Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Gol Injury Time Selamatkan Kekalahan Juventus dari Dortmund di Pekan Pertama Liga Champions, Laga Berkesudahan 4-4

Andhika Dwi Pangestu • Rabu, 17 September 2025 | 19:30 WIB

 

Hujan 8 gol di babak kedua! Juventus vs Dortmund berakhir 4-4 di Liga Champions 2025/2026, Bianconeri bangkit di injury time (pinterest)
Hujan 8 gol di babak kedua! Juventus vs Dortmund berakhir 4-4 di Liga Champions 2025/2026, Bianconeri bangkit di injury time (pinterest)

RADAR TULUNGAGUNG - Hujan gol mewarnai laga Juventus vs Dortmund pada pekan pertama Liga Champions 2025/2026 berakhir imbang 4-4 di Stadion Allianz, Turin, Rabu (17/9) dini hari waktu Indonesia.

Laga antara Juventus vs Dortmund ini memperlihatkan Bianconeri berhasil menghindari kekalahan berkat dua gol di menit-menit injury time, setelah sempat tertinggal 4-2 dari Die Borussen.

Sejarah mencatat bahwa duel Juventus vs Dortmund yang menghasilkan skor 4-4 ini menjadi salah satu hasil seri terbesar dalam sejarah Liga Champions, dengan semua gol tercipta di babak kedua.

Pertarungan penuh drama ini mewarnai Allianz Stadium ketika Juventus, yang bertindak sebagai tuan rumah, harus berbagi poin dengan tim tamu asal Jerman, Borussia Dortmund.

Baca Juga: Merah Putih Berjaya di Vietnam Open 2025, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Rebut Gelar Juara Sektor Ganda Campuran

Sejak awal babak pertama, Juventus tampil lebih agresif dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Khephren Thuram dari Juventus melepaskan tembakan jarak jauh pada menit ke-4 yang masih bisa ditepis kiper Gregor Kobel.

Upaya lain datang dari Gleison Bremer pada menit ke-25 melalui sepakan voli dari bola liar, namun arahnya melenceng dari gawang.

Jonathan David nyaris membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-31 setelah mengontrol bola di depan kotak penalti Dortmund, namun tendangannya melambung tipis di atas mistar.

Openda juga mencoba peruntungannya pada menit ke-39, tetapi Gregor Kobel berhasil mengamankan bola dengan mudah.

Baca Juga: Kiromal Katibin Tahbiskan Diri Jadi Raja Panjat Tebing Dunia Nomor Kecepatan, Segel Peringkat 1 Speed IFSC 2025

Sepanjang 45 menit pertama, Juventus kerap menyerang namun gagal mencetak gol, sementara Die Borussen yang mengandalkan serangan balik juga tidak bermain efektif, sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.

Memasuki babak kedua, pertandingan langsung memanas dan hujan gol pun terjadi. Borussia Dortmund lebih dulu menebar ancaman pada menit ke-51 lewat sepakan Maximilian Beier yang membentur tiang gawang.

Hanya berselang semenit, Die Borussen benar-benar unggul ketika Karim Adeyemi melepaskan tembakan mendatar diagonal yang tak mampu dibendung kiper Michele Di Gregorio pada menit ke-52.

Dortmund hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-56 lewat Serhou Guirassy, tetapi penyelamatan gemilang Di Gregorio menggagalkan peluang emas tersebut.

Juventus kemudian merespons, dan pada menit ke-63, Kenan Yildiz berhasil menyamakan kedudukan.

Baca Juga: Jadwal Liga Champions Malam Ini: Real Madrid, Juventus, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool Siap Saling Sikut

Gelandang asal Turki itu, setelah menerima umpan pendek dari Joao Mario, melepaskan tembakan melengkung ke sudut kanan atas gawang Gregor Kobel.

Namun, senyum Juventus hanya bertahan dua menit, karena Dortmund kembali memimpin pada menit ke-65.

Felix Nmecha melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti ke sudut kanan atas, membuat gawang Di Gregorio kembali bergetar.

Tuan rumah tidak menyerah dan kembali membalas pada menit ke-67. Melalui transisi cepat, Yildiz mengirim umpan terobosan ke depan yang diselesaikan dengan baik oleh Dusan Vlahovic dengan tembakan ke sudut kiri dari dalam kotak penalti tanpa bisa dihalau Kobel.

