RADAR TULUNGAGUNG - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, akhirnya kembali merasakan manisnya gelar juara setelah menempati podium pertama di ajang BWF Tour Super 100 Indonesia Masters 2025.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Chico Aura, yang berhasil mengakhiri periode sulit dan penurunan performa yang dialaminya dalam dua tahun terakhir.
Gelar juara yang diraih di GOR Remaja Pekanbaru ini merupakan trofi pertama bagi Chico Aura sepanjang tahun 2025, sekaligus menjadi satu-satunya gelar yang berhasil diamankan oleh tuan rumah Indonesia dalam turnamen tersebut.
Dalam laga final yang digelar pada Minggu (21/9/2025), Chico berhadapan dengan lawan tangguh dari Korea Selatan, Jeon Hyeok Jin, yang merupakan unggulan kedua dalam turnamen tersebut.
Pertandingan berlangsung sengit selama 66 menit atau 1 jam 6 menit, dengan kemenangan Chico melalui pertarungan rubber game.
Chico sempat kehilangan gim pertama dengan skor 13-21 karena terlalu mengikuti pola permainan lawan. Namun, ia berhasil bangkit dan menunjukkan dominasinya di dua gim berikutnya.
"Pada gim pertama saya terlalu mengikuti pola lawan, tapi di 2 gim berikutnya saya bisa mengubah pola dan mendominasi permainan," ujar Chico selepas pertandingan.
"Di game pertama saya terlalu mengikuti permainan lawan. Jadinya banyak kekontrol lawan. Tapi di game kedua dan ketiga akhirnya bisa mengubah permainan dan bisa mendominasi pertandingan," tambahnya.
Kebangkitan Setelah Melewati Masa Sulit
Performa gemilang ditunjukkan Chico pada gim kedua, di mana ia menang telak dengan skor 21-9. Keunggulan ini terus berlanjut di gim penentu yang penuh strategi.
Baca Juga: Pulangkan Pasangan Malaysia, Fajar/Fikri Segel Satu Tempat di Babak Semi Final China Masters 2025
hingga akhirnya ia berhasil menyudahi perlawanan Jeon Hyeok Jin dengan skor 21-17. Hasil akhir 13-21, 21-9, 21-17 mengukuhkan kemenangannya.
Kemenangan ini terasa luar biasa, mengingat perjalanan karier Chico yang mengalami pasang surut. Gelar juara terakhir yang ia raih adalah di Taipei Open 2023.
Setelah itu, performanya menurun, bahkan setelah ia tidak lagi berada di Pelatnas PBSI, ia belum mampu meraih hasil maksimal.
Sebagian besar turnamen yang diikutinya hanya berakhir di babak 32 besar atau 16 besar. Prestasi terbaiknya sebelum ini adalah menembus babak semifinal di turnamen Super 750 French Open 2024.
Chico sendiri mengakui bahwa perjalanannya untuk mencapai final tidaklah mudah. "Alhamdulillah bisa masuk ke babak final.
Ini merupakan perjalanan yang tidak mudah setelah kemarin-kemarin ada penurunan, di sini saya mau coba bangkit lagi," kata Chico sebelum laga final.
Ia juga menambahkan, "Bisa sampai di sini sulit banget rasanya menurut saya. Tapi kalau kita pantang menyerah, Allah pasti kasih jalan".
Persembahan Gelar dan Target Selanjutnya
Setelah memastikan gelar juara, Chico mendedikasikan kemenangannya untuk berbagai pihak yang telah mendukungnya selama ini.
"Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia, orang tua, keluarga, PBSI, dan semua yang selalu mendukung saya," ucapnya. Rasa syukur juga ia panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pencapaian ini.
Kemenangan di Pekanbaru diharapkan menjadi titik balik dan tren positif bagi karier pebulutangkis asal Papua ini.
Selepas Indonesia Masters 2025, Chico yang kini menempati peringkat 54 dunia tidak punya banyak waktu untuk beristirahat.
Ia akan langsung bersiap menuju turnamen dengan level yang lebih tinggi, yaitu BWF World Tour Super 500 Korea Open 2025, yang akan berlangsung pada 23-28 September.
Di Korea Open, Chico harus memulai perjuangannya dari babak kualifikasi bersama juniornya, Mohammad Zaki Ubaidillah.
Jika tidak ada perubahan, ia dijadwalkan akan menghadapi Wang Yue Hang dari Inggris. Menghadapi turnamen berikutnya, Chico bertekad untuk bermain lebih lepas tanpa beban.
"Setelah ini satu-satu, pelan-pelan mencoba bangkit lagi. Targetnya saya mau buat enjoy saja di setiap pertandingan. Nggak ada beban, nggak ada tekanan," pungkasnya.
Baca Juga: Putri KW Lolos ke Perempat Final China Masters 2025, Rachel/Febi Harus Terhenti di 16 Besar
Sementara itu, kontingen Cina Taipei menjadi yang paling sukses di Indonesia Masters 2025 dengan meraih dua gelar juara, yaitu di nomor tunggal putri dan ganda putri.
Denmark merebut gelar ganda campuran, sementara gelar ganda putra menjadi milik wakil Korea Selatan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana