Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Diwarnai Dua Kartu Merah, Ekuador Jungkalkan Argentina yang Tak Diperkuat Lionel Messi

Andhika Dwi Pangestu • Rabu, 10 September 2025 | 20:00 WIB

ekuador tumbangkan argentina 1-0, diwarnai 2 kartu merah (instagram/afaseleccion)
ekuador tumbangkan argentina 1-0, diwarnai 2 kartu merah (instagram/afaseleccion)

RADAR TULUNGAGUNG - Pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol menyajikan duel sengit antara Ekuador vs Argentina yang berakhir dengan kekalahan tipis Tim Tango.

Laga panas ini diwarnai dengan dikeluarkannya dua kartu merah, satu untuk masing-masing tim, menambah intensitas pertarungan antara Ekuador vs Argentina.

Meskipun kedua tim telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026, hasil Ekuador vs Argentina ini tetap memiliki dampak pada posisi klasemen akhir.

Duel Timnas Ekuador melawan Timnas Argentina berlangsung pada Rabu, 10 September 2025 pagi WIB.

Baca Juga: Cetak 5 Gol dan Kebobolan 4 Gol, Italia Menunjukkan Dua Wajah Berbeda di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Gattuso: Itu Tanggung Jawab Saya

Pertandingan ini dihelat di Estadio Monumental Banco Pichincha, Guayaquil, yang juga dikenal sebagai Estadio Monumental Isidro Romero Carbo.

Meskipun beberapa sumber menyebutkan lokasi di Quito, mayoritas sumber mengindikasikan Guayaquil sebagai kota penyelenggara.

Argentina, yang tampil tanpa megabintangnya Lionel Messi, harus menelan kekalahan 0-1 dari Ekuador.

Laga ini sejatinya tidak lagi menentukan nasib kedua kesebelasan untuk lolos ke Piala Dunia 2026, karena baik Argentina maupun Ekuador telah memastikan tiket mereka.

Argentina sudah kokoh di puncak klasemen kualifikasi zona CONMEBOL, sementara Ekuador telah mengamankan posisi di zona enam besar yang merupakan batas lolos ke Piala Dunia 2026.

Namun, hal ini tidak mengurangi tensi pertandingan yang tetap berjalan panas dan intens sejak awal. 

Babak Pertama: Kartu Merah Otamendi dan Gol Penalti Valencia

Sejak peluit awal dibunyikan, intensitas pertandingan langsung terasa tinggi. Ekuador, yang bertindak sebagai tuan rumah, langsung tancap gas dan menciptakan ancaman sejak menit ketiga melalui sundulan Gonzalo Plata dari umpan sepak pojok Pedro Vite.

Meskipun upayanya masih melenceng tipis dari gawang. Selama 15 menit pertama, Ekuador banyak menekan pertahanan Argentina yang digalang Nicolas Otamendi dan Leonardo Balerdi.

Petaka bagi Tim Tango datang pada menit ke-31 ketika bek andalan mereka, Nicolas Otamendi, diganjar kartu merah langsung oleh wasit Wilmar Roldan.

Kartu merah ini diberikan setelah Otamendi melakukan pelanggaran keras yang tidak perlu terhadap striker Ekuador, Enner Valencia. Sumber lain juga menyebutkan pelanggaran keras terhadap Gonzalo Plata.

Baca Juga: Laga Sengit Portugal vs Hongaria di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selecao das Quinas Petik Kemenangan Tipis 3-2 atas Tuan Rumah

Insiden ini membuat Argentina harus bermain dengan 10 pemain, memberikan keunggulan jumlah pemain bagi Ekuador yang langsung memanfaatkan situasi untuk semakin menekan barisan pertahanan Albiceleste.

Wasit juga telah mengeluarkan empat kartu kuning di babak pertama sebelum kartu merah Otamendi.

