RADAR TULUNGAGUNG – Kylian Mbappé kembali membuktikan perannya sebagai pembeda setelah Mbappé bawa Real Madrid menang dalam laga penuh tekanan yang berlangsung di Sevilla.
Real Madrid tampil dominan sejak menit awal, terus menggempur pertahanan tuan rumah hingga akhirnya memecah kebuntuan lewat titik putih sebelum mengunci keunggulan di penghujung babak pertama.
Sejak kick-off, Madrid langsung menekan. Peluang emas datang lebih awal ketika Mbappé lolos di sisi kiri dan melepaskan tembakan keras yang memaksa kiper K.
Gonzalez melakukan penyelamatan gemilang. Stadion bergemuruh karena gol seolah tinggal menunggu waktu.
Baca Juga: Barcelona vs Guadalajara: Dominasi Blaugrana di Laga Sarat Eksperimen Usai Comeback Pemain Kunci
Serangan Los Blancos terus mengalir melalui kedua sisi lapangan, dengan Fran Garcia dan Arda Güler aktif mendukung serangan.
Tekanan beruntun membuat lini belakang lawan kerepotan. Gonzalo Dorenzo sempat terjatuh di kotak penalti, memicu protes suporter tuan rumah, namun wasit tak bergeming.
Real Madrid tetap sabar membangun serangan, sementara pemain muda seperti David Jimenez yang menjalani debut tampil berani dengan langsung melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Dominasi Madrid dan Ketangguhan Lini Belakang Lawan
Meski Mbappé bawa Real Madrid menang pada akhirnya, jalan menuju gol tidaklah mudah. Tuan rumah bertahan rapat dan beberapa kali nyaris mencuri gol lewat serangan balik cepat.
Salah satu momen krusial terjadi saat Hri lolos menuju gawang, namun tekel terakhir David Quanka sukses menggagalkan peluang emas tersebut.
Madrid membalas dengan rangkaian peluang berbahaya. Mbappé kembali mengancam lewat tendangan bebas yang membentur pagar betis, disusul sepakan lanjutan Arda Güler yang masih bisa diamankan kiper.
Real Madrid terus memaksa, memenangi duel-duel penting di lini tengah dan mengurung lawan di area pertahanan sendiri.
Penalti Mbappé Pecah Kebuntuan
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-42. Bola yang diarahkan ke kotak penalti memicu kemelut sebelum wasit menunjuk titik putih setelah terjadi handball yang jelas.
Mbappé maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengecoh kiper dan membawa Madrid unggul 1-0.
Gol tersebut membuat permainan semakin terbuka. Menjelang turun minum, Mbappé kembali menjadi aktor utama.
Lewat pergerakan cerdas dan sentuhan cepat, ia menciptakan situasi berbahaya yang berujung gol bunuh diri lawan. Skor 2-0 menjadi penegasan dominasi Madrid di babak pertama.
Babak Kedua: Madrid Tetap Menekan
Memasuki babak kedua, intensitas Madrid tak mengendur. Mbappé kembali mendapat peluang emas setelah menerima umpan terobosan cantik dari Endrick, namun percobaannya dengan cungkilan tipis masih melambung.
Kombinasi Mbappé, Fran Garcia, dan Güler terus merepotkan lini belakang lawan.
Kiper tuan rumah tampil heroik dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan tembakan jarak jauh Güler yang melengkung indah.
Meski kelelahan mulai terlihat, Real Madrid tetap mengontrol tempo permainan dan memaksa lawan bertahan lebih dalam.
Di sisi lain, tuan rumah tak menyerah begitu saja. Pada menit-menit akhir, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan lewat serangan cepat dari sisi kanan yang diselesaikan di tiang jauh.
Gol tersebut sempat memberi harapan, namun waktu yang tersisa terlalu singkat untuk membalikkan keadaan.
Mbappé Jadi Pembeda
Peluit akhir memastikan Mbappé bawa Real Madrid menang dalam laga yang sarat tekanan.
Selain mencetak gol dari titik penalti, kontribusi Mbappé terlihat jelas dalam setiap fase serangan, mulai dari membuka ruang, menarik bek lawan, hingga menciptakan peluang bagi rekan setim.
Kemenangan ini menutup laga tandang Real Madrid dengan hasil positif sekaligus menegaskan peran vital Mbappé dalam skema permainan tim.
Ketajaman, visi bermain, dan ketenangannya di momen krusial kembali menjadi pembeda bagi Los Blancos.***
Editor : Vidya Sajar Fitri