RADAR TULUNGAGUNG - Mantan pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, secara tegas membantah semua kabar yang menyebutkan dirinya akan kembali menukangi skuad Garuda menggantikan Patrick Kluivert.
Nama Shin Tae-yong muncul kembali ke permukaan sebagai kandidat kuat suksesor Patrick Kluivert setelah kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 dan desakan publik yang kuat.
Bantahan ini muncul tak lama setelah Shin Tae-yong sendiri baru saja dicopot dari jabatannya sebagai pelatih Ulsan HD, klub Liga Korea Selatan, dan kini berstatus tanpa klub.
Klarifikasi Langsung dari STY
Kabar burung mengenai kembalinya pelatih berusia 55 tahun (sumber lain menyebut 54 tahun) ini rupanya telah sampai ke telinga pria asal Korea Selatan tersebut.
Dalam wawancara dengan media Korea Selatan, KBS, Shin Tae-yong menegaskan posisinya. Ia menyatakan bahwa rumor terbaru tentang penunjukan kembalinya dirinya ke Indonesia adalah "sepenuhnya salah".
Klarifikasi ini ia sampaikan di tengah situasi genting yang melanda kursi kepelatihan Timnas Indonesia saat ini.
Di Korea Selatan, Shin Tae-yong juga membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya bahwa kegagalannya di Ulsan HD disebabkan oleh taktiknya yang sudah tidak lagi berjalan.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Islandia Tahan Imbang Prancis 2-2 dalam Laga Penuh Drama
Kluivert di Ujung Tanduk Setelah Kegagalan Piala Dunia 2026
Nama Shin Tae-yong disebut-sebut sebagai salah satu suksesor yang mungkin menggantikan Patrick Kluivert apabila pelatih asal Belanda itu dipecat.
Spekulasi ini muncul karena Patrick Kluivert saat ini memang tengah menghadapi tuntutan yang sangat kuat dari masyarakat Indonesia untuk segera mundur dari jabatannya.
Tuntutan pengunduran diri tersebut semakin menguat setelah Patrick Kluivert gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Indonesia terpaksa mengubur mimpi berpartisipasi di Piala Dunia setelah tersingkir di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, menyusul kekalahan 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak.
Kluivert, yang merupakan eks pemain Ajax Amsterdam, dinilai banyak melakukan eksperimen taktik yang merugikan Timnas Indonesia, terutama dalam laga-laga krusial.
Kegagalan Kluivert juga disoroti oleh media Belanda. Bahkan, manajer Timnas Indonesia secara tegas menyatakan bahwa Kluivert harus menjadi sasaran utama evaluasi PSSI usai kegagalan ke Piala Dunia 2026.
Hingga saat ini, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) masih belum mengambil keputusan resmi terkait masa depan Patrick Kluivert. Namun, nasib pelatih tersebut direncanakan akan segera dibahas dalam rapat Exco dalam waktu dekat.
Kejutan Pemecatan Shin Tae-yong dari Ulsan HD
Ketersediaan Shin Tae-yong di pasar pelatih menjadi faktor utama yang memicu rumor kepulangannya. Tak lama setelah Timnas Indonesia dipastikan gagal lolos dan Kluivert mendapat tekanan, Shin Tae-yong juga dicopot dari kursi pelatih Ulsan HD.
Baca Juga: Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Ketua PSSI Erick Thohir Sampaikan Permintaan Maaf Mendalam
Ulsan HD memutuskan untuk memecat Shin Tae-yong dari posisi pelatih kepala menyusul tren negatif yang mereka alami dalam sepuluh pertandingan terakhir.
Manajemen klub Ulsan HD menyebut masalah komunikasi sebagai sebab pencopotan pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Shin Tae-yong sendiri mengakui, dalam wawancaranya, bahwa kegagalannya di Ulsan HD disebabkan oleh kurangnya pemahaman dirinya tentang urusan internal klub.
Publik sepak bola Indonesia melihat momentum ini sebagai "Pucuk di cinta ulam pun tiba". Masyarakat sangat berharap agar PSSI dapat mempertimbangkan Shin Tae-yong untuk kembali melatih Timnas Indonesia.
Kerinduan Penggemar dan Rekam Jejak Gemilang
Kerinduan penggemar terhadap Shin Tae-yong begitu besar, terutama karena ia dianggap berjasa besar mendongkrak performa Timnas Indonesia sejak membesut Garuda pada tahun 2020.
Bahkan, luapan kerinduan tersebut terekam jelas di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi. Ketika Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Irak, ribuan penggemar yang menonton langsung meneriakkan nama Shin Tae-yong (STY) saat timnya tertinggal.
Rekam jejak Shin Tae-yong selama melatih Timnas Indonesia memang patut diacungi jempol dan menjadi alasan utama mengapa publik menginginkan kembalinya ia. Pencapaiannya meliputi:
Lolos Piala Asia Senior
Sejak ditunjuk pada Desember 2019, ia berhasil membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia dua kali berturut-turut melalui jalur kualifikasi.
Ia juga berhasil membawa Timnas Indonesia mencapai fase gugur (16 besar) Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya dalam sejarah.Prestasi Kualifikasi Dunia
Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas Indonesia mencapai ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Sukses Kelompok Usia
Ia sukses mengantarkan tiga kelompok usia Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia. Di level U-23, pada keikutsertaan perdana di Piala Asia U-23 2024, STY berhasil membawa tim mencapai babak semifinal.
Baca Juga: 9 Kali Juara Dunia! Marc Marquez Akhirnya Samai Rekor Gelar Valentino Rossi di MotoGP dan Grand Prix
Kemenangan Bersejarah
Di bawah tangan dinginnya, Timnas Indonesia juga mencatat kemenangan pertama atas Arab Saudi dengan skor 2-0 pada November 2024.
Meskipun Shin Tae-yong telah membantah rumor kembali ke Tanah Air, publik masih menanti keputusan resmi PSSI terkait masa depan Patrick Kluivert.
Sementara itu, desakan agar PSSI mencari pelatih kelas dunia lainnya yang memiliki track record baik, seperti Zinedine Zidane atau Xavi, juga sempat muncul. ****
Editor : Dharaka R. Perdana