RADAR TULUNGAGUNG - Keinginan FORKI Tulungagung mengajukan permohonan sebagai tuan rumah di Kejurprov Jatim Cabor Karate 2026 menemui ganjalan.
Hal ini tak lepas dari kondisi existing venue yakni GOR Lembu Peteng di Tulungagung yang dinilai kurang representatif untuk menggelar.
Ketua FORKI Tulungagung, Joko Lasmono menerangkan, proses pengajuan sudah dilakukan. Lalu, FORKI Provinsi Jatim melakukan kunjungan untuk menilik kesiapan atas venue yang diajukan, yaitu GOR Lembu Peteng.
Hasilnya, ada berbagai catatan yang diberikan oleh induk cabor di tingkat provinsi. Utamanya soal kapasitas GOR Lembu Peteng sebagai penyelenggara kejuaraan tingkat provinsi.
Baca Juga: Indonesia Kirim Tiga Wakil ke Perempat Final Hong Kong Open 2025, Siap Rebut Tiket Semifinal
"Lha ini dapat catatan. Yang jelas, GOR untuk kejuaraan itu minimal kan tatami atau empat matras. (Yaitu) 10x10 (meter)," ujarnya.
Secara teknis, luasan matras 10x10 meter ditujukan untuk menggelar empat pertandingan di waktu yang sama.
Lalu, luasan itu juga disebut cukup untuk berbagai kebutuhan lain yang berkenaan dengan operasional kejuaraan. "Kan ada jarak untuk jalan, untuk kegiatan hilir mudiknya juri dan seterusnya," jelasnya.
Joko menambahkan, FORKI Jatim menilai fasilitas pendukung GOR, sepertil halnya lahan parkir, layak dan representatif untuk menggelar kejuaraan setingkat kejurprov.
Tapi, kapasitas di dalam GOR justru yang jadi soal. Sebab hampir tidak memungkinkan untuk dipasang tatami dengan luasan 10x10 meter. "Kita hanya kuat maksimal tiga tatami atau tiga matras," akunya.
Lalu, soal penerangan atau lampu di GOR juga jadi sorotan. Menurut Joko, berbagai kendala yang disebutkan di atas berpotensi membuat Tulungagung gagal ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan di awal tahun depan.
Hal ini juga sudah dikomunikasikan ke pemkab melalui Dispora Tulungagung. "Kalau kondisinya itu sudah (dilaporkan). Kalau penyampaian kita mengajukan jadi tuan rumah Kejurda FORKI itu sudah yang tahun dulu. Setelah disurvei tim FORKI Jatim, kendalanya hanya di tempat pertandingan atau GOR-nya itu," kata Joko.
Jika masih memungkinkan, FORKI Tulungagung akan tetap mengupayakan gelaran kejurprov di GOR Lembu Peteng dengan sejumlah penyesuaian.
Salah satunya dengan mengurangi jumlah tatami atau matras tanding atlet dari empat menjadi tiga bidang. “Saya coba dulu. Barangkali bisa dengan tiga tatami," sebutnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana