TULUNGAGUNG - Olahraga anggar mungkin tidak sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Indonesia, tetapi cabang olahraga ini punya sejarah panjang dan keunikan tersendiri.
Anggar berasal dari tradisi duel menggunakan pedang yang kemudian berkembang menjadi olahraga resmi.
Hingga kini, anggar dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade.
Sejarah Olahraga Anggar
Anggar berawal dari Eropa abad pertengahan sebagai seni bertarung menggunakan pedang.
Pada masa itu, duel pedang sering dilakukan untuk kehormatan atau latihan militer.
Perkembangan anggar modern dimulai di Italia dan Prancis pada abad ke-17, ketika teknik bertarung disempurnakan menjadi lebih sportif.
Pedang tajam diganti dengan senjata tumpul, dan sistem aturan dibuat agar aman dimainkan sebagai olahraga.
Pada tahun 1896, anggar resmi masuk dalam cabang olahraga Olimpiade pertama di Athena.
Hingga kini, anggar menjadi salah satu cabang bergengsi di ajang Olimpiade.
Peralatan dalam Olahraga Anggar
Dalam pertandingan anggar, terdapat beberapa peralatan utama yang wajib digunakan:
1. Senjata
Ada tiga jenis senjata yang digunakan:
-
Foil – senjata ringan dengan ujung tumpul, hanya tusukan ke badan yang dihitung.
-
Épée – lebih berat dari foil, serangan bisa diarahkan ke seluruh tubuh.
-
Sabre – digunakan untuk tebasan maupun tusukan, targetnya dari pinggang ke atas.
2. Pakaian Pelindung
Atlet anggar memakai pakaian khusus dari bahan tebal untuk melindungi tubuh, meliputi jaket, celana panjang, dan sarung tangan.
3. Masker
Masker dengan kawat baja berfungsi melindungi wajah dan kepala dari serangan.
Baca Juga: Lakukan Lari Minimal 30 Menit Setiap Hari, Niscaya Tubuh dan Pikiranmu Bakal Seperti Ini
4. Rompi Listrik
Dalam pertandingan modern, dipasang rompi sensor untuk mendeteksi serangan valid yang mengenai lawan.
Aturan Main Olahraga Anggar
-
Sistem Poin – Setiap tusukan atau tebasan yang sah akan menghasilkan poin. Jumlah poin berbeda tergantung jenis senjata.
-
Durasi Pertandingan – Umumnya berlangsung 3 babak, masing-masing 3 menit.
-
Target Area – Berbeda sesuai senjata:
-
Foil: hanya badan.
-
Épée: seluruh tubuh.
-
Sabre: dari pinggang ke atas.
-
-
Aturan Prioritas (Right of Way) – Khusus foil dan sabre, poin diberikan pada atlet yang menyerang lebih dulu.
-
Kemenangan – Atlet dinyatakan menang jika mencapai poin tertentu (biasanya 15 poin) atau unggul saat waktu habis.
Olahraga anggar bukan hanya soal duel dengan pedang, tetapi juga seni, strategi, dan ketangkasan.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Siap Ladeni Macau U-23 Demi Tiket Piala Asia, Berikut Statistik Kedua Tim Ini
Dari sejarah panjangnya di Eropa hingga menjadi cabang resmi Olimpiade, anggar membuktikan diri sebagai olahraga yang penuh tradisi dan nilai sportivitas.
Dengan peralatan canggih dan aturan yang jelas, anggar terus menjadi daya tarik di dunia olahraga modern.***
Editor : Vidya Sajar Fitri