RADAR TULUNGAGUNG - Balapan sengit dalam ajang MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, baru saja rampung dan sukses melahirkan juara baru, yakni rookie Fermin Aldeguer dari Gresini Racing Team.
Kemenangan Aldeguer ini sekaligus meneruskan catatan tren istimewa di mana MotoGP Mandalika kembali mencetak juara baru untuk edisi tahun ini, melanjutkan pola yang sudah ada sejak pertama kali masuk kalender balap dunia pada 2022.
Sayangnya, gelaran MotoGP Mandalika kali ini harus ditutup dengan berita pahit bagi juara dunia Marc Marquez yang kembali terlibat crash hingga dikabarkan mengalami patah tulang bahu saat balapan belum genap satu putaran.
Pebalap rookie Fermin Aldeguer, yang berasal dari Gresini Racing Tim, tampil sebagai juara pada MotoGP Mandalika 2025, menandai titel pertamanya di musim ini.
Dalam balapan yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada Minggu (5/10/2025) siang WIB, Aldeguer berhasil menunjukkan dominasinya. Ia mulai memimpin balapan sejak putaran ke-8 setelah berhasil menyalip Pedro Acosta yang melebar.
Setelah merebut posisi terdepan, rider Gresini Racing itu perlahan melebarkan jaraknya. Aldeguer yang tampil dominan di depan saat balapan bisa unggul sampai sembilan detik dari para pesaingnya.
Meskipun laporan lain menyebut keunggulannya mencapai 2,5 detik di depan pada pertengahan lomba dan enam detik saat memasuki putaran ke-16. Aldeguer akhirnya menjadi pebalap pertama yang berhasil menyentuh garis finis.
Keberhasilan Aldeguer juga menjadi momen manis bagi tim satelit Gresini, karena duo rider-nya, Fermin Aldeguer dan Alex Marquez, sukses meraih podium di Sirkuit Mandalika.
Alex Marquez menempati posisi ketiga, sementara posisi kedua podium berhasil diamankan oleh Pedro Acosta dari Red Bull KTM.
Perebutan posisi kedua dalam balapan MotoGP Mandalika 2025 terbilang sangat sengit. Setelah Aldeguer melesat dominan di depan, Acosta dan Luca Marini terlibat duel sengit memperebutkan posisi kedua. Pada putaran ke-15, Raul Fernandes sempat mencoba melewati Marini.
Dalam persaingan tersebut, Alex Rins mengambil kesempatan dan berhasil menyelinap, melesat ke posisi ketiga, membuat Marini dalam sekejap turun ke posisi kedelapan.
Memasuki putaran ke-16, Alex Rins terus memberikan tekanan kepada Acosta. Rins akhirnya menyalip Acosta di putaran ke-19 untuk merebut posisi kedua.
Baca Juga: Dua Tim Esports Indonesia Siap Berlaga di Puncak Dunia Free Fire: Menuju FFWS Global Final 2025
Namun, drama belum berakhir, karena di putaran ke-22, Alex Marquez menyalip Rins dan menempati posisi kedua, sementara Rins mulai kesulitan dan melorot ke posisi keenam.
Pada putaran ke-23, Pedro Acosta perlahan naik kembali, menyalip Alex Marquez, dan berhasil merebut posisi kedua, yang ia pertahankan hingga akhir balapan.
Hasil akhir menunjukkan Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Ducati (GP24)) di posisi pertama, diikuti Pedro Acosta (Red Bull KTM (RC16)) di posisi kedua, dan Alex Marquez (BK8 Gresini Ducati (GP24)) di posisi ketiga.
Kecelakaan Tragis Marc Marquez dan Patah Tulang Bahu
Sementara duo Gresini berpesta di podium, duo Ducati harus menelan pil pahit. Marc Marquez, yang berstatus sebagai juara dunia MotoGP 2025, gagal menyelesaikan balapan (DNF).
Baca Juga: Jadwal Pekan Ke-8 BRI Super League Resmi Digeser ke Akhir Tahun 2025, Demi Dukungan ke Timnas Garuda
Marquez terkapar di tikungan ketujuh saat balapan belum genap satu putaran, setelah ia terjatuh akibat disundul oleh Marco Bezzecchi dari belakang. Insiden ini menyebabkan The Baby Alien terseret dan terpelanting ke gravel.
Akibat insiden tersebut, Marc Marquez diketahui mengalami cedera serius berupa patah tulang bahu kanan.
Marquez, yang terlihat kesakitan memegang tangan kanannya, kabarnya langsung terbang ke Spanyol untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ia menyebut akan segera terbang ke Kota Madrid untuk pemeriksaan menyeluruh karena merasa ada ligamen yang robek, dan ia tidak bisa mengatakan "saya baik-baik saja".
Meskipun harus menepi karena cedera, Marquez menunjukkan sikap sportivitas. Ia memaafkan Marco Bezzecchi yang sudah mendatanginya dan meminta maaf atas insiden di lintasan.
Marquez menjelaskan bahwa hal-hal seperti ini biasa terjadi dalam balapan, dan ia mengatakan insiden tersebut bisa menimpa siapa saja.
Ia mengakui bahwa Bezzecchi cukup kencang sepanjang akhir pekan sebelum akhirnya menabrak roda belakangnya.
Nasib kurang beruntung juga dialami rider Ducati lainnya, Francesco Bagnaia. Bagnaia tampil kurang meyakinkan sejak awal, duduk di posisi ke-16 dan kesulitan naik ke depan.
Saat memasuki putaran ke-10 (atau lap kesembilan menurut sumber lain), Bagnaia terjatuh (lowside) di tikungan ke-17.
Bagnaia tampak tidak percaya dengan apa yang dialaminya, dan seperti Marquez, ia juga tidak finis di Mandalika.
Tren Juara Baru di MotoGP Mandalika Berlanjut
Kemenangan Fermin Aldeguer di Sirkuit Mandalika melanjutkan tren unik di mana setiap tahun, selalu muncul juara baru di Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Sejak masuk kalender MotoGP pada 2022, belum ada satu pun pembalap yang mampu meraih gelar juara dua kali, baik secara beruntun maupun tidak.
Saat edisi perdana di 2022, Miguel Oliveira keluar sebagai pemenang. Selanjutnya, Pecco Bagnaia menjadi juara di tahun 2023, diikuti oleh Jorge Martin pada edisi tahun lalu. Aldeguer meneruskan pola ini pada tahun 2025.
Tren juara baru ini bahkan terjadi di kelas Moto2 dan Moto3 di MotoGP Mandalika. Balapan di Mandalika ini merupakan seri ke-18 dari 22 seri yang digelar musim ini.
Setelah drama yang terjadi di Lombok Tengah, balapan berikutnya dijadwalkan akan berlangsung di MotoGP Australia pada 19 Oktober mendatang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana