RADAR TULUNGAGUNG - Gelar juara dunia MotoGP 2023 telah menjadi milik pembalap Ducati Marc Marquez.
Meski begitu, persaingan MotoGP musim ini belum sepenuhnya usal. Terutama, untuk memperebutkan posisi kedua klasemen.
Tercatat, ada enam pembalap. Yakni Alex Marquez, Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi, Franco Morbidelli, Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio yang masih punya peluang mengakhiri musim di posisi runner-up.
Baca Juga: Gagal di Final Korea Open, Pasangan Fajar/Fikri Akui Kehebatan Lawan dan Soroti PR Sendiri
Nah, Pecco-sapaan Bagnaia optimistis menghadapi lima seri balapan tersisa.
Meski masih berada di posisi ketiga klasemen terpaut 66 poin di bawah Alex, tapi dia punya modal positif setelah meraih kemenangan di Motegi, Minggu (28/9) lalu.
"Seperti yang saya katakan sepanjang tahun, saya tahu betul ketika saya mendapat kesempatan berada di depan, saya akan berada di depan. Ini (hasil Motegi) adalah kon firmasi dari itu," tegas Pecco seperti dikutip dari GPOne.
Baca Juga: Bermain dengan 10 Orang, AC Milan Bungkam Napoli 2-1, Rossoneri Rebut Puncak Klasemen Liga Italia
Bantuan Stoner di Misano
Bagnaia memang gagal finis saat balapan di Misano dua pekan lalu. Tapi, tes yang dilakukan satu hari setelah balapan jadi kunci performa apiknya di Motegi.
"Saya melihat cahaya di tes Misano. Kami menemukan solusi yang membuat saya bisa mengendarai motor dengan nyaman, bukan melawan nya," beber Bagnaia.
Kebetulan, ketika itu Pecco mendapat beberapa masu kan dari peraih juara dunia MotoGP 2007 Casey Stoner.
Hasilnya, dia mulai bisa mengatasi masalah setelan motor yang membuatnya kesulitan sepanjang musim.
Baca Juga: Arsenal Epic Comeback di St James Park, Tempel Ketat Liverpool di Puncak Klasemen Liga Inggris
"Casey dan Manuel (Poggiali) sangat membantu. Mereka melihat motor saya bergerak terlalu banyak, dan kami akhirnya menemukan arah yang tepat," katanya.
Selain Bagnaia, tim pabrikan Ducati juga merasa semakin optimistis. Setelah mengunci gelar konstruktor keenam beruntun, kini mereka juga mengincar gelar tim. ****
Editor : Dharaka R. Perdana