mamat belum dapat memastikan soal kesediaan pemprov untuk merealisasi bantuan yang diajukan oleh pemkab.

“Kemarin saya juga sudah ke provinsi sama ke Bappenas terkait itu. Kita sudah beberapa kali mengajukan. Kalau tahun berkenaan mungkin belum bisa (direalisasi) lah,” ujarnya. (dit/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #panahan #dispora