Tekanan Ekuador akhirnya membuahkan hasil di masa injury time babak pertama. Setelah meninjau insiden melalui VAR.

wasit memberikan hadiah penalti kepada Ekuador menyusul pelanggaran yang dilakukan oleh Nicolas Tagliafico terhadap Angelo Preciado di kotak terlarang.

Enner Valencia, yang menjadi eksekutor penalti, dengan tenang menjalankan tugasnya dan berhasil mengkonversinya menjadi gol pada menit ke-45+13.Gol ini membawa Ekuador memimpin 1-0 hingga turun minum.

Babak Kedua: Keseimbangan Jumlah Pemain dan Argentina Gagal Bangkit

Memasuki babak kedua, giliran Ekuador yang harus merasakan nasib serupa dengan Argentina. Pada menit ke-50, gelandang mereka, Moises Caicedo, diganjar kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah. Ini berarti kedua tim kini bermain dengan jumlah pemain yang seimbang, 10 lawan 10.

Meskipun situasi telah berubah menjadi 10 lawan 10, Argentina di bawah asuhan pelatih Lionel Scaloni tidak mampu sepenuhnya memanfaatkan keunggulan ini untuk membalikkan keadaan atau setidaknya menyamakan kedudukan.

Mereka kesulitan menghadirkan ancaman serius ke gawang Ekuador, meskipun ada upaya dari Giovani Lo Celso yang aksinya digagalkan bek Ekuador, Willian Pacho.

Laga tetap berjalan terbuka dengan intensitas tinggi, dan bahkan terjadi perseteruan antarpemain yang membuat laga tetap panas hingga menit-menit akhir.

Ekuador, di sisi lain, tetap berbahaya dengan serangan balik cepat mereka. Kevin Rodriguez, yang masuk sebagai pemain pengganti, hampir saja memperbesar keunggulan Ekuador pada menit ke-73,

Namun kiper Argentina, Emiliano Martinez, tampil sigap dan berhasil mengamankan gawangnya. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk keunggulan Ekuador tidak berubah.

Baca Juga: Taklukkan Guinea Khatulistiwa 1-0, Tunisia Lolos ke Piala Dunia untuk ke Tujuh Kalinya

Dampak Klasemen dan Susunan Pemain

Kekalahan ini, meskipun tidak menggoyahkan posisi Argentina di puncak klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol dengan 38 poin

memberikan dorongan signifikan bagi Ekuador. Ekuador berhasil naik ke peringkat dua dengan total 29 poin, melampaui tim-tim kuat seperti Uruguay, Kolombia, dan Brasil, yang masing-masing mengemas 28 poin dari 18 laga.

Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim dalam laga tersebut:

Ekuador (4-4-1-1): Hernan Galindez; Willian Pacho, Joel Ordonez, Piero Hincapie, Alan Franco; Pedro Vite, Moises Caicedo,

Nilson Angulo (Jordy Alcivar 59'), Angelo Preciado (John Yeboah 45', Alan Minda 90+3'); Gonzalo Plata (Kevin Rodriguez 69'); Enner Valencia (Kendry Paez 59'). Pelatih: Sebastian Beccacece.

Argentina (4-3-3): Emiliano Martinez; Nicolas Otamendi, Leonardo Balerdi, Nicolas Tagliafico, Gonzalo Montiel (Nahuel Molina 68'); Alexis Mac Allister, Leandro Paredes (Franco Mastantuono 62'),

Rodrigo De Paul (Giovani Lo Celso 68'); Lautaro Martinez (Julian Alvarez 63'), Nicolas Gonzalez, Giuliano Simeone (Juan Foyth 38'). Pelatih: Lionel Scaloni.

Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun status pertandingan tidak lagi menentukan kelolosan, semangat dan intensitas sepak bola di Amerika Latin tetap membara, menyajikan drama yang tak terduga hingga peluit akhir. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#lionel messi #kualifikasi piala dunia 2026 #conmebol #ekuador #argentina