Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Maroko U-20 Ukir Sejarah, Raih Gelar Juara Piala Dunia U-20 2025 Setelah Tundukkan Argentina 2-0

Andhika Dwi Pangestu • Senin, 20 Oktober 2025 | 21:25 WIB

Maroko U-20 juarai Piala Dunia U-20 2025. Menang 2-0 atas Argentina, dengan 2 gol dari Yassir Zabiri (instagram/equipedumaroc)
Maroko U-20 juarai Piala Dunia U-20 2025. Menang 2-0 atas Argentina, dengan 2 gol dari Yassir Zabiri (instagram/equipedumaroc)

RADAR TULUNGAGUNG - Tim Nasional Maroko U-20 berhasil mencatatkan prestasi monumental dengan menjuarai Piala Dunia U-20 2025 setelah membungkam tuan rumah Argentina dengan skor meyakinkan 2-0 di Santiago, Cile.

Keberhasilan dramatis ini merupakan kemenangan Piala Dunia pertama bagi Maroko U-20 di level usia mana pun sepanjang sejarah sepak bola negara tersebut, menegaskan keberhasilan sepak bola Maroko setelah tim senior mencapai semifinal Piala Dunia 2022.

Kemenangan ini tak lepas dari peran krusial bintang muda Yassir Zabiri, yang merupakan produk unggulan dari Akademi Sepak Bola Muhammad VI, yang menjadi fondasi utama perkembangan talenta Maroko U-20.

Dominasi Yassir Zabiri Tentukan Gelar

Pertandingan final Piala Dunia U-20 2025 mempertemukan dua kekuatan besar, Timnas Maroko melawan raksasa Amerika Selatan, Argentina, yang berlangsung pada Senin dini hari WIB (20/10/2025) di Santiago, Cile.

Baca Juga: Jonatan Christie Guncang Denmark Open 2025: Raih Gelar Juara Tunggal Putra, Fajar/Fikri Runner-up

Dalam duel krusial yang menentukan siapa pemegang trofi tahun ini, tim muda asal Afrika Utara itu tampil dengan penuh percaya diri dan berhasil menumbangkan Argentina 2-0.

Pahlawan utama kemenangan bersejarah ini adalah striker andalan mereka, Yassir Zabiri. Pemain yang kini merumput di klub Portugal, Famalicão, tersebut, mencetak sepasang gol atau dua gol penentu kemenangan di babak pertama.

Gol pembuka Maroko lahir pada menit ke-12 melalui eksekusi tendangan bebas yang indah. Gol fantastis ini memberi Maroko keunggulan cepat dan meningkatkan kepercayaan diri tim.

Tidak butuh waktu lama bagi Zabiri untuk menggandakan keunggulan. Gol kedua Maroko tercipta pada menit ke-29, di mana Zabiri berhasil menyelesaikan serangan dengan klinis di dalam kotak penalti.

Dua gol tersebut sudah cukup untuk mengamankan keunggulan 2-0 saat jeda, dan skor tersebut bertahan hingga peluit akhir, memastikan Maroko meraih gelar juara.

Baca Juga: Kalle Rovanpera Membidik Formula 1 Setelah Merasakan Juara Dunia Reli

Konteks Sejarah dan Pembinaan

Kemenangan Maroko ini bukan sekadar raihan trofi semata, melainkan sebuah penegasan atas keberhasilan sistem pembinaan sepak bola di negara tersebut.

Keberhasilan tim Maroko U-20 ini mengikuti jejak tim senior yang membuat kejutan besar dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dengan hasil ini, Maroko juga mencatatkan sejarah sebagai negara Afrika pertama yang berhasil memenangkan gelar Piala Dunia U-20 sejak Ghana melakukannya pada tahun 2009.

Sementara itu, bagi Argentina, kekalahan 2-0 di final ini menjadi kekalahan pertama mereka sepanjang turnamen. Argentina sendiri merupakan negara yang mengincar gelar Piala Dunia U-20 yang ketujuh.

Baca Juga: Mercedes Pertahankan Line-up Pembalap untuk F1 2026, Russell Kembali Ditemani Antonelli

Tim Argentina yang tampil di final ini diketahui kehilangan dua pemain terbaik mereka di kelompok usia ini, yakni Claudio Echeverri dari Bayer Leverkusen dan Franco Mastantuono dari Real Madrid.

Tim senior Argentina sendiri merupakan juara bertahan Piala Dunia dan sudah lolos ke Piala Dunia 2026.

Akademi Muhammad VI: Pabrik Talenta Juara Dunia

Yassir Zabiri, bintang kemenangan Maroko, adalah contoh nyata produk terbaik yang dihasilkan oleh Akademi Sepak Bola Muhammad VI.\

Akademi ini merupakan pusat pengembangan talenta muda yang didirikan atas inisiatif Raja Muhammad VI, yang dikenal sangat peduli terhadap kemajuan sepak bola nasional Maroko.

Raja Muhammad VI telah memimpin Maroko sejak 23 Juli 1999 dan menjadi motor utama pembangunan pusat pelatihan berkelas dunia yang berlokasi di Salé, dekat Rabat, dan resmi dibuka pada tahun 2010.

Baca Juga: Kluivert Out, STY Come Back? Andre Rosiade Mendesak PSSI Segera Tunjuk Shin Tae-yong, Solusi Efisien untuk Masa Depan Timnas Indonesia

Akademi Sepak Bola Muhammad VI kini telah menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan sepak bola modern di Maroko. Dari akademi inilah lahir nama-nama besar yang kini menjadi pilar Timnas senior, seperti Youssef En-Nesyri, Nayef Aguerd, dan Azzedine Ounahi.

Keberhasilan berkesinambungan ini membuat Presiden FIFA Gianni Infantino pernah menempatkan Akademi Sepak Bola Muhammad VI sebagai tiga besar akademi terbaik di dunia.

Kisah perjalanan Yassir Zabiri semakin mempertegas keberhasilan sistem pembinaan tersebut. Pemain yang lahir pada 23 Februari 2005 itu kini bermain untuk Famalicão, Portugal, yang dikontraknya hingga tahun 2028.

Nilai transfer Zabiri diperkirakan mencapai Rp 10,5 miliar. Sebelum bermain di Eropa pada tahun 2024, Yassir sempat memulai karier profesional bersama klub lokal Union Tourga Sportif pada tahun 2023.

Baca Juga: PSSI Resmi Putus Kontrak Patrick Kluivert dan Jajaran Staf Kepelatihan, Buntut Gagal Total di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Yassir Zabiri sendiri telah melakoni debut di Timnas Maroko U-20 pada 16 Mei 2023. Sejak debut tersebut, ia telah mengumpulkan 30 pertandingan dengan total torehan 19 gol.

Dua gol krusial yang ia cetak melawan Argentina di final Piala Dunia U-20 menjadi puncak dari investasi jangka panjang yang dilakukan Maroko dalam pembinaan pemain muda mereka.

Baca Juga: Hasil Imbang Kontra Irak 0-0, Timnas Arab Saudi Kunci Tiket Tampil di Piala Dunia 2026

Maroko kini membuktikan bahwa visi besar melalui akademi yang terencana mampu melahirkan talenta yang tidak hanya sukses di tingkat domestik, tetapi juga mampu menaklukkan panggung dunia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#u-20 #maroko #piala dunia #juara dunia