Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Juara Bertahan Arsenal Tumbang di Hadapan Lyon di Laga Pembuka Liga Champions Wanita UEFA, Tekanan Pelatih Renee Sleger Bertambah

Andhika Dwi Pangestu • Rabu, 8 Oktober 2025 | 18:45 WIB

UWCL: Juara bertahan Arsenal tumbang 1-2 oleh Lyon. Kesalahan kiper/lini belakang dihukum dwigol cepat Dumornay (instagram/arsenalwfc)
UWCL: Juara bertahan Arsenal tumbang 1-2 oleh Lyon. Kesalahan kiper/lini belakang dihukum dwigol cepat Dumornay (instagram/arsenalwfc)

RADAR TULUNGAGUNG - Arsenal, sang juara bertahan Liga Champions Wanita UEFA (UWCL), memulai kampanye fase grup mereka dengan kekalahan mengecewakan 1-2 di kandang sendiri melawan Olympique Lyonnais (Lyon) pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Meskipun sempat unggul cepat melalui gol Alessia Russo di menit ketujuh, The Gunners, sebutan untuk tim Arsenal, harus melihat keunggulan itu dibalikkan dalam waktu lima menit akibat dwigol cepat dari Melchie Dumornay.

Kekalahan ini memperpanjang tren tanpa kemenangan terbaru bagi Arsenal menjadi empat pertandingan berturut-turut di semua kompetisi, menambah tekanan pada pelatih kepala Renee Slegers untuk mengembalikan momentum tim.

Kekalahan ini menandai awal yang buruk bagi Arsenal di fase liga kompetisi UWCL, format baru yang diterapkan untuk pertama kalinya musim ini yang melibatkan 18 tim.

Baca Juga: Drama Patah Tulang dan Kemenangan Rookie Fermin Aldeguer Warnai Gelaran MotoGP Mandalika 2025

Pertandingan yang digelar di Meadow Park (Mangata Pay UK Stadium) ini mempertemukan kembali dua tim yang terakhir bertemu di semifinal musim lalu, di mana Arsenal menang agregat 5-3.

Mencari cara untuk mengakhiri tren kemenangan tim tamu, Arsenal memulai laga dengan agresif dan cepat, menghasilkan gol pembuka pada peluang pertama mereka di menit ketujuh.

Beth Mead melakukan footwork cepat setelah berhasil melewati tekel di tepi area, sebelum mengirim umpan kepada Alessia Russo yang menyelesaikannya dengan tenang melewati kiper Christiane Endler.

Namun, keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama. Melchie Dumornay, gelandang asal Haiti berusia 22 tahun, dengan cepat membalikkan keadaan bagi Lyon, yang merupakan raksasa Prancis dan delapan kali pemenang kompetisi ini.

Baca Juga: Papaya Rules McLaren Kembali Mendapat Ujian: Norris Senggol Piastri dalam F1 Singapura

Dwigol Dumornay terjadi dalam rentang waktu lima menit, di mana ia memanfaatkan kesalahan loose passing (umpan yang longgar) dari lini belakang Arsenal.

Gol pertama Lyon di menit ke-18 adalah "hadiah" setelah kiper Arsenal, Daphne van Domselaar, salah mengumpan saat mencoba playing out from the back, menyerahkan bola langsung kepada Dumornay.

Meskipun tembakan awal Dumornay sempat diselamatkan, ia berhasil memasukkan bola pantulan ke gawang kosong.

Momentum beralih total ketika Dumornay mencetak gol kedua di menit ke-23. Setelah Arsenal gagal membersihkan bola lagi, bola jatuh ke kaki Dumornay di tepi area penalti,

dan kali ini ia melepaskan tembakan keras kaki kiri yang melesat tinggi ke gawang tanpa bisa dijangkau Van Domselaar.

Baca Juga: Target Kemenangan, Timnas Indonesia Optimistis Hadapi Arab Saudi di Laga Perdana Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Mantan penyerang Leeds dan Inggris, Sue Smith, berpendapat bahwa begitu kesalahan kiper terjadi, Lyon mendapatkan kepercayaan diri dan momentum, membuat Arsenal kesulitan mendapatkan pijakan kembali dalam permainan.

