INGGRIS - Setelah lebih dari satu dekade membela Tottenham Hotspur, Son Heung‑min akhirnya mengumumkan keputusan besar dalam kariernya.
Son Heung‑min, penyerang asal Korea Selatan itu resmi meninggalkan klub London Utara dan akan melanjutkan perjalanan barunya bersama Los Angeles FC di Major League Soccer (MLS).
Kabar kepindahan Son Heung‑min ini dikonfirmasi usai Tottenham dan LAFC mencapai kesepakatan transfer dengan nilai diperkirakan mencapai 20 hingga 26 juta dolar AS.
Jika angka tertinggi itu terealisasi, Son Heung‑min akan memecahkan rekor sebagai transfer termahal sepanjang sejarah MLS, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Emmanuel Latte Lath.
Pengumuman perpisahan Son Heung‑min berlangsung penuh emosional. Dalam konferensi pers di Seoul, ia menyebut keputusan meninggalkan Spurs sebagai salah satu yang paling sulit dalam hidupnya.
“Saya datang ke London sebagai anak muda, dan kini pergi sebagai pria dewasa. Tottenham akan selalu menjadi bagian penting dari hidup saya,” ungkap Son dengan mata berkaca‑kaca.
Baca Juga: Manchester United Serius Incar Benjamin Sesko, RB Leipzig Siap Kehilangan Mesin Golnya?
Momen mengharukan juga terjadi ketika laga pramusim Tottenham melawan Newcastle di Seoul. Son yang ditarik keluar pada menit ke‑60 disambut tepuk tangan panjang dari suporter dan rekan‑rekannya, sebuah penghormatan untuk kontribusinya selama sepuluh tahun di klub.
Sejak bergabung pada 2015, Son telah tampil dalam 454 pertandingan, mencetak 173 gol, serta menorehkan 101 assist.
Ia menjadi salah satu pemain tersubur dalam sejarah Spurs dan turut membawa klub meraih gelar Europa League 2025, trofi besar pertama setelah penantian 17 tahun.
Baca Juga: Penuh Drama! Transfer Viktor Gyokeres ke Arsenal Akhirnya Tuntas
Kini, Son akan menghadapi tantangan baru di LAFC. Pelatih Steve Cherundolo dihadapkan pada pekerjaan besar untuk menggabungkan Son dengan bintang utama Denis Bouanga di lini depan.
Kehadiran Son bukan hanya menambah kualitas tim, tetapi juga diyakini akan mendongkrak popularitas MLS, terutama dengan basis suporter Asia dan komunitas Korea yang kuat di California Selatan.
Dengan usianya yang kini 33 tahun, langkah ke MLS dianggap sebagai pilihan tepat untuk membuka lembaran baru sekaligus menjaga kebugaran menjelang Piala Dunia 2026 yang juga digelar di Amerika Utara.
Para penggemar Tottenham mungkin merasa kehilangan, namun kepindahan ini akan menandai awal babak baru bagi karier salah satu pemain Asia paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Eropa. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah