RADAR TULUNGAGUNG - Bentang Jawa 2025 adalah ajang ultra cycling paling bergengsi yang menempuh ±1.500 km dari Carita hingga Banyuwangi.
Lomba ini menguji fisik dan mental dengan total elevasi 17.000 meter dan format unsupported, tanpa kru atau bantuan logistik.
Peserta harus mengatur perbaikan sepeda, makan, dan istirahat secara mandiri sepanjang perjalanan.
Baca Juga: Motor Trail vs Sepeda Onthel Tulungagung, Duel Gaya ke Ladang
Acara ini tidak hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang ketahanan, strategi, dan kemampuan adaptasi menghadapi cuaca ekstrem serta medan yang bervariasi. Dari pantai selatan hingga tanjakan curam, setiap kilometer menyimpan cerita.
Bentang Jawa 2025 dimulai Minggu, 10 Agustus 2025, pukul 05.30 WIB, dari Carita, Banten, dan berakhir di Taman Blambangan, Banyuwangi. Perlombaan berlangsung enam setengah hari dengan cut-off time di setiap checkpoint.
Baca Juga: Gaya Weekend Sehat Warga Tulungagung ke Pagerwojo, Gowes Santai dan Tanjakan Bukan Halangan
Jadwal dan Checkpoint :
Bentang Jawa 2025 memiliki tiga titik penting atau checkpoint. CP 1 berada di Rancabuaya dengan jarak ±454 km dan batas waktu cut-off time (COT) pada 11 Agustus 2025 pukul 22.00 WIB.
CP 2 terletak di Blitar dengan jarak ±1.162 km dan COT pada 14 Agustus 2025 pukul 23.59 WIB.
Titik akhir atau finish berada di Banyuwangi dengan total jarak ±1.507 km dan COT pada 16 Agustus 2025 pukul 17.30 WIB.
Baca Juga: Ditahan Imbang Kamboja, Timnas Putri Indonesia Tetap Gagal Masuk Semifinal Piala AFF 2025
Tahun ini terdapat rute gravel sepanjang 10 km di Gumitir, Banyuwangi, yang menjadi tantangan baru bagi para peserta.
Persaingan Sengit di Kategori Utama
Persaingan kategori Men Solo dipimpin Stephen Lane dari Australia yang memecahkan rekor CP 2 dengan selisih 1,5 jam lebih cepat dari tahun lalu.
Rama Wieland menyusul di posisi kedua, tertinggal 55 km pada 12 Agustus 2025. Posisi ketiga ditempati Qorie Muhammad.
Di kategori Women Solo, Citra Dewi Saraswati unggul jauh dari Tri Ayu Lestari dan membidik gelar ketiga setelah kemenangan 2021-2022.
Kategori Pair dikuasai pasangan ayah-anak Miswanto dan Yusuf Kibar dengan keunggulan 100 km.
Hingga hari kedua, tercatat 11 peserta DNF dan beberapa terancam melewati batas waktu COT.
Cuaca panas ekstrem di hari kedua menjadi lawan berat para peserta. Sebagian pembalap harus beristirahat di warung karena kombinasi terik dan hujan.
Jalur yang dilalui bervariasi: tanjakan panjang, turunan curam, jalan pedesaan sempit, dan segmen gravel.
Meski terdapat segmen datar seperti jalur Rancabuaya–Yogyakarta, kebosanan dan monoton jalur Daendels sepanjang 117 km menjadi tantangan mental tersendiri.
Namun, semua itu terbayar dengan pemandangan pantai, sawah, dan pegunungan yang menakjubkan.
Editor : Dharaka R. Perdana