RADAR TULUNGAGUNG - Pertarungan sengit tersaji di Stadion Chang Arena ketika Buriram United menjamu Selangor FC dalam laga Grup A ASEAN Club Championship (ACC) 2025–2026.
Kedua tim tampil ngotot sejak awal, namun pertandingan harus berakhir dengan skor 1–1, membuat keduanya sama-sama mengamankan satu poin.
Sejak peluit pertama, Selangor FC tidak menunjukkan rasa gentar meski bermain di markas Buriram. Tim tamu menekan sejak menit-menit awal dan beberapa kali memaksa kiper Buriram bekerja keras.
Tekanan tersebut berbuah hasil setelah salah satu skema serangan cepat Selangor mampu menembus lini pertahanan tuan rumah dan menghasilkan gol pembuka.Tertinggal satu gol, Buriram berusaha bangkit.
Baca Juga: Bermain dengan 10 Pemain, Al-Nassr Melaju Ke Final Supercopa Arab 2025 Usai Kalahkan Al-Ittihad
Serangan mereka lebih banyak mengandalkan kecepatan di sektor sayap, sementara umpan-umpan terobosan ke kotak penalti coba dimaksimalkan oleh lini depan.
Meski begitu, solidnya pertahanan Selangor membuat Buriram kesulitan menciptakan peluang bersih hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, intensitas semakin meningkat. Buriram melakukan beberapa pergantian pemain untuk menambah tenaga baru, sementara Selangor berusaha mempertahankan keunggulan dengan rapat di lini belakang.
Tekanan demi tekanan akhirnya terbayar di penghujung laga. Pada menit tambahan waktu, gelandang Austria Peter Zulj mencetak gol penyama kedudukan, membuat skor berubah menjadi 1–1.
Baca Juga: Awali Musim La Liga, Real Madrid Menang Tipis atas Osasuna
Gol dramatis tersebut disambut meriah suporter tuan rumah yang memadati stadion, sekaligus memastikan Buriram terhindar dari kekalahan di laga perdana grup.
Selain hasil akhir, perhatian publik juga tertuju pada penampilan perdana Sandy Walsh. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu baru resmi diperkenalkan Buriram pada 19 Agustus, namun langsung dipercaya tampil sebagai starter di posisi bek kanan.
Walsh bermain cukup disiplin dalam menjaga sisi pertahanan meski terlihat masih beradaptasi dengan ritme permainan Buriram. Ia tampil hingga menit ke-63 sebelum digantikan oleh pemain senior Thailand, Theerathon Bunmathan.
Baca Juga: Arsenal Taklukkan Manchester Unitedd di Old Trafford, Ini Taktik Mikel Arteta
Kehadirannya menambah warna baru di lini belakang Buriram yang selama ini kerap mengandalkan pemain lokal.
Namun, debutnya tidak sepenuhnya mulus. Pada babak pertama, Walsh sempat terlibat kontak fisik dengan pemain Selangor yang memicu perdebatan.
Suporter Malaysia ramai-ramai melontarkan kritik di media sosial, menilai sang pemain melakukan pelanggaran keras yang luput dari perhatian wasit.
Meskipun demikian, dari sisi permainan, ia tetap dinilai cukup solid oleh media Thailand dan dipandang bisa berkembang seiring waktu.
Hasil imbang membuat persaingan di Grup A tetap terbuka lebar. Baik Buriram United maupun Selangor FC kini mengantongi masing-masing satu poin, sehingga laga berikutnya akan menjadi penentu penting bagi langkah kedua tim di turnamen ini.
Baca Juga: Barcelona Resmi Daftarkan Joan Garcia, Siap Tampil Lawan Mallorca
Bagi Buriram, kembalinya kepercayaan diri setelah menyelamatkan satu poin di menit akhir akan menjadi modal berharga.
Sementara itu, debut Sandy Walsh juga memberikan gambaran awal mengenai kontribusi yang dapat ia berikan, terutama dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di sisa pertandingan grup.
Pertandingan antara Buriram United dan Selangor FC tidak hanya menghasilkan drama di lapangan, tetapi juga menandai langkah awal Sandy Walsh di klub barunya.
Hasil imbang 1–1 menjaga asa kedua tim di turnamen, sekaligus menjadi panggung pertama bagi Walsh untuk membuktikan diri di kancah sepak bola Asia Tenggara bersama Buriram United. ****
Editor : Dharaka R. Perdana