Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Papaya Rules McLaren Kembali Mendapat Ujian: Norris Senggol Piastri dalam F1 Singapura

Savina Ayu Wardani • Selasa, 7 Oktober 2025 | 17:45 WIB

Dominasi McLaren dalam Formula 1 (1) tahun ini memudar dalam tiga balapan terakhir.
Dominasi McLaren dalam Formula 1 (1) tahun ini memudar dalam tiga balapan terakhir.

RADAR TULUNGAGUNG - Dominasi McLaren dalam Formula 1 (1) tahun ini memudar dalam tiga balapan terakhir.

Mclaren gagal juara dalam GP Italia (7/9), GP Azerbaijan (21/9), dan GP Singapura pada Minggu (5/10). Bahkan, insiden senggolan terjadi antara dua pembalap McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris dalam tikungan 3 lap pertama.

Aturan internal "Papaya Rules" yang melarang kontak antar pembalap tidak dijalankan dengan semestinya.

Balapan di Sirkuit Marina Bay itu dimenangi pembalap Mercedes George Russell. Dia nyaris tak tersentuh sepanjang balapan dan meraih kemenangan keduanya musim ini setelah di Montreal, Kanada, pada Juni lalu.

Baca Juga: FIA Resmi Rilis Kalender Balap Formula 1 2026, Kalender 24 Seri Siap Guncang Sirkuit Global, Australia Jadi Pembuka!

Norris yang melakukan start Impresif dari posisi kelima, sempat bersentuhan dengan Piastri yang start posisi ketiga di tikungan 3.

Sentuhan itu terjadi setelah Norris yang menyenggol bagian belakang mobil Verstappen. Piastri nyaris saja menabrak dinding karena insiden tersebut.

Setelah melakukan peninjauan, McLaren menilai Norris tidak bersalah. Itu sesuai dengan keputusan steward.

Baca Juga: Pilih 6 Bulan Rehat Usai Didepak Red Bull, Nasib Sergio Perez di Formula 1 Masih Tanda Tanya

Namun, lewat radio Piastri menilai sikap McLaren itu tidak adil. Norris masih melenggang dan tidak ada perubahan posisi diantara dua pembalap.

Meski menunjukkan kemarahan di radio, entah dari hati yang paling dalam atau terpaksa menerima, Piastri menilai McLaren telah memperlakukan kedua pembalapnya dengan adil di akhir balapan.

"Aku rasa pada akhirnya...iya," kata Piastri dikutip dari RacingNews35 terkait apakah McLaren telah bertindak adil.

Pembalap Australia itu menilai, ada momen-momen tertentu yang seharusnya bisa ditangani dengan lebih baik. "Aku sangat yakin bahwa niat tim selalu positif.

"Aku tidak khawatir soal itu. Namun jelas ada sejumlah situasi menantang tahun ini dan insiden ini adalah salah satunya," beber Piastri yang akhirnya finis keempat atau satu posisi di belakang Norris di Singapura.

Di sisi lain, Norris menilai jika dia memang bertindak agresif dalam situasi tersebut. "Jika aku tidak melakukannya, maka aku tidak akan pernah menyalip karena (Singapura) sulit untuk overtake" kata Norris dikutip dari The Race.

"Aku (juga) menyenggeol Max (Verstappen, pembalap Red Bull Racing, Red), jadi, aku tidak melakukan tindakan agresif pada rekan setimku," imbuh pembalap Inggris tersebut.

Baca Juga: Dilema Regulasi Baru yang Akan Menentukan Formula 1 Musim 2025

Sementara itu, Kepala Tim McLaren Andrea Stella mengatakan bahwa kondisi tim memang sempat "memanas" karena Piastri kesal karena disenggol Norris.

Namun, Stella menyebut bahwa semuanya sudah normal setelah balapan. "Oscar menyampaikan beberapa pernyataan saat berada di dalam mobil, tetapi itulah karakter yang kami inginkan dari para driver kami.

Mereka harus menyatakan posisi mereka dengan tegas," tuturnya. Terlepas dari itu, McLaren berhasil mengunci gelar juara konstruktor di Singapura. Itu jadi gelar konstruktor beruntun kali pertama bagi McLaren sejak winning streak pada 1988-1991. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Oscar Piastri #lando norris #Formula 1 (F1) #senggol