Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Real Madrid Menang, Bernabeu Mendidih! El Clasico Pecah Dua Kali, dari Pelanggaran Brutal Pedri hingga Lamine Yamal Nyaris Dihajar Courtois

Andhika Dwi Pangestu • Senin, 27 Oktober 2025 | 17:50 WIB

Madrid menang 2-1. El Clasico memanas, Pedri dikartu merah, ricuh adu mulut Yamal vs Carvajal dkk usai laga
Madrid menang 2-1. El Clasico memanas, Pedri dikartu merah, ricuh adu mulut Yamal vs Carvajal dkk usai laga

RADAR TULUNGAGUNG - Laga klasik bertajuk El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona kembali menyajikan drama panas, tidak hanya di atas lapangan tetapi juga hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 2-1 yang diraih Real Madrid dalam laga El Clasico ini harus dinodai oleh dua insiden keributan yang melibatkan para pemain dari kedua kubu, menunjukkan tingginya tensi rivalitas abadi tersebut.

Suasana El Clasico yang penuh drama dan emosi tersebut akhirnya ditutup dengan kemenangan Real Madrid, setelah mengamankan tiga poin berkat gol dari Kylian Mbappe dan Jude Bellingham yang hanya mampu dibalas oleh satu gol Fermin Lopez.

Pertandingan lanjutan La Liga atau Liga Spanyol 2025/2026 yang mempertemukan Real Madrid dan Barcelona ini berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada Minggu (26/10/2025) malam WIB. Real Madrid sukses meraih kemenangan penting dengan skor akhir 2-1.

Gol kemenangan Los Blancos dicetak oleh bintang Prancis, Kylian Mbappe, dan gelandang Inggris, Jude Bellingham. Sementara itu, Barcelona hanya mampu membalas lewat satu gol yang dicetak oleh Fermin Lopez.

Baca Juga: Peringatan 10 Tahun Sepang Clash: MotoGP Rilis Video Dokumenter Insiden Panas Valentino Rossi vs Marc Marquez

Ketiga gol dalam pertandingan berintensitas tinggi tersebut dilaporkan tercipta di babak pertama. Dengan hasil ini, klasemen Liga Spanyol menunjukkan bahwa Real Madrid unggul lima poin dari Barcelona, membuat mereka duduk manis di puncak klasemen.

Namun, hasil manis bagi Real Madrid ini dibayangi oleh ketegangan tinggi yang memuncak menjadi dua keributan.

Tensi mulai memanas di penghujung laga, tepatnya pada menit-menit akhir waktu tambahan babak kedua.

Insiden pertama terjadi pada menit ke-90+9 ketika gelandang Barcelona, Pedri, diusir keluar lapangan. Pedri menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Real Madrid, Aurelien Tchouameni.

Keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Pedri ini sontak memicu reaksi keras dari bangku cadangan kedua tim. Reaksi tersebut kemudian berujung pada keributan kecil yang terjadi di pinggir lapangan.

Baca Juga: Ketua Umum PSSI Erick Thohir Minta Publik Move On dari Masa Lalu dan Pulihkan Kepercayaan Internasional

Beruntung, keributan pertama ini tidak berlangsung lama dan berhasil dilerai dengan cepat oleh tim keamanan dan ofisial pertandingan.

Meskipun demikian, drama panas belum berakhir. Keributan sesungguhnya terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang, menandai berakhirnya pertandingan.

Insiden ini berawal saat sesi jabat tangan atau salam-salaman yang dilakukan setelah pertandingan usai. Kapten Real Madrid, Dani Carvajal, terlihat melontarkan kalimat provokatif kepada bintang muda Barcelona, Lamine Yamal.

Pemain muda Spanyol tersebut, Lamine Yamal, terpancing emosi akibat kalimat provokatif yang dilontarkan Carvajal. Yamal pun berbalik arah untuk menghampiri Carvajal.

Namun, sebelum aksinya meluas, Yamal langsung ditahan oleh pemain Real Madrid lainnya, Eduardo Camavinga, yang berusaha meredam situasi. Dalam laporan kronologis, disebutkan bahwa Yamal 'diserang' oleh tiga pemain Real Madrid.

Baca Juga: Good Boy, Film Horor dengan Sudut Pandang Hewan Peliharaan: Kesetiaan Seekor Anjing saat Suasana Mencekam

Ketika Yamal sedang dilerai oleh Camavinga, situasi justru semakin memanas dengan hadirnya kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.

Courtois dilaporkan ikut terpancing emosi dan mencoba mendekati Yamal. Namun, upaya Courtois untuk mendekati Yamal berhasil dihalangi oleh pemain Barcelona lainnya.

Seolah insiden Carvajal dan Courtois belum cukup, saat Lamine Yamal berjalan menuju lorong stadion, giliran Vinicius Jr. yang datang dan melontarkan kata-kata kepada wonderkid Spanyol tersebut.

Vinicius terlihat emosi dan bahkan terlihat ingin mengejar Yamal. Beruntung, petugas keamanan di stadion bertindak sigap. Petugas keamanan menahan Vinicius sehingga keributan tidak meluas menjadi konfrontasi fisik yang lebih besar.

Setelah Vinicius berhasil ditahan, suasana di lapangan berangsur kondusif. Para pemain Real Madrid kemudian melanjutkan selebrasi kemenangan mereka di lapangan Santiago Bernabeu.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Olahraga Gimnastik, Dari Tradisi Yunani Kuno hingga Arena Modern

Sementara itu, skuad Barcelona segera masuk ke ruang ganti, mengakhiri malam yang penuh drama, ketegangan, dan emosi. Adu mulut antara Carvajal, Yamal, dan Vinicius dilaporkan terjadi usai laga, sebelum akhirnya berhasil diredam oleh petugas keamanan.

Dengan kemenangan 2-1 yang dipimpin oleh gol Mbappe dan Bellingham, Real Madrid menegaskan posisi mereka di puncak klasemen La Liga.

Namun, laga yang penuh tensi ini memastikan bahwa rivalitas El Clasico tetap menjadi salah satu yang terpanas di dunia sepak bola.

Secara keseluruhan, dua keributan yang terjadi di laga klasik Real Madrid vs Barcelona ini menjadi catatan kelam yang menodai kemenangan tuan rumah.

Terdapat pula ulasan mengenai jejak kontroversial wasit yang memimpin pertandingan Real Madrid melawan Barcelona, menimbulkan kecemasan bagi para penggemar Blaugrana. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#barcelona #el clasico #real madrid