Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terungkap! Begini Cara Nova Arianto Pelatih Timnas U20 Menggembleng Generasi Baru Garuda Muda hingga Mirip Shin Tae-yong

Anggi Septian A.P. • Jumat, 21 November 2025 | 03:21 WIB
Sosok Nova Arianto Pelatih Timnas U16 memukau publik dengan gaya latihan keras ala Shin Tae-yong. Begini cara ia membentuk generasi baru Garuda Muda.
Sosok Nova Arianto Pelatih Timnas U16 memukau publik dengan gaya latihan keras ala Shin Tae-yong. Begini cara ia membentuk generasi baru Garuda Muda.

RADAR TULUNGAGUNG – Sosok Nova Arianto Pelatih Timnas U20 kembali menjadi sorotan. Video-video dirinya saat memimpin latihan Garuda Muda kerap viral karena gaya kepemimpinannya yang tegas, intens, dan penuh instruksi.

Meski bukan Shin Tae-yong, banyak penggemar menilai kehadirannya di lapangan seolah memancarkan aura sang pelatih Korea Selatan tersebut.

Hal itu wajar, karena Nova merupakan asisten kepercayaan STY selama empat tahun, mulai dari tim senior hingga kelompok usia.

Perannya sebagai Nova Arianto Pelatih Timnas U20 menjadi gerbang penting dalam pembentukan generasi baru sepak bola Indonesia.

Timnas U20 diposisikan sebagai fondasi awal menuju standardisasi ala Shin Tae-yong yang diterapkan di tim senior.

Dengan tugas berat itu, hanya sedikit nama yang dinilai layak memegang kendali, dan Nova adalah salah satunya.

Penggemar menyadari bahwa meski Timnas Indonesia U20 belum berhasil menjuarai Piala AFF, perjalanan Nova baru dimulai.

Masih ada target besar seperti Piala Asia U-17 2025 yang menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kualitas di level Asia.

Semua itu membuat sosok Nova Arianto Pelatih Timnas U20 semakin menarik dibahas.

Jejak Karier: Dari Bek Tangguh hingga Pelatih Berkarakter

Nova Arianto bukan nama asing dalam sepak bola nasional.

Lahir di Semarang pada 4 November 1979, pria yang akrab disapa Fafa ini mengawali karier sebagai pemain belakang yang dikenal keras namun rapi dalam bertahan. Dalam sebuah wawancara, ia mengakui tak pernah membayangkan akan menjadi pelatih.

“Saya hanya ingin bermain dan bermain,” ujarnya dalam kanal resmi Timnas Indonesia.

Namun pengalaman panjang, kedisiplinan, dan pemahaman taktik yang kuat membawanya ke dunia kepelatihan.

Ia pernah menangani Madiun Putra dan Lampung Sakti sebelum kemudian mendapat lompatan karier saat bergabung dalam staf pelatih Timnas U23 di bawah Indra Sjafri pada 2019.

Ketika Shin Tae-yong datang ke Indonesia, Nova menjadi salah satu dari sedikit pelatih lokal yang dipertahankan.

Selama empat tahun bersama STY, Nova menyerap banyak ilmu tentang latihan intensitas tinggi, manajemen fisik, penyusunan taktik, hingga filosofi bermain cepat.

Latihan Intens, Filosofi Keras, dan “Pass and Move”

Di lapangan, Nova Arianto Pelatih Timnas U20 dikenal garang. Instruksinya jelas, tegas, dan tanpa kompromi.

Mirip Shin Tae-yong, ia kerap menegur pemain yang malas bergerak, lambat mengumpan, atau berlarut-larut menahan bola

“Main bola itu pass and move. Umpan, bergerak. Jangan diam seperti patung Pancoran!” seru Nova dalam salah satu video yang viral.

Ia menerapkan pola permainan progressive possession—penguasaan bola yang diikuti perpindahan cepat ke area berbahaya.

Pemain tidak sekadar memegang bola, tetapi harus menggabungkan kontrol, visi, dan akselerasi untuk mencetak gol secepat mungkin.

Filosofi itu mulai terlihat saat Timnas U20 tampil di Piala AFF, meski masih membutuhkan peningkatan terutama dalam penyelesaian akhir.

Bagi Nova, intensitas adalah keniscayaan. Ia menyiapkan tim ini bukan hanya untuk menghadapi Laos atau Kamboja, tetapi juga Jepang, Australia, dan raksasa Asia lain yang kelak akan ditemui di level U17 atau U20.

Tak Ada Pemain Titipan: Integritas Nomor Satu

Sebagai pelatih muda yang memegang tim usia dini, Nova menyadari godaan “titipan pemain” bisa muncul kapan saja.

Namun ia menegaskan akan menjaga integritas, sebuah nilai yang diwarisinya dari sang ayah, Sartono Anwar—legenda pelatih yang membawa PSIS Semarang juara perserikatan 1987.

Isu “pemain titipan” sempat menerpa dirinya ketika muncul kabar bahwa seorang pemain dari akademi tertentu atau anak artis dititipkan untuk masuk Timnas U20.

Namun faktanya, pemain tersebut tidak lolos seleksi. Nova menegaskan proses seleksi selalu murni dari kemampuan teknis, fisik, mental, dan kecocokan dengan filosofi permainan.

Standar Tinggi: Postur Minimal 175 cm dan Skill Spesial

Untuk bek, penyerang, dan kiper, Nova menetapkan tinggi minimal 175 cm demi bersaing di level Asia.

Sementara untuk posisi lain, pemain dengan postur lebih pendek bisa diterima, tetapi harus punya kemampuan spesial—dribble, visi bermain, atau finishing luar biasa.

Contohnya Fandy Ahmad Muzaki, pemain 168 cm yang tetap dipertahankan karena kemampuannya mengacak-acak pertahanan lawan.

Disiplin Gizi: Wajib Tiga Protein, Larangan Gorengan

Nova juga memberi perhatian ketat pada pola makan pemain. Setiap menu siang dan malam harus mengandung tiga sumber protein: ikan, ayam, dan daging.

Gorengan dibatasi keras. Kebiasaan ini harus diterapkan sejak dini agar pemain tidak kaget saat masuk tim U23 atau senior.

Misi Besar: Membentuk Generasi Baru Timnas Indonesia

Bagi Nova Arianto Pelatih Timnas U20, kemenangan bukan satu-satunya tujuan.

Misinya adalah mencetak generasi baru Timnas Indonesia yang sevisi dan semisi dengan Shin Tae-yong. Dengan filosofi latihan yang sama, proses pembinaan diyakini lebih terarah.

Ke depan, publik berharap generasi yang ditempa Nova mampu membawa prestasi lebih baik, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di level Asia dan dunia.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#shin tae-yong #nova arianto #Timnas Indonesia #Pelatih Timnas U20 #sepak bola indonesia