RADAR TULUNGAGUNG - Malam penuh emosi menyelimuti kota Dortmund pada Minggu (10/8/2025).
Ribuan pendukung Borussia Dortmund memadati Signal Iduna Park, menciptakan lautan kuning-hitam yang bergemuruh sejak sore hari.
Semua mata tertuju pada satu nama Mats Hummels, sang bek legendaris yang memainkan laga terakhirnya untuk klub.
Namun, pesta perpisahan yang diharapkan menjadi malam manis berakhir dengan rasa pahit. Juventus datang tanpa belas kasihan.
Bahkan sebelum para pemain memasuki lapangan, atmosfer stadion sudah terasa istimewa. Dari tribun selatan, koreografi raksasa bertuliskan “Danke, Mats!” terbentang megah, diiringi lagu-lagu kebanggaan Dortmund yang dinyanyikan ribuan suara.
Baca Juga: Barcelona Hajar Como 5–0 di Trofi Joan Gamper, Fermin Lopez dan Lamine Yamal Cetak Brace
Layar besar di pojok stadion menayangkan kilasan perjalanan Hummels dari debutnya di 2008, gol-gol pentingnya, hingga trofi-trofi yang ia persembahkan. Banyak suporter tak mampu menahan air mata.
Kick-off baru saja dimulai, namun momen emosional sudah terjadi di menit ke-18. Hummels, yang malam itu mengenakan ban kapten, berjalan perlahan ke tepi lapangan digantikan oleh Niklas Süle.
Seluruh stadion berdiri memberikan tepuk tangan panjang. Para pemain Juventus pun ikut menghormatinya, sementara Hummels membalas dengan lambaian tangan dan tatapan penuh rasa terima kasih. Adegan ini terasa seperti lembar terakhir dari sebuah buku sejarah yang megah.
Baca Juga: Jungkalkan Liverpool via Adu Penalti, Crystal Palace Raih Trofi Community Shield Pertama
Begitu laga dilanjutkan, Juventus menunjukkan bahwa mereka datang bukan hanya untuk menjadi tamu dalam pesta perpisahan. Mereka tampil disiplin, solid, dan agresif dalam menekan sejak menit awal.
Gol pembuka lahir pada menit ke-16. Pierre Kalulu menusuk dari sisi kanan, mengangkat bola ke kotak penalti, dan Andrea Cambiaso melompat lebih tinggi dari bek Dortmund untuk menanduk bola ke sudut kiri gawang Gregor Kobel. Skor 0–1, dan stadion yang semula riuh sedikit meredup.
Dortmund berusaha membalas. Karim Adeyemi mencoba menusuk dari sisi kiri, sementara Jobe Bellingham mengatur serangan dari tengah.
Baca Juga: Hasil Orlando City vs Inter Miami: Messi Absen, Muriel Bawa Orlando Menang 4-1
Beberapa kali kombinasi keduanya menghasilkan peluang, namun kiper Juventus Michele Di Gregorio tampil sigap.
Upaya terdekat datang di menit ke-34 ketika tendangan jarak jauh Marcel Sabitzer nyaris menjebol gawang, tapi bola masih melayang tipis di atas mistar.
Memasuki babak kedua, Juventus kembali menunjukkan ketajaman mereka. Tekanan cepat di lini tengah memaksa Dortmund kehilangan bola, dan pada menit ke-53, Cambiaso sekali lagi menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah.
Mendapat umpan terobosan dari Timothy Weah, ia menusuk dari sisi kiri, mengecoh dua bek, lalu melepaskan tembakan mendatar yang menembus sela kaki Kobel. Skor berubah menjadi 0–2.
Baca Juga: Gol Nicolas Pepe Hantui Mantan Klub, Villarreal Bekuk Arsenal 3-2 di Kandang Sendiri
Gol ini membuat Juventus semakin percaya diri. Mereka menguasai tempo dengan umpan-umpan pendek yang rapi, memancing Dortmund keluar dari posisinya.
Thiago Motta terlihat puas di pinggir lapangan, sementara Edin Terzić sibuk memberi instruksi agar anak asuhnya tetap menekan.
Tertinggal dua gol di kandang sendiri, Dortmund tak mau menyerah. Terzić memasukkan beberapa pemain segar seperti Julian Brandt dan Maximilian Beier untuk menambah tenaga di lini depan.
Baca Juga: Bayern Munich Libas Tottenham 4-0 di Allianz Arena, Kuasai Total Area Permainan
Juventus pun mulai sedikit menurunkan intensitas demi menjaga keunggulan. Usaha Dortmund baru membuahkan hasil di menit ke-89.
Brandt mengirimkan umpan silang tajam dari sisi kanan, dan Beier menyambutnya dengan sundulan keras yang tak bisa dihentikan Di Gregorio.
Gol ini menghidupkan kembali harapan, dan sorakan menggelegar memenuhi stadion. Namun, sisa waktu tak cukup untuk mengejar, dan peluit panjang memastikan kemenangan Juventus. ****
Editor : Dharaka R. Perdana