Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ketua Umum PSSI Erick Thohir Minta Publik Move On dari Masa Lalu dan Pulihkan Kepercayaan Internasional

Andhika Dwi Pangestu • Senin, 27 Oktober 2025 | 02:24 WIB

Erick Thohir: Pulihkan kepercayaan internasional usai gagal Piala Dunia 2026 dan hoaks media nasional
Erick Thohir: Pulihkan kepercayaan internasional usai gagal Piala Dunia 2026 dan hoaks media nasional

RADAR TULUNGAGUNG – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meminta kepada publik sepak bola nasional untuk segera move on dari pembahasan mengenai dua pelatih terdahulu, Shin Tae-yong (STY) dan Patrick Kluivert, karena keduanya sudah menjadi bagian dari masa lalu federasi.

Erick Thohir menekankan bahwa federasi saat ini sedang berfokus untuk mencari sosok pelatih kepala baru yang dinilai lebih baik dari sebelumnya serta mampu memenuhi target jangka pendek dan jangka panjang yang telah dipasang.

Selain urusan teknis pergantian pelatih, Erick Thohir juga menegaskan bahwa fokus utama PSSI saat ini adalah memulihkan kepercayaan dunia terhadap sepak bola Indonesia di tengah sorotan media internasional dan AFC akibat sejumlah insiden.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Jakarta pada Jumat (24/10/2025), menanggapi ramainya permintaan publik yang mengharapkan kembalinya Shin Tae-yong untuk menukangi Tim Nasional Indonesia.

Baca Juga: Good Boy, Film Horor dengan Sudut Pandang Hewan Peliharaan: Kesetiaan Seekor Anjing saat Suasana Mencekam

Erick Thohir memastikan bahwa kembalinya STY adalah hal yang tidak akan terjadi. PSSI telah memutuskan untuk mencari pelatih baru setelah STY diganti Kluivert, yang pada akhirnya Kluivert juga telah dipecat oleh PSSI.

Meskipun keduanya kini telah menjadi masa lalu, Erick Thohir memastikan bahwa PSSI tidak menutup mata atas sumbangsih yang pernah diberikan oleh Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

Erick Thohir menyatakan apresiasi terhadap apa yang telah diberikan Coach STY, sambil mempelajari kekurangannya.

Hal yang sama juga berlaku untuk Coach Patrick Kluivert, di mana PSSI juga mempelajari kekurangannya dalam rangka mencari pelatih baru yang memiliki track record lebih baik dan lebih pas untuk mewujudkan impian Timnas Indonesia.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Olahraga Gimnastik, Dari Tradisi Yunani Kuno hingga Arena Modern

PSSI saat ini memang ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik, terutama setelah mimpi Indonesia untuk melaju ke Piala Dunia gagal. Erick Thohir menyebutkan bahwa kegagalan Timnas Indonesia untuk melaju ke Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama.

Kegagalan ini terjadi di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang terlaksana di Arab Saudi, di mana skuad Garuda harus berjuang di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak.

Timnas Indonesia, dengan Marc Klok dkk, menderita dua kekalahan pahit, yakni tumbang dari Arab Saudi dengan skor 2-3 dan kalah dari Irak dengan skor 0-1. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia tidak hanya gagal menuju Piala Dunia 2026, tetapi juga harus finis sebagai juru kunci.

Kegagalan tersebut menciptakan gelombang kekecewaan di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air, bahkan tidak sedikit yang meminta Erick Thohir untuk melepaskan jabatannya sebagai Ketum PSSI.

Baca Juga: Jelang Formula 1 Meksiko Akhir Pekan Ini, Verstappen Bisa Lanjutkan Momentum Kegemilangannya

PSSI dinilai telah melakukan kesalahan besar dengan memecah belah Shin Tae-yong dan kemudian menunjuk Patrick Kluivert. Meskipun demikian, PSSI memastikan akan mencari pelatih Timnas Indonesia yang lebih baik dari Shin Tae-yong.

Di tengah situasi yang menuntut perbaikan reputasi ini, Erick Thohir menegaskan bahwa federasi tidak bisa terburu-buru dalam menunjuk pelatih baru.

Ia menilai, mencari pelatih baru adalah prioritas, namun upaya tersebut harus diimbangi dengan upaya memulihkan kepercayaan dunia terhadap sepak bola Indonesia.

Erick Thohir menjelaskan bahwa ada dua peristiwa terakhir yang menjadi perhatian serius dan berdampak negatif pada citra sepak bola Indonesia di mata internasional.

Baca Juga: Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade Terhenti Akibat Tolak Atlet Israel, Ini KOI dan Kemenpora

Pertama, berakhirnya kerja sama dengan tim kepelatihan Patrick Kluivert, yang terjadi setelah kegagalan di putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kedua, maraknya pemberitaan tidak valid atau hoaks yang disebarkan oleh sejumlah media nasional mengenai kabar keluarnya Jepang, Korea, dan Irak dari AFC.

Informasi palsu tanpa sumber jelas itu sempat menjadi sorotan media asing dan pejabat AFC, karena dinilai mencederai kredibilitas pemberitaan sepak bola Indonesia.

Erick Thohir merasa perlu menjelaskan kepada komunitas sepak bola internasional apa yang sebenarnya terjadi, sekaligus berupaya mengembalikan kepercayaan mereka terhadap Indonesia.

Baca Juga: Persib Bandung Libas Selangor FC 2-0 dan Kuasai Puncak Grup G AFC Champions League 2

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, yang mendampingi Erick Thohir, menambahkan bahwa isu hoaks tersebut bahkan menimbulkan pertanyaan langsung dari sejumlah anggota AFC.

Peristiwa ini terjadi saat delegasi Indonesia menghadiri ajang AFC Awards di Riyadh, Arab Saudi. Yunus menjelaskan bahwa Media AFC memantau pemberitaan dari Indonesia,

dan banyak pihak di Riyadh yang menanyakan kebenaran kabar tersebut sambil mempertanyakan sumbernya, karena mereka menganggap pemberitaan di tanah air bisa menyesatkan.

Erick Thohir menekankan bahwa dua insiden tersebut harus menjadi pembelajaran penting. Reputasi sepak bola tidak hanya dibangun melalui hasil pertandingan, tetapi juga lewat integritas dan komunikasi publik yang bertanggung jawab.

Baca Juga: IOC Beri Sanksi Tegas kepada Indonesia, Larang Penyelenggaraan Ajang Olahraga Internasional di Tanah Air

Ia menegaskan bahwa satu kesalahan informasi dapat merusak citra Indonesia yang mulai diperhitungkan di Asia, dan kepercayaan internasional harus dijaga serta dibangun bertahap.

Meskipun fokus utama PSSI saat ini adalah mencari yang lebih baik, Erick Thohir juga memastikan bahwa prestasi pelatih domestik seperti Coach Indra Sjafri tidak diabaikan, mengingat Coach Indra sukses membawa emas SEA Games setelah 32 tahun penantian.

Selain itu, Erick Thohir juga meminta publik agar tidak melakukan bully atau rasisme terhadap pemain Timnas Indonesia.

Baca Juga: Pesta Gol Dramatis di Emirates: Arsenal Bungkam 'Pembuat Kasur' Atletico Madrid 4-0, Gyokeres Jadi Pemain Terbaik

Saat ini, PSSI terus berupaya keras untuk memastikan sosok pelatih baru yang akan datang adalah yang terbaik, dengan track record, target, dan visi jangka pendek maupun panjang yang jelas. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#move on #erick thohir #pssi