Skor imbang 2-2 ini tidak bertahan lama, karena Dortmund kembali unggul pada menit ke-74.

Baca Juga: Bukan Soal Kaki, tapi Nafas! Inilah Kunci Sukses Lari Jarak Jauh agar Tidak Mudah Lelah

Yan Couto menggiring bola yang lepas dari penguasaan Khephren Thuram, menusuk ke dalam kotak penalti Juventus, dan menuntaskan aksinya dengan tembakan mendatar ke tiang dekat yang melewati adangan Di Gregorio.

Situasi kian sulit bagi Juventus setelah mereka kebobolan melalui tendangan penalti Ramy Bensebaini pada menit ke-86.

Wasit asal Prancis, Francois Letexier, memberikan tendangan 12 pas setelah Lloyd Kelly dinyatakan handball di kotak terlarang. Dengan kedudukan 4-2, kemenangan klub asal Jerman itu tampaknya sudah di depan mata.

Namun, Juventus menunjukkan semangat pantang menyerah dan bangkit di masa injury time. Dusan Vlahovic menjadi penyelamat pertama pada menit ke-90+4.

Baca Juga: Mengenal Panjat Tebing, Olahraga yang Mengantar Indonesia Pecahkan Rekor Dunia

Ia menuntaskan umpan silang Pierre Kalulu dengan tembakan ke sudut kanan yang sempat membentur tiang gawang sebelum menggetarkan jala Kobel. Gol tersebut mengangkat moral para pemain Bianconeri.

Drama belum berakhir, pada menit ke-90+6, giliran Vlahovic yang mengirim umpan silang ke depan gawang Dortmund.

Lloyd Kelly, yang bergerak ke depan dalam sebuah serangan balik, menyambut umpan tersebut dengan sundulan terbang (flying header) untuk menjebol gawang tim tamu.

Baca Juga: Indonesia Pulang dengan Tangan Hampa, Adnan Indah Gagal ke Final Hong Kong Open 2025 Usai Digasak Pasangan China

Gol tersebut dinyatakan sah setelah dicek oleh Video Assistant Referee (VAR), memastikan skor akhir 4-4.

Hasil imbang 4-4 ini bukan hanya menarik, tetapi juga sarat fakta unik. Ini merupakan hasil seri terbesar di Liga Champions yang menghasilkan delapan gol, menyamai empat pertandingan sebelumnya.

Menariknya, Juventus sendiri pernah terlibat dalam duel sengit yang berakhir dengan skor sama 4-4 saat bertamu ke Hamburg pada 13 September 2000.

Seluruh delapan gol yang tercipta dalam laga ini terjadi pada babak kedua, dalam kurun waktu 44 menit, tepatnya sejak menit ke-52 hingga 90+6.

Baca Juga: Sama-sama Menggunakan Raket dan Bola, Beginilah Perbedaan Padel dan Tenis yang Wajib Kamu Tahu

Dusan Vlahovic tampil sangat cemerlang, menjadi satu-satunya pemain yang mencetak lebih dari satu gol dalam laga ini. Vlahovic, yang baru masuk pada menit ke-60, juga berhasil menciptakan satu assist dan diganjar penghargaan pemain terbaik dalam pertandingan.

Dari delapan gol yang tercipta, hanya satu yang berasal dari bola mati, yaitu penalti Ramy Bensebaini; sisanya adalah gol dari permainan terbuka (open play).

Tiga gol pertama dalam laga ini, yang dicetak oleh Adeyemi, Yildiz, dan Nmecha, berasal dari sepakan luar kotak penalti, sementara lima gol selanjutnya merupakan hasil dari usaha di dalam kotak 16.

Dengan hasil ini, Juventus asuhan Igor Tudor berhasil menjaga catatan tak terkalahkan di semua ajang pada musim 2025-2026, setelah mencatat start sempurna di pentas domestik Liga Italia 2025-2026 dengan selalu menang dalam tiga pekan awal.

Kedua tim harus puas hanya meraih satu poin di laga pembuka mereka di Liga Champions musim ini. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Injury Time #dortmund #juventus #liga champions