Arsenal dideskripsikan oleh Nikita Parris, mantan penyerang Inggris, sebagai "masters of their own downfall" (dalang kehancuran mereka sendiri) karena tidak boleh membuat dua kesalahan seperti itu di level tertinggi.

Parris juga mencatat bahwa meskipun lini depan Arsenal memberikan segalanya secara defensif, mereka "misfiring" secara ofensif dan kurang dalam umpan akhir, crossing, atau tembakan.

Setelah unggul, Lyon mendominasi pertandingan. Statistik pertandingan menunjukkan Lyon lebih unggul dalam penguasaan bola (55,4% berbanding 44,6%) dan tembakan (22 berbanding 11, dengan 9 tepat sasaran berbanding 5 milik Arsenal).

Baca Juga: Dejan/Bernadine Juara Al Ain Masters 2025, Ganda Campuran Indonesia Sukses Raih Gelar Perdana di Level Internasional BWF World Tour

Kiper Arsenal, Van Domselaar, sebenarnya membuat sembilan penyelamatan, mencegah skor menjadi lebih timpang.

Masalah Taktis Tanpa Williamson

Sejumlah pengamat menyoroti absennya Leah Williamson, yang saat ini menepi karena cedera lutut dan diharapkan kembali sebelum Natal.

Tanpa Williamson, Parris berpendapat bahwa Arsenal kehilangan seseorang yang mampu memberikan umpan cut-through dari jantung tim, yang penting untuk membangun momentum serangan.

Tanpa dirinya, tim harus "rejig" (menata ulang) cara mereka membangun serangan secara ofensif untuk mempertahankan possession lebih tinggi, karena Lyon sangat efektif dalam transisi cepat.

Pendukung tim bahkan berkomentar bahwa tanpa Williamson, tim Arsenal terlihat "disjointed" (terputus-putus) dan sangat lemah pada bagian spine tim.

Baca Juga: Dua Tim Esports Indonesia Siap Berlaga di Puncak Dunia Free Fire: Menuju FFWS Global Final 2025

Meskipun Arsenal berusaha keras mencari gol penyeimbang—dengan Caitlin Foord hampir mencuri hasil imbang di menit akhir—mereka gagal menemukan terobosan.

Reaksi Tim dan Laga Selanjutnya

Alessia Russo, pencetak gol Arsenal yang juga dinobatkan sebagai Player of the Match Arsenal dengan rating rata-rata 6.55, mengakui kekecewaan tim dan perlunya fokus pada standar mereka.

Russo menyebut tim sedang dalam "blip" tetapi harus mengambil akuntabilitas atas kesalahan mereka. Dia menambahkan bahwa sebagai juara bertahan, Arsenal memiliki "target on their back" (menjadi sasaran) dan harus menggunakan hal itu sebagai motivasi.

Baca Juga: Jadwal Pekan Ke-8 BRI Super League Resmi Digeser ke Akhir Tahun 2025, Demi Dukungan ke Timnas Garuda

Kapten Arsenal, Kim Little, yang mencatatkan penampilan ke-78 di Liga Champions (memecahkan rekor klub), menyatakan kekecewaan karena tidak mendapatkan hasil yang diinginkan untuk memulai kampanye mereka.

Little mencatat bahwa format liga baru yang dimainkan melawan enam tim berbeda berarti setiap pertandingan adalah "cup final".

Pelatih kepala Arsenal, Renee Slegers, yang melakukan lima perubahan pada tim yang kalah di WSL akhir pekan sebelumnya, kini dihadapkan pada tugas berat untuk menghentikan tren tanpa kemenangan ini.

Baca Juga: Kemenangan Berharga Real Betis di Huvepharma Arena : Los Verdiblancos Tekuk Ludogorets 2-0 pada Lanjutan Liga Europa

Setelah kekalahan ini, Arsenal menempati posisi ke-17 di klasemen Liga Champions Wanita dengan nol poin, sementara Lyon berada di posisi kedua dengan tiga poin.

Jadwal selanjutnya bagi The Gunners adalah menghadapi Brighton di WSL di Emirates Stadium pada hari Minggu.

Setelah itu, mereka akan melakukan perjalanan tandang ke Benfica dalam lanjutan Liga Champions pada Kamis, 16 Oktober. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#lyon #liga champions wanita #arsenal #uefa