RADAR TULUNGAGUNG - Olahraga padel belakangan ini mencuri perhatian publik dunia. Meski baru dikenal dibandingkan tenis atau bulu tangkis, padel menawarkan permainan yang seru, sederhana, dan penuh kecepatan.
Ciri khasnya ada pada lapangan kecil yang dikelilingi dinding kaca, serta format permainan ganda yang menekankan strategi dan kerja sama.
Baca Juga: Juara Asia Mixed Team Championship 2025 di Qingdao, Badminton Indonesia Ukir Sejarah!
Padel lahir di Acapulco, Meksiko, pada akhir 1960-an ketika Enrique Corcuera mengubah lapangan tenis rumahnya menjadi arena permainan baru.
Tak butuh waktu lama, olahraga ini menyebar ke Spanyol dan Argentina hingga akhirnya mendunia.
Menurut Federasi Padel Internasional (FIP), kini lebih dari 25 juta orang aktif bermain padel di lebih dari 90 negara.
Baca Juga: Pengurus PELTI Tulungagung Dilantik, Siap Optimalkan Pembianan Atlet Tenis
Daya tarik padel terletak pada kemudahan bermainnya. Pemula bisa langsung menikmati jalannya permainan tanpa harus menguasai teknik rumit.
Bola yang bisa memantul dari dinding membuat rally panjang sering terjadi, sehingga pertandingan terasa cepat, atraktif, dan menghibur baik untuk pemain maupun penonton.
Popularitas padel juga tak lepas dari turnamen-turnamen bergengsi yang rutin digelar, seperti World Padel Tour (WPT) dan Premier Padel.
Kompetisi tingkat dunia ini memperkuat posisi padel sebagai olahraga modern yang profesional sekaligus berpotensi masuk ke Olimpiade di masa depan.
Baca Juga: Peringati HUT ke-80 RI, Polres Tulungagung Gelar Lari Marathon ke Makam Bung Karno Kota Blitar
Di Indonesia, padel mulai mendapat tempat. Beberapa lapangan telah dibangun di kota besar seperti Jakarta dan Bali, disertai munculnya komunitas-komunitas baru yang aktif mengadakan permainan persahabatan.
Antusiasme ini menunjukkan padel punya peluang besar berkembang di Tanah Air, terutama di kalangan masyarakat urban yang mencari olahraga baru untuk gaya hidup sehat sekaligus sosial.
Jika fasilitas dan kompetisi terus bertambah, bukan tidak mungkin Indonesia suatu hari dapat melahirkan atlet padel berprestasi yang mampu bersaing di level internasional.
Dengan tren pertumbuhan global yang sangat pesat, padel jelas bukan sekadar olahraga musiman, melainkan potensi besar dalam dunia olahraga modern. ****
Editor : Dharaka R. Perdana