Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tujuh Atlet Bulutangkis Diduga Terlibat Pengaturan Skor, NOC Indonesia Akan Temui PBSI

Siti Fadhilah Salsabila • Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:10 WIB

TIDAK TINGGAL DIAM: Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (tengah) berharap PBSI mengambil langkah-langkah terkait kasus dugaan match fixing yang menimpa tujuh pebulu tangkis Indonesia.
TIDAK TINGGAL DIAM: Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (tengah) berharap PBSI mengambil langkah-langkah terkait kasus dugaan match fixing yang menimpa tujuh pebulu tangkis Indonesia.

RADAR  TULUNGAGUNG - Kasus tujuh atlet bulutangkis Indonesia diduga terlibat pengaturan skor (match fixing) telah sampai ke telinga NOC Indonesia.

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari siap menemui dan membahas masalah pengaturan skor tersebut dengan induk bulu tangkis tanah air, PBSI.

Baca Juga: Megawati Hangestri Sempat Ingin Rehat Main di Luar Negeri, Sebelum Terima Tawaran Manisa BBSK

"Kami akan melakukan komunikasi secara langsung karena tentunya PBSI akan mengambil langkah-langkah terkait match fixing yang dituduhkan," kata Okto sapaan akrab Raja Sapta Oktohari di Balai Kota Jakartakemarin.

Okto masih berprasangka baik sehingga belum bisa berbicara banyak. "Apabila terjadi pelanggaran, tentunya akan diberikan sanksi. Apa sanksinya? Itu akan kami sampaikan nanti, bersama PBSI," ucapnya.

Baca Juga: Arsenal Sempurna di Liga Champions, Gasak Olympiakos 2-0, The Gunners Naik ke Peringkat Lima

Pernah Terjadi pada 2021

Kasus pengaturan skor di bulu tangkis Indonesia pernah terjadi pada 2021. Saat itu, delapan pebulu tangkis Indonesia disanksi oleh BWF karena terbukti memanipulasi pertandingan dan terkait judi.

Mereka adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.

Dalam temuan BWF, para pemain tersebut saling mengenal dan berkompetisi di ajang internasional level bawah, mayoritas di Asia, hingga 2019.

Baca Juga: Comeback Menegangkan: Gol Telat Ramos Pastikan Kemenangan Dramatis PSG atas Barcelona di Matchday Kedua Liga Champions

Bermula dari Medsos

Terkait dugaan match fixing, Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin meluruskan bahwa dia tahu berita tersebut dari media sosial (medsos). Jadi, bukan bersumber darinya. 

Disebutkan bahwa dari tujuh pebulu tangkis tersebut, tiga di antaranya merupakan atlet nasional dan sisanya adalah mantan binaan klub besar.

"Bukannya saya tahu dan membenarkan itu terjadi (ada pebulu tangkis PB Djarum yang terlibat, Red). Bukan seperti itu. Tetapi, saya tahunya dari medsos bahwa ada ini (match fixing)," bebernya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bulutangkis #NOC Indonesia #match fixing #pbsi #pengaturan skor