Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Drama Tiga Penalti Gagal: AS Roma Tumbang 0-1 di Kandang pada Lanjutan Liga Europa, Berke Ozer Pahlawan Lille

Andhika Dwi Pangestu • Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:30 WIB

Özer gagalkan 3 penalti beruntun AS Roma (Dovbyk & Soule) dalam 3 menit, amankan kemenangan 0-1 Lille (instagram/as roma)
Özer gagalkan 3 penalti beruntun AS Roma (Dovbyk & Soule) dalam 3 menit, amankan kemenangan 0-1 Lille (instagram/as roma)

RADAR TULUNGAGUNG - AS Roma menelan kekalahan dramatis 0-1 di kandang sendiri, Stadion Olimpico, saat menjamu Lille dalam laga fase grup Matchday 2 Liga Europa, pada Jumat (3/10) dini hari WIB, setelah menghadapi serangkaian momen penalti yang langka terjadi di level elite.

Kekalahan menyakitkan bagi Roma ini terjadi setelah tim berjuluk Giallorossi tersebut menyia-nyiakan tiga kali peluang emas dari titik putih yang semuanya berhasil digagalkan oleh performa heroik kiper lawan, Berke Özer.

Meskipun tampil menekan di hadapan pendukung sendiri, skuad Roma yang dilatih Gasperini harus rela tertahan dengan perolehan tiga poin saja di klasemen fase grup Liga Europa, sementara Lille kokoh di puncak dengan enam poin.

Pertandingan yang digelar di Roma, Italia, ini berlangsung dramatis, dengan sorotan utama jatuh pada momen di menit-menit akhir.

Baca Juga: Megawati Hangestri Sempat Ingin Rehat Main di Luar Negeri, Sebelum Terima Tawaran Manisa BBSK

Lille mempertahankan start impresif mereka di Liga Europa 2025/2026 dengan kemenangan tipis 1-0. Gol cepat Lille dicetak oleh Hákon Arnar Haraldsson di awal laga, tepatnya pada menit keenam.

Gol pembuka keunggulan tim tamu bermula dari blunder yang dilakukan oleh bek pinjaman Liverpool, Kostas Tsimikas, yang kehilangan bola.

Bola yang direbut tersebut lantas dimanfaatkan dalam transisi cepat. Tiago Correia menyodorkan assist kepada Haraldsson, yang menuntaskannya dengan sepakan keras tak terbendung untuk mengubah skor menjadi 0-1.

Meskipun AS Roma lebih banyak menguasai permainan sejak awal, mereka kesulitan menemukan celah di pertahanan Lille. Lini belakang Lille tampil solid, dipimpin oleh Chancel Mbemba dan Calvin Verdonk—bek yang juga memperkuat timnas Indonesia.

Baca Juga: Arsenal Sempurna di Liga Champions, Gasak Olympiakos 2-0, The Gunners Naik ke Peringkat Lima

Upaya Giallorossi untuk menyamakan kedudukan terus dilakukan. Kans terbaik mereka di babak pertama terjadi pada menit ke-35, di mana sundulan Tsimikas diblok, bola kemudian mengarah ke Matias Soule yang tembakannya terhalang.

Kemudian, tembakan Tsimikas mengenai bek lagi, dan bola liar yang dicocor Neil El Aynaoui berhasil disapu tepat di garis gawang.

Memasuki babak kedua, Roma meningkatkan intensitas permainannya. Namun, upaya mereka melalui sundulan Evan Ferguson pada menit ke-56 dan tandukan Bryan Cristante tiga menit berselang melenceng.

Tembakan jarak jauh Soule pada menit ke-74 juga berhasil dipatahkan oleh kiper Lille, Berke Ozer.

Tiga Penalti Dalam Tiga Menit

Puncak drama terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Tepat pada menit ke-81, Roma memperoleh penalti setelah wasit meninjau handball yang dilakukan oleh Aissa Mandi.

Baca Juga: Comeback Menegangkan: Gol Telat Ramos Pastikan Kemenangan Dramatis PSG atas Barcelona di Matchday Kedua Liga Champions

Artem Dovbyk maju sebagai eksekutor pertama, namun tendangannya ke arah kanan berhasil dimentahkan oleh Berke Özer.

Wasit Erik Lambrechts memutuskan penalti harus diulang karena terjadi pelanggaran encroachment, yakni pemain Lille masuk ke kotak penalti sebelum bola ditendang.

Pada percobaan kedua, Dovbyk kembali maju dan mengarahkan bola ke tempat yang sama, namun lagi-lagi Özer berhasil menggagalkannya. Penalti tersebut kembali diulang karena pelanggaran serupa dari pemain Lille.

Di percobaan ketiga, Giallorossi memutuskan untuk mengganti algojo. Giliran Matias Soule yang mengambil alih tugas eksekusi.

Baca Juga: Penalti Eks Tottenham Hotspurs Buyarkan Kemenangan Manchester City di Liga Champions 2025-2026

Sayangnya, Soule juga gagal menaklukkan Özer, yang kembali berhasil mementahkan tendangannya.

Özer, kiper muda asal Turki tersebut, keluar sebagai pahlawan yang memupus asa Roma untuk menyamakan kedudukan, dan mencatat sejarah dengan menggagalkan tiga penalti beruntun dalam kurun waktu sekitar tiga menit.

Upaya Stephan El Shaarawy pada menit ke-87 dan Manu Kone pada menit ke-92 juga tidak membuahkan hasil, memastikan Roma tidak mampu mendapatkan gol penyama hingga peluit panjang ditiup.

Aturan IFAB Membolehkan Ganti Penendang

Insiden penggantian penendang penalti di tengah pengulangan ini memunculkan banyak pertanyaan mengenai legalitasnya di sepak bola elite. Banyak yang bertanya: bolehkah sebuah tim mengganti penendang saat penalti diulang?.

Baca Juga: Persib Bandung Hajar Bangkok United 2-0 di Kandang Lawan, Uilliam Barros Tampil Gemilang di AFC Champions League Two 2025-2026

Menurut Law 14 yang dikeluarkan oleh IFAB (International Football Association Board), jawabannya adalah boleh.

Aturan tersebut menjelaskan bahwa selama pemain yang ditunjuk masih berada di lapangan saat insiden terjadi, tim berhak menunjuk siapa pun sebagai algojo.

Mantan wasit Ligue 1, Saïd Ennjimi, kepada L’Équipe, menjelaskan bahwa tidak ada batasan jumlah pergantian eksekutor yang diizinkan.

“Tim yang mendapat keuntungan dari keputusan pengulangan penalti berhak mengganti penendang sebanyak yang diinginkan, selama pemain tersebut masih berada di lapangan,” jelas Ennjimi, menegaskan legalitas keputusan tersebut.

Baca Juga: Hadapi Bangkok United Malam Ini, Persib Bandung Bertekad Bawa Pulang Tiga Poin dari Thailand pada Pertandingan Grup G ACL 2

Meskipun demikian, kasus penalti yang harus diulang hingga tiga kali dan pergantian eksekutor di tengah laga ini tergolong langka di level elite.

Kekalahan ini membuat AS Roma tertahan dengan perolehan tiga poin, sedangkan Lille kokoh dengan enam poin dari dua laga fase grup Liga Europa.

Lille berhasil menjaga catatan sempurna mereka di fase grup. Selanjutnya, AS Roma akan menghadapi Fiorentina di Serie A pada 5 Oktober 2025, sementara Lille akan bertanding melawan PSG di Ligue 1 pada 6 Oktober 2025. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#liga europa #roma